Tips #AsikTanpaToxic Agar Tak Gampang Ngedrop dan Stress Gara-Gara Kerjaan


Hai semua! 

Gimana aktivitas kamu di Bulan Agustus ini? Banyak kegiatan gak? Agustus tahun ini memang banyak banget ya perayaan dan kemeriahan. Pertama tentu saja Hari Kemerdekaan RI. Saya yakin gak di RT/RW, kantor sampai senasional pun ada banyak kegiatan yg disiapkan untuk merayakannya. Mulai dari lomba-lomba personal yang lucu-lucu sampai lomba beregu yang membutuhkan kekompakan dan team work. 

Kedua, Idul Adha. Lebaran kurban tahun ini jatuh beberapa hari setelah 17an. Habis gerakin badan ikut lomba 17an, diserbulah kita dengan masakan daging-dagingan. Meskipun persiapan lebaran Idul Adha itu biasanya gak seheboh Idul Fitri, tetap aja ada persiapan dong ya.. especially buat buibu gimana caranya mengolah daging dan semacamnya. 

Ketiga, Asian Games.  Meski gak bertanding seperti atlit-atlit nasional yang berjuang di cabang olahraga masing-masing, sebagai rakyat Indonesia kita ikut mendukung mereka dengan nonton pertandingan baik itu live di arena atau lewat televisi dari gelanggang ke gelanggang (baca:mindahin channel tv). Euphoria Asian Games bikin banyak orang tiba-tiba pengen main bulu tangkis padahal aturan main aja gak ngeh. Tiba-tiba pengen nyoba manjat tebing dengan semangat "manjat pagar sekolah dulu aja gue bisa kok..". Bahkan ada yang niat pengen jadi atlit bridge makanya curi-curi maen bridge online di komputer kantor sebelum akhirnya ke gap kepala HRD. 

Tambahan buat saya, kantor tempat 'mendulang sekeping emas, 3 perak, 4 perunggu' ini merayakan hari jadinya di bulan Agustus ini. Hari jadi ini hanya selang dua hari dari Agustusan. Lima hari setelahnya, kantor pusat pula yang berulang tahun. Kebayang dong total 3 perayaan hari jadi yang diperingati, 17an, hari jadi kantor, hari jadi kantor pusat. Diluar itu secara beban kerja pribadi, sementara ini saya harus megang dua divisi karena sesuatu dan lain hal. Tantangannya jadi dua kali lipat tapi saya berusaha gak mengeluh. How can I complain if I love this job? Tsah.. 




Anyway, memanage kesejahteraan pegawai sekaligus menjaga kedisiplinan bekerja dan mensupport perlengkapan pekerjaan memang gak mudah. Gak banyak yang (mau) tahu gimana jungkir baliknya team di belakang layar agar kerjaan sehari-hari dan event off air perayaan hari jadi bisa terselenggara dengan baik. Seberusahanya kita untuk mempermudah dan melancarkan segala urusan,tetap saja kita gak bisa membuat semua orang bahagia. Saya pikir, di antara kalian juga pernah ada yang mengalami hal yang sama.

Di saat aktivitas bertambah, Lelah fisik memang paling gampang paling gampang ketahuan. Indikator utamanya ya pastilah rasa capek. Namun buat yang workoholic, hal ini seringkali diabaikan. Tiba-tiba ngedrop aja kayak saya ini, kemarin. Ketika pemeriksaan kesehatan, ternyata tekanan darah saya cukup rendah. 

Penyebabnya selain waktu istirahat yang kurang dan makan yang tidak teratur. Maklum, saking keasikan bekerja terkadang  ingat makan kalau sudah lapar banget, itu pun menunya kurang nutrisi. Apa aja yang penting terasa kenyang agar bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum waktunya. Belum lagi disaat beraktivitas bertemu dengan perokok yang merokok dalam ruang ber-AC itu kan bener-bener gak peka lingkungan banget ya? Hanya memberi polusi aja buat yang lain. 

Gaya hidup tidak sehat, stress, polusi inilah yang kemudian akhirnya membuat badan drop. Duh.. sedih! 

Tips #AsikTanpaToxic Agar Tak Gampang Ngedrop dan Stress Gara-Gara Kerjaan

Setelah mengetahui penyebab badan saya ngedrop, saya akhirnya instropeksi diri apa yang seharusnya saya lakukan agar tak gampang ngedrop dan menghindari stress gara-gara kerjaan.

1. Istirahat Disela Pekerjaan 

Satu hal yang sering terlupa karena keasikan bekerja adalah istirahat disela pekerjaan. Gak perlu lama, cukup meluangkan waktu 10 hingga 15 menit. Berbaring sejenak, ngobrol dengan rekan kerja, sholat atau sekedar beranjak dari kursi kerja.  Saya harus mengakui bahwa selain sholat, saya memang jarang banget beranjak dari kursi. Mata dan pikiran terfokus pada layar computer. Makan aja di meja kerja. Padahal gak ada salahnya juga berhenti sejenak melihat suasana lain. Asal jangan kebablasan aja sih. 

2. Tahu Batas

Ketahui batas kemampuan tubuh dan pikiran kita. Jangan memaksakan untuk menyelesaikan pekerjaan karena mengejar waktu. Pekerjaan gak selesai malah kita yang K.O duluan. Untuk itu perlu untuk tetap fokus pada satu titik. Titik itu.. #ehmalahnyanyi . Pengalaman nih, kalau dak mentok banget mending gak usah diteruskan. Kembali ke poin 1, istirahat sebentar aja.

3. Serius tapi Santai

Serius mengerjakan aktivitas memang penting, namun terlalu serius juga gak sehat. Ini nih yang bisa bikin stress. Apalagi kalau sudah ada unsur baper alias bawa perasaan. Jalani dengan santai, jangan lupa tetap tersenyum, tertawa dan bahagia. Asal jangan senyum atau tertawa sendiri. Ntar disangka stress beneran, hehehe.

4. Makan Teratur

Biasanya disaat beban kerja sedang tinggi, ingat makan hanya pada saat perut keroncongan. Ini biasanya makin gak berasa jika sudah mengkonsumsi kopi untuk memboost tenaga. Triknya adalah menyiapkan cemilan sehat di laci meja. Jadi gak perlu nunggu perut meronta minta diisi baru ingat untuk makan. Belajar dari pengalaman, makin lapar makin gak konsen. Mending makan dulu aja.

5. Minum yang Cukup

Di ruangan ber AC seperti di kantor, rasa haus untuk minum apalagi minum air putih jarang dirasakan. Tanpa disadari bisa terkena dehidrasi. Gangguan kesehatan seperti lelah berkepanjangan, sakit kepala, tekanan darah tinggi bahkan rendah bisa menerpa. Selain itu akan sulit mempertahankan fokus. Sebuah studi menemukan, produktivitas karyawan yang mengalami dehidrasi menurun secara signifikan. Kalau dehidrasi cukup parah, kita akan mudah bingung, tak bisa mengambil keputusan dengan cepat. Wah.. gak asik banget!

Selain itu ada beberapa alternatif minuman yang dapat memberi nutrisi sekaligus menjaga tubuh terhindar dari dehidrasi untuk kita yang gak begitu doyan air putih. Salah satunya adalah air putih dengan madu dan lemon.

Manfaat Madu dan Lemon Bagi Tubuh 


Menurut sebuah artikel yang dilansir dari lifehack.org, air putih yang ditambahkan madu dan perasaan lemon itu ternyata memberi banyak manfaat bagi tubuh. Beberapa diantaranya adalah:

1. Membuat Kulit Jadi Lebih Sehat

Vitamin C dalam lemon dapat membangun kolagen pada tubuh, jaringan ikat penting yang membuat kulit tetap kencang dan tampak muda. Sedangkan Madu memiliki banyak senyawa yang membantu melembabkan kulit dari dalam. Hasilnya adalah kulit yang sehat dan awet muda. Asik!

2. Melancarkan Pencernaan

Lemon kaya akan pektin, suatu zat yang bertindak sebagai semacam scrubber di usus, mendorong gerakan usus untuk membantu membuang tubuh limbah dan membuat seluruh proses pencernaan lebih efisien. Pembuangan lancar, rasanya nyaman kan?

3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Vitamin C dalam lemon dan kekayaan mineral dalam madu dapat membantu memperkuat kekebalan tubuh. Ini dia yang membuat tubuh lebih mudah melawan bakteri, virus dan kuman lain yang dapat membuat sakit. Madu juga memiliki sifat antimikroba alami untuk membuat badan tetap sehat. Kurang tidur, makan tidak teratur, tekanan akibat pekerjaan yang membuat kita rentan drop, bisa dilawan deh!

4. Mendetoks Tubuh

Dalam udara yang kita hirup, minuman dan makanan yang kita konsumsi, seringkali kita terpapar berbagai macam bahan kimia dan racun. Untuk itu tubuh butuh meningkatkan pertahanan alamiahnya terhadap toxic dan polusi tersebut. Madu dan lemon dapat membantu tubuh untuk melakukannya karena lemon meningkatkan fungsi hati untuk membantu detoksifikasi tubuh. Sementara madu memiliki sifat antimikroba dan antiseptik alami.

5. Membantu Mengurangi Stress

Madu dan lemon memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasinya membantu melindungi otot-otot jantung dari peradangan dan bentuk-bentuk stres lainnya. Paling tidak bisa membantu jantung untuk tidak bekerja terlalu keras.

Minum Air Madu Lemon adalah Pilihan yang  Tepat 

Gimana caranya membuat minuman Air Madu Lemon yang tepat? Gak sulit, kok! Setiap pagi pun bisa kita lakukan sendiri. Cukup tambahkan perasan satu setengah lemon dan 1 sendok teh madu ke segelas air hangat, aduk bersama dan minum. Katanya sih paling efektif jika diminum pagi hari sebelum sarapan.

Tapi kalau aktivitas sedang banyak-banyaknya, boro-boro ya bikin sendiri di pagi hari. Ada juga harus buru-buru ke kantor, sampai di kantor juga gak sempat lagi mau meras-meras lemon segala. Kalau aku sih, lebih memilih untuk menyiapkan Natsbee Honey Lemon di meja kerja. 

Natsbee Honey Lemon, Minuman Madu Lemon, Bersihkan Hari Aktifmu 

Jadi gini loh ceritanya, sepulang dari pemeriksaan rumah sakit saya kan dianjurkan banyak minum air putih tuh sama dokter. Minum madu juga mba, kata mba-mba Apotiknya. Dasar saya tuh orangnya gak suka yang manis-manis, malah kepikiran untuk minum madu dan lemon aja. Eh, pas mampir ke mart malah ketemu ini dong! Nastbee Honey Lemon.

Manfaat Madu Lemon

Selain memang butuh minuman madu lemon, saya juga penasaran  dengan Natsbee Honey Lemon ini karena postingan-postingan di Instagram. Kedua, pas saya ke mart itu lagi ada promo. Hanya nambah 1000 rupiah dari harga botol pertama, sudah boleh bawa pulang dua botol. Lumayan banget buat anak kost. Lebih praktis kalau gak sempat meras lemon sendiri atau madu di rumah stoknya kosong.

Ketika saya coba, alhamdulillah rasanya pas dengan selera. Tidak terlalu manis, tapi juga gak kecut. Untuk yang gak doyan manis seperti saya dan orang yang gak kuat maagnya dengan yang kecut-kecut, Natsbee Honey Lemon ini pas buat kamu. Rasanya menyegarkan dan ringan di lidah. Paling penting, sudah bersertifikat HALAL.

Menariknya,  Natsbee Honey Lemon ini mengandung banyak manfaat loh,  untuk kita yang aktif. 

Madu Lemon


Nah itu dia, tips #AsikTanpaToxic Agar Tak Gampang Ngedrop dan Stress Gara-Gara Kerjaan ala saya based on pengalaman selama didera kesibukan selama bulan Agustus ini. Mudah-mudahan gak menimpa kamu ya gengs. Semoga tipsnya bermanfaat dan bisa kamu terapkan dalam aktivitas kamu sehari-hari. Semangat!! 

Review Ovale Micellar Cleansing Water Brightening

Salah satu tren dalam urusan kecantikan kita saat ini adalah ‘Micellar Water’. Produk yang satu ini emang lagi naik daun karena kepraktisannya dalam membersihkan make up yang nempel di kulit wajah kita.  Cukup tuang beberapa tetes di kapas pembersih lalu usap deh ke wajah kita, cling aja sudah! 

Awalnya Micellar water diciptakan pertama kali pada awal tahun 90-an di Paris, Perancis. Saat itu di kota Paris kodisi air kurang begitu bagus karena terkontaminasi oleh kandungan korosif. Akibatnya berdampak buruk bagi kesehatan tubuh maupun kulit.  Sebagai pusat mode dunia gak mau lah orang-orang di Paris tampak butek, kan? Makanya para ilmuwan di sana berusaha menemukan cara yang dapat menggantikan manfaat air dengan komposisi yang serupa.  Jadi deh Micellar Water itcuu..  

Makin ke sini makin beragam aja nih produsen kecantikan menawarkan produk Micellar Waternya, tidak terkecuali Ovale. Brand yang satu ini sejak awal memang sudah ngehitz duluan dengan produk pembersih wajah sekali usapnya di jaman produk lain masih menawarkan produk pembersih wajah dua langkah (cleanser + toner). Kali ini aku berkesempatan mencoba produk Micellar Water terbaru dari Ovale yaitu : Ovale Micellar Cleansing Water Brightening yang bisa digunakan tidak hanya untuk mengangkat make up pada wajah, mata dan bibir kamu tapi juga bisa mencerahkan kulit wajah juga loh. Sip, jadi penasaran pengen nyoba. Let’s try it! 

Review Ovale Micellar Cleansing Water Brightening Make Up Remover 




Brand: Ovale
Nama: Micellar Cleansing Water
Varian: Brightening
Harga: Rp.40.000 (di drug store)
Ukuran: 200mL
Produksi: PT. Kino Indonesia
Ovale Micellar Cleansing Water Brightening teruji secara hypoallergenic dan dermatologis yang efektif membersihkan kotoran dan sisa makeup pada wajah, area mata, dan bibir tanpa perlu dibilas. Kulit terasa lembut dan segar. Diperkaya dengan Ekstrak Magnolia yang membantu mencerahkan kulit wajah
Kelebihan :  fragance free dan alcohol free dan teruji secara hypoallergenic dan dermatologis



Oke, sekarang mari direview!

Packaging :




Aku suka packing Ovale Micellar Cleansing Water Brightening ini karena mudah digenggam dan muat di beauty pouch. Memudahkan banget untuk aku yang kerap dinas luar kantor dan suka traveling ini. Packingnya meskipun simple tapi gak berkesan murahan dan yang paling penting tetap menjaga isinya agar gak gampang tumpah. Meski begitu, tutupnya tetap gampang dibuka kok meski dengan ujung kuku sekalipun. Tambahan, Warna pinknya aku suka. 

Penggunaan


Aku pertama kali mencoba produk Ovale Micellar Cleansing Water Brightening ini sepulang dari suatu event yang membuat aku harus dandan lengkap. Sesuai cara pakainya aku menuangkan Ovale Micellar Cleansing Water Brightening pada kapas. Tekstur dan warnanya mirip air, bening namun tercium bau yang berasal dari ekstrak magnolianya yg memang mungkin belum familiar bagi semua orang.  Gak mengganggu banget sih, kecuali kamu sengaja ngendus-endusin. 

Selanjutnya aku mencoba membersihkan makeup mulai dari mata, kulit wajah dan bibir. Saat itu yang aku gunakan adalah make up waterproof untuk mata dan lipstik matte yang biasanya susah hilang (seperti bekas kenangan mantan kamu). Untuk wajah aku menggunakan pelembab, foundation, dan BB Cake Powder.




Kapas pertama :  berhasil mengangkat foundation, eye shadow dan bedak.  Sedangkan Eye shadow, eyeliner, maskara belum terhapus sepenuhnya. 




Kapas Kedua : Lipstick dan eyeliner masih menyisakan jejak dan menyisakan sedikit maskara. 






Kapas Ketiga : Eyeliner dan lipstick matte  terhapus seluruhnya. 




Kapas keempat : Pembersihan menyeluruh untuk hasil yang lebih sempurna. 




Tadaaaa.. Bersih!! 




Simpulan

Aku perlu empat kapas hingga kembali bareface karena aku gak mau ada make up setitik pun tertinggal di wajah. Aku extra usaha untuk menghapus lipstick matte dan maskara, namun hasil akhir tidak mengecewakan. Kulit bersih namun tidak berasa kering seperti ketika dibersihkan dengan menggunakan sabun wajah. Memang agak berasa sedikit lengket, ini sepertinya untuk melembabkan kulit wajah kita, gengs! So you don’t have to worry about that. Harganya juga cukup terjangkau. Ukuran 200 ml hanya Rp.40.000. Worth to buy! 




Aku menggunakan Ovale Micellar Cleansing Water Brightening ini lagi berhari-hari kemudian sebelum dan sesudah dandan Sampai sekarang tersisa setengah botol karena ponakanku yang berumur 17 tahun juga ikutan menggunakannya. Kulitku alhamdulillah gak jerawatan, tidak pula brutusan.  Untuk bagian ‘brightening’nya sendiri, namanya juga mencerahkan ya.. bukan untuk memutihkan. Wajah terlihat cukup cerah dan gak kusam, itu yang utama. . 

Nah, untuk kamu yang perlu produk Micellar Water hasil maksimal dengan harga terjangkau, aku yakin kamu bakal suka dengan produk ini. Gimana, kamu tertarik gak mencoba produk ini? Yuk, share pengalaman kamu menggunakan produk Ovale Micellar Cleansing Water Brightening di kolom komen. 

Blogger atau Wordpress, Mana yang Lebih Baik?

Pertanyaan yang paling sering saya temui jika seseorang sudah mulai tertarik ngeblog adalah "Bagusnya pakai apa nih, Blogspot atau Wordpress?" Apalagi untuk rookie blogger (tsah.. kayak idol aja ada rookie nya) yang ingin serius ngeblog menentukan platform seperti menentukan mau ngekost di mana. Gampang aja sih kalau mau pindah, tapi kalau sudah ditata segala rupa kan males banget pindahan lagi ( hehehe.. analogi anak kost). 

Pertama-tama, kita bahas sedikit mengenai sejarah dua platform ini sebelum kita melakukan perbandingan terhadap biaya, desain, fitur dan pendukung lainnya.   




Blogger 


Blogger lahir pada 23 Agustus 1999 sebagai layanan penerbitan blog di Pyra Labs, yang merupakan raksasa mesin pencari, Google,  pada tahun 2003. Sejak itu, Blogger telah tumbuh dengan pesat seiring pertumbuhan Google sebagai mesin pencari. 

Dalam bentuknya yang paling dasar, Blogger adalah layanan blogging gratis seperti WordPress.com, yang membantu Anda membuat blog di subdomain seperti namaanda.blogspot.com. Misal, blog pertama saya di Blogger adalah : http://bittersweet-me.blogspot.com . Loh, katanya Blogger kok domainnya blogspot? Yang bener yang mana nih? 

Sebenarnya gak perlu terlalu dipermasalahkan sih  tentang nama domain blogspot.com, Blogger dan Blogspot hanyalah sinonim untuk layanan blogging Google. Meskipun pada akhirnya lebih banyak yang menyebut blogspot sebagai platform dan Blogger sebagai orang yang ngeblog. It doesn't matter. Ini sama saja nyebut merk A*ua saat mesan air mineral walaupun kemudian yang dianterin ntar merk lain. Hehehe.

Untuk membuat blog di Blogger hanya memerlukan email gmail (Google Mail). Dalam satu menit, dan tanpa mengeluarkan sepeser pun, kita bisa meluncurkan blog sederhana di Blogger dan mulai berbagai konten sesuai keinginan kamu.  Tapi karena Blogger adalah milik Google, artinya pengguna harus mematuhi kebijakan konten dan persyaratan layanan (TOS) mereka. 

Ekstrimnya sih seperti ini, situs blogger pengguna bisa 'ditenggelamkan' Google ketika pengguna melanggar TOS atau kebijakan Google apa pun, baik itu disengaja atau tidak. Kalau kamu punya niat jelek misalnya ngespamm atau yang lebih parah nyebarin hoax, meneror atau niat jahat lainnya Google gak segan-segan ngeblocked bahkan menghapus blog kamu. Namun jika sesuai aturan dan memiliki niat yang baik tentu saja tidak masalah. Lagian ngapain juga sih buat blog yang aneh-aneh, ya gak?

Wordpress 

Berbeda dengan Blogger, awalnya WordPress dimulai pada 24 Januari 2003 oleh Matt Mullenweg yang memutuskan untuk membeli b2 / cafelog untuk mengakomodasi kebutuhan blogging-nya. Empat bulan kemudian pada tanggal 27 Mei, Matt dan kontributor lainnya merilis versi pertama WordPress. 

Sama dengan Blogger, untuk mendapatkan subdomain blog di Wordpress sangat mudah. Setelah memiliki blog di Wordpress, pengguna dapat membangun situs apa pun yang diinginkan. Bedanya adalah WordPress menawarkan kendali mutlak atas situs web dan konten pada pengguna. Kita yang memiliki konten kita sendiri, dan tidak ada yang dapat melarang atau menghapus situs kita.

Blogger atau Wordpress, Mana yang Lebih Baik? 

Banyak pengguna menyukai Blogger karena ada lebih sedikit gangguan teknis, dan banyak pengguna menyukai WordPress karena kekuatan dan fiturnya yang meningkat. Khususnya templatesnya banyak yang lucu-lucu. Gak seperti Blogger yang lempeng... aja gak banyak perubahan (hiks).  Tentu saja, untuk menentukan kamu lebih sreg sama yang mana gak cuma hanya sekedar dengerin apa kata orang karena preferensi dan selera tiap blogger tuh beda-beda. 

Sebagai pengguna dua platform ini saya melihatnya seperti ini : 

Pro and Con Blogger 

Platform Blogger (alias BlogSpot) sangat berguna ketika kita hanya ingin memulai sebuah blog untuk berbagi pemikiran kita saja. Saat kita tidak ngeblog untuk uang, atau kamu memerlukan platform sederhana yang tidak memerlukan pengetahuan teknis, BlogSpot benar-benar pilihan yang tepat (duh kayak kata mba-mba di kedai Pizza ya?). 

Meskipun ada banyak keterbatasan dalam hal fungsionalitas seperti templates bawaan yang gitu-gitu aja, saya pikir kalau buat tulisan sederhana aja sih gak masalah ya. Banyak kok contoh blog yang isinya menarik dan berbasis blogspot. Contohnya blog A Cup Of Tea nya Gita Savitri. Isinya menarik meskipun templatesnya ngambil bawaan Wordpress. Conten is the king, but tampilan juga harus menarik dong.. 

Pada saat yang sama, jika kamu ngeblog untuk uang, membangun otoritas, atau untuk personal branding, Blogger bukanlah pilihan ideal. Ini karena kontrol kita terbatas pada visibilitas di mesin pencari, dan ketika kamu ingin menambahkan fitur baru pilihannya menjadi terbatas. 

Bagaimana dengan SEO? Setelah membaca berkali-kali postingan master-master SEO, kesimpulan saya meskipun Blogger adalah produk Google yang berarti memberikan lebih banyak manfaat SEO, ternyata tidak sepenuhnya benar. Mau kita menggunakan WordPress, Blogger, atau platform lainnya, SEO ditentukan oleh cara kita mengkonfigurasi situs agar dapat didetect oleh  mesin pencari. CMIIW. 

Singkatnya, kalau kamu membuat blog tanpa alasan lain selain ingin menulis, ya sudah pakai Blogger aja. Cara membuat blognya pun cukup sign up dengan menggunakan email gmail, tentukan nama subdomain, pilih template dan voila! Jadi deh. Namun untuk menghasilkan uang atau menciptakan dampak jangka panjang, mungkin kamu bisa melirik platform WordPress. 

Pro and Con Wordpress

Berbeda dengan Blogger, Wordpress memberi kontrol penuh atas blog kamu, dan kamu bisa secara teknis melakukan apa pun yang kamu mau. Kamu menghosting file kamu sendiri, dapat mendesainnya sesuka kamu, dan dapat menggunakannya untuk tujuan apa pun (pribadi atau profesional). 

Kamu juga mendapatkan kontrol penuh atas SEO termasuk menambahkan plugin SEO untuk membuat blog Anda lebih SEO friendly. Pokoknya WordPress itu ibarat ibu kos yang membiarkan kamu melakukan semua yang kamu pengen lakukan.

Tetapi pada saat yang sama, kita terpaksa perlu mengelola blog kita sendiri. kamu perlu menginstal WordPress di server sendiri dan hal-hal teknis lainnya. Tampak ribet namun tidak perlu khawatir karena pada komunitas WordPress dukungan untuk mempelajari semuanya dalam waktu singkat itu tersedia. Jika kamu berencana untuk membuat blog untuk menghasilkan uang, sebaiknya gunakan blog WordPress yang dihosting sendiri. 

Cara membuat blog di Wordpress pun sama mudahnya dengan membuat blog di Blogger. Email yang digunakan pun gak harus gmail, apapun boleh. Lebih lengkapnya bisa kamu baca di hostinger.co.id/tutorial/cara-membuat-blog-di-wordpress/ sekalian bisa lirik-lirik gimana ngehost blog Wordpress kamu. 

Kesimpulannya... 


Jika kamu seorang penulis yang ingin menjadi blogger hanya untuk sekedar hobby, Blogger adalah pilihan terbaik untuk kamu. Sementara kalau kamu pengen menjadikan aktivitas blogging lebih serius, mempertimbangkan memiliki blog di Wordpress mungkin lebih baik. Apalagi jika ingin memiliki domain blog sendiri dengan nama yang kamu sukai. Fiturnya pun lebih banyak, kontenmu pun bisa lebih menarik. 

Bukan berarti blog yang berbasis Blogger tidak bisa dijadikan domain sendiri. Bisa aja. Blog saya ini salah satu contohnya. Hanya saja yah itu, sedikit banyak ada beberapa hal yang menurut saya sudah bikin saya nyaman di Blogger. Meskipun kalau lihat blog temen-temen lain yang berbasis Wordpress pengen dipindahin juga sih.. Hehehe.. (dasar labil!). 

Nah, makanya mudah-mudahan postingan ini bisa memberi kamu sedikit pencerahan ya milih 'rumah' yang tepat buat blog kamu. Blogger atau Wordpress, menurut kamu mana yang lebih baik? Share di kolom komen ya!