Magang Kerja, Penting Gak sih?


Kemarin saya sempat ditanya seorang adek-adek lucu semester akhir yang sedang kerja praktek di kantor. “Kak, magang kerja itu penting gak sih?” 

Dengan tatapan takjub saya sempat terpikir apakah anak ini becanda atau enggak, tapi sebagai pembimbing KP yang baik saya harus menjawab sekalem dan sebijaksana mungkin.”Kalau menurut kamu sendiri?”  

Lalu mulailah dia curhat tentang pengalamannya selama kerja praktek di kantor saya. Mulai dari hanya ditugaskan mencatat surat masuk dan surat keluar,foto kopi, jadi notulen sampai nganterin surat. Tidak sesuai dengan yang dipelajari di kuliahan, katanya. “Jadi buat apa IPK saya tinggi kalau di kantor nanti kerjanya gak sesuai?” 

Tiba-tiba saya pengen ngasih load kerjaan saya ke dia, semuanyaaaa!! *Becanda* Dia tau  gak ya kalau di dunia kerja pintar secara akademik aja gak cukup?
Pic from : Go Global Indonesia

 
Standar pendidikan dan IPK tertentu memang dibutuhkan sebagai seleksi tahap awal. Namun itu juga tidak 100% menjamin kita bisa survived. Ini yang saya rasakan saat memasuki dunia kerja. Biasanya orang-orang yang memiliki pemahaman medan pekerjaan, kemampuan beradaptasi, berempati dan bersosialisasi yang akhirnya bisa bersinar. Nah, semuanya itu bisa didapatkan dari pengalaman. Salah satu cara saya menambah pengalaman adalah lewat magang kerja.

Magang Kerja, Penting Gak sih?

 

Saat kuliah memang ada kerja praktek sampai dua kali, tapi saya merasa itu tidak cukup. Alasannya simple, saya mau magang di tempat yang sama dengan passion saya. Beruntungnya diantara menunggu waktu wisuda setelah ujian akhir saya diterima jadi anak magang di divisi PR sebuah perusahaan telekomunikasi. Gak dibayar full selayaknya karyawan,sih. Tapi yang penting kan pengalamannya, yes? 

Waktu itu saya berpikir dengan magang saya bisa mengetahui dunia kerja yang sesuai passion saya itu seperti apa, sekaligus membangun networking. Syukur-syukur kalau ternyata petinggi di sana menarik saya menjadi karyawan beneran setelah melihat cara saya bekerja. Di luar itu, ini sekali lagi tentang mendapat pengalaman.

Beneran loh, ada banyak hal yang hanya dibahas secara teori atau malah tidak pernah dibahas di bangku kuliah bisa saya alami sendiri saat magang kerja. Di kampus mana ada kuliah ‘Cara ngadepin boss rese’ ,‘Trik menghadapi rekan kerja agar tidak dipergunakan’,  atau ‘Mengetahui batas kemampuan kamu dalam bekerja di bawah tekanan ‘, ya kan?

Magang ala drama Korea ( Pic dari official website Misaeng)

Pada akhirnya ketika beneran kerja, saya jadi lebih mudah beradaptasi dengan karyawan, aturan perusahaan bahkan teknologi. Kemampuan beradaptasi ini menjadi penting karena dalam hidup ini selalu ada perubahan. Ya kalau sulit beradaptasi bisa-bisa lelah sendiri loh.. 

Begitupun halnya dalam kerjasama dengan team. Tentunya agar kerjaan lancar, hubungan antarpersonal pun baik-baik saja. Kesuksesan dalam pekerjaan gak melulu karena kita aja loh. Orang-orang yang mendukung kita juga turut ambil bagian. Jadi itulah mengapa saya selalu menyarankan pada mahasiswa-mahasiswa yang sedang KP di kantor saya untuk meluangkan waktu untuk magang.
 
“Jika kamu merasa kerja praktek yang sebulan ini tidak cukup buat kamu untuk dapat feel memasuki dunia kerja, coba aja magang. Jangan di sini. Kalau perlu coba keluar negeri!” 

Kenapa ke luar negeri? 

Jika kita memiliki pemahaman terhadap budaya lain, sedikit banyak dapat membuat pola pikir seseorang jadi lebih luas, kita pun punya pengalaman baru dalam beradaptasi dengan lingkungan dan tentunya, menghargai perbedaan itu sendiri. Kemampuan bahasa asing kita pun ikut terasah. Bisa nambah poin kamu tuh di era globalisasi ini.

Go Global bersama Go Global Indonesia 

 

Saat ini menimba pengalaman di luar negeri bukan hal yang sulit. Ada banyak program yang bisa diikuti, mulai dari magang kerja hingga volunteer. Salah satu badan yang menyediakan program tersebut adalah Go Global Indonesia, sebuah organisasi non pemerintah dan non profit salah satu bagian dari Bina Antarbudaya.

Semacam pernah dengar Bina Antarbudaya? Iyes.. ini adalah organisasi yang sudah puluhan tahun mengurus American Field Service (AFS), sebuah program pertukaran pelajar yang diikuti ratusan negara di dunia. Kamu kenal dengan mba Najwa Shihab, pak Anies Baswedan dan pak  Taufiq Ismail ? Mereka ini adalah tiga diantara 500.000 alumni AFS yang sudah sukses dibidangnya. 

Go Global Indonesia sendiri adalah sebuah program yang memungkinkan kamu untuk magang di perusahaan-perusahaan terpercaya di dunia dalam berbagai bidang. Selain itu Go Global juga menyediakan program volunteer dimana kamu bisa ikut terlibat dalam berbagai kegiatan yang bisa merubah hidup kamu dan orang-orang yang kamu bantu.

Begitu selesai magang atau volunteer kamu tidak dilepas begitu saja. Kamu akan difasilitasi dengan program mentoring dan couching sebelum, saat program dan setelahnya.Tentunya ini akan banyak membantu untuk pengembangan karir kamu kedepannya. Ih, asik banget! Jadi pengen magang lagi.. #eh

Untuk info lebih lanjut tentang program-program Go Global Indonesia di akun sosmed Twitter : GoGlobalINA  atau cek official webstite Go Global Indonesia

Pic from : Go Global Indonesia


Makin banyak pengalaman, makin terbuka wawasan, kamu makin berkualitas, rendah hati sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan, Entah nantinya setelah kuliah mau buka usaha sendiri atau bekerja di perusahaan, memperkaya diri lewat pengalaman magang kerja atau volunteer di luar negeri bisa dijadikan pilihan. 

Menurut kamu bagaimana? Share di kolom komentar ya…

Blogwalking dan Balas Berkunjung



Berhubung semalam drama Moonlight Drawn by The Clouds berakhir bahagia dan ntar siang akan diadakan event fansign di Gwanghwamun, dimana saya gak mungkin hadir, jadi saya ngeposting ini aja :  

BLOGWALKING DAN BALAS BERKUNJUNG

 

Pic from pexels.com

Dulu jaman masih fakir komen di blog ( eh sekarang masih sih!) seorang teman blogger kondang pernah ngasih tips "Rajin rajin blogwalking ntar mereka bakal balas berkunjung ke blog kamu."

I did it .. and until now it works! 

Nah, gimana kalau yang disamperin gak nyamperin balik? Jangan baper dulu lah. Ada beberapa sebab kemungkinan, mari kita analisa bersama (Halah bahasanya!) :

1. Blog yang Kamu Samperin adalah Blog yang NgeHits Abis  

 

Kalau blognya itu milik blogger kondang yang komennya bisa sampe puluhan bahkan ratusan (tanpa mereka ikutan balas komen) ya wajar. Mungkin mereka siwer. Gak sempat juga kali balas berkunjung karena waktu mereka dipake buat nulis postingan berikutnya.  Atau apalah yang lebih produktif dibanding samperin blog yang sudah komen satu-satu. Ya kale.. gitu. Jadi harap maklum. Jangan baper! Mending kamu blogwalking ke blog aku aja. Hahaha...

2. Belum Tahu Hikmah dan Manfaat Blogwalking 

 


'Tapi aku blogwalking ke blogger yang blognya sepi komen, kok.. Tetap aja gak di BW." 

Lihat sisi lainnya, mungkin beliau belum tahu apa arti blogwalking. Bahwa blogwalking itu menyambung silaturahmi, dll dkk dsb. Beberapa ada yang ngelikes doang di Facebook atau ngelove di Twitter dan gak mampir-mampir. Ada loh yang kayak gini. Jadi mereka kurang menyadari bahwa meninggalkan jejak berupa komen itu juga adalah salah satu bagian dari 'tatakrama perbloggingan di Indonesia'. 

Semacam bertetangga di dunia nyata lah. Tetangga kamu datang bawa penganan, ya masak pas balikin wadahnya gak masukin seloyang dua loyang Brownies di dalamnya. Meski mungkin gak sempat lama ngobrol di teras rumah at least tetap saling say hi sambil dadah-dadah sebelum berangkat ke kantor kan? 

3. Menganut Faham ' Published dan Lupakan' 

 

Kategori berikutnya biasa dianut oleh blogger yang mungkin (lagi-lagi) sibuk dengan kegiatan yang lain. Jadi begitu dipublished sudah gak ditengok-tengok lagi. Yang penting tuntas sudah curhat ini dipublished agar seluruh dunia tahu kalau Park Bo Gum itu ganteng.. (misalnyaaa...).

Saya juga terkadang menganut faham ini. Jadi tolong kalau ada yang belum di BW balik, colek saya lah di twitterland atau Instagram. Eh, sudah follow belum nih? Nyolek gak follow itu gak afdol loh.. Hahahaha *modus nambah follower* 



 4. Bingung Mau Nyamperin Blog Kamu yang Mana 

 

Ini khususnya buat kamu yang sering komen pake akun google. Biasanya meski sudah disediakan opsi tersebut, ada aja yang memilih memakai akun google nya. Yah mending kalau dari akun tersebut blognya cuma 1, kalau ada 5? 

Pic courtesy of pexels.com

Bisa jadi blogger tersebut sudah pernah BW kembali ke blog kamu tapi... blog yang satunya lagi atau yang satunya lagi. Coba dicek lagi deh. Oiya lain kali boleh loh isi di opsi 'name/url' aja. Biar blogger yang kamu BW in itu gampang nyamperin balik hanya dengan satu klik aja. Simple kan?   

5. Sudah Balas Berkunjung Tapi Gak Komen Karena Komen di Blog Kamu Ribet Banget! 

 

Saya sering mengalami kejadian kek gini. Pengen komen tapi kok 'tingkat keamanan'nya berlapis-lapis. Sudah harus centang 'I'm not a Robot' masih harus ceklak ceklik gambar 'etalase toko' lah.. 'marka jalan' lah, ngitung 2 + nine lah. Hihihihi... Saya merasa ikut test psikotest loh. Jika ini terjadi, saya biasanya nitip komentar di FB saja. So at least they know, I was there but i can't comment.

Memang ada baiknya mengaktifkan verifikasi komentar, apalagi jika kita memilih settingan 'anyone' can comment di blog. Saya pribadi lebih memilih untuk memoderisasi komentar. Selain saya jadi tahu siapa aja yang komen di postingan apa, saya bisa lebih gampang blogwalking kembali. 


Pic courtesy of pexels.com

Nah, itulah hasil analisa ecek-ecek saya. Apapun jangan sampai berpikir bahwa mereka egois dan sombong samapi tercetus dalam hati,"Tulisan gak bagus-bagus amat, trafik rendah, eh disamperin malah sombong banget." Jadikan pelajaran buat kita aja. Sekondang apapun dirimu apalagi baru pemula (kek akyuuuu..), kalau ada yang komen sebaiknya disamperin balik. 

Ya toh? 

Atau perasaan saya aja nih? Hehehe.. Menurut kamu gimana?

Mencicipi Kuliner Khas Semarang

Kota Lumpia, itulah salah satu julukan yang diberikan kepada Kota Semarang. Lumpia, adalah makanan dari kulit lumpia yang diisi dengan berbagai macam jenis sayuran dan daging, kemudian digoreng. Di Semarang, Lumpia memiliki isian ayam, udang, dan rebung atau bambu muda. Tak hanya Lumpia yang menjadi kuliner khas Semarang, di sekitar Dafam Hotel Semarang juga terdapat aneka jenis kuliner yang harus Kamu coba. 

Pic : Hotel Dafam Semarang by Traveloka
Promo Hotel murah di Semarang juga mudah didapatkan. Kamu tinggal memilih hotel yang letaknya strategis dengan tempat wisata kuliner. Jangan sampai melewatkan kesempatan mencicipi kuliner khas Semarang, karena belum tentu Kamu dapatkan di kota-kota lain. 

Mencicipi Kuliner Khas Semarang


Berikut ini adalah referensi wisata kuliner khas Semarang: 

Sate House Sriwijaya

Mau berpesta aneka jenis sate? Cobalah untuk datang ke Sate House Sriwiyaya di Jalan Imam Bonjol Nomor 184. Ada banyak varian sate, mulai dari sate ayam, udang, sapi, kambing, bahkan sate vegetarian. Rumah sate yang satu ini bukanlah warung tenda di pinggir jalan, melainkan restoran yang nyaman dan luas sehingga bisa untuk kumpul keluarga besar, bahkan pesta pernikahan. 


Rasa bumbu satenya berbeda dengan yang lain, karena Sate House memiliki resep tersendiri. Bisa dikatakan, ini adalah sate khas Semarang. Di dalam restorannya, terdapat dua ruangan, ruangan untuk perokok dan non perokok. Jadi jangan khawatir bila Kamu makan dan tidak suka dengan orang yang merokok, mereka dipisahkan ke ruangan tersendiri. Harga yang ditawarkan juga masih cukup terjangkau, tak berbeda jauh dengan sate pinggir jalan. 

Bagi Kamu yang vegetarian, Kamu tetap bisa mencicipi sate di sini, karena satenya dibuat dari sayuran yang dicitarasakan menyerupai daging. Tersedia alat musik yang bisa digunakan oleh pengunjung secara gratis. Bila membawa anak-anak, mereka bisa diajak ke kolam renang di belakang restoran yang juga bisa dipakai secara gratis. 

Kedai Beringin

Banyak kuliner Semarang yang merupakan adaptasi dari masakan China, salah satunya Lumpia. Tak heran, warga keturunan Tiongkok memang menjadi salah satu penyumbang kebudayaan di Semarang. Di kota ini ada kawasan Pecinan yang banyak diisi oleh penduduk keturunan Tiongkok. Di Kedai Beringin ini, Kamu bisa mencicipi Lumpia dan aneka masakan China lainnya. 



Menu andalannya selain Lumpia, yaitu Nasi Hainan Panggang, Bubur Ayam, Bebek Panggang, Sup Asparagus, Bubur Phitan, Mie, Bihun, Kwetiau, dan lain-lain. Banyak sekali pilihan menunya dan harganya pun cukup terjangkau. Beralamat di Jalan Imam Bonjol Nomor 114A, Kedai Beringin lokasinya sangat dekat dengan Stasiun Besar Poncol. 


Nasi Pecel Mbok Sador

Nasi Pecel adalah kuliner yang mudah ditemui di Semarang, dari pedagang pinggir jalan, pedagang yang berjualan dari rumah ke rumah, sampai Restoran Nasi Pecel yang memberikan kenyamanan bersantap. Nasi Pecel Mbok Sador ini salah satu warung nasi pecel yang menggunakan tenda di kawasan Simpang Lima, Semarang. 

Menu Nasi Pecel berupa Nasi dengan aneka jenis sayuran yang kemudian disiram oleh bumbu kacang. Bumbu kacangnya terasa agak pedas. Bila menginginkan, bisa menambah Nasi Pecel dengan sate telur puyuh, sate keong, martabak, perkedel, aneka jeroan, kerupuk, tahu, dan lain-lain. Harganya sangat terjangkau dan bisa makan sepuasnya tanpa takut kantong bolong. 


Tahu Gimbal Lumayan Pak Man

Tahu Gimbal adalah kuliner khas Semarang yang tidak ada di daerah lain. Tahu Gimbal adalah perpaduan tahu, bakwan udang, kubis, yang diguyur dengan sambal kacang. Di Warung Tahu Gimbal Lumayan ini, Kamu akan mencicipi Tahu Gimbal yang rasanya lebih dari lumayan. Harganya mungkin lebih mahal dari yang lain, tapi porsinya besar.  

Warung ini ada di Jalan Plampitan Nomor 54 dan mulai buka jam 11 siang. Jadi jangan datang pagi-pagi ya, karena menu Tahu Gimbal ini disajikan menjelang makan siang. Di dalam hidangan tahunya, ada udang yang cukup besar. Udangnya tidak hanya satu dan rasanya enak sekali. Warung Tahu Gimbal yang satu ini laris manis, dan tidak akan buka sampai malam karena sudah habis.  Warung ini termasuk warung favorit di Semarang Tengah.
 

 Nah sekarang jadi tahu kan mau nyicip apa kalau mampir ke Semarang. Ada yang sudah pernah kamu coba atau yang pengen kamu cicipin? Share di kolom komentar ya gaes..