Review Drama Korea Reply 1988, Potret Indahnya Bertetangga, Persahabatan dan Masa Remaja yang Indah

Siapa di sini yang sudah nonton drama Korea : Reply 1988? Sudah nonton atau pun belum sempat, yuk merapat. Saya pengen curhat  membahas drama bagian 'Reply Series' yang sukses membuat penasaran dan mengaduk-aduk perasaan seperti  Reply 1997 dan Reply 1994. Kali ini Reply 1988 gak kalah bikin air mata bercucuran hingga tertawa ngikik tengah malam.

So this is my review of Reply 1988. Don't worry,  I  promise no spoiler. So please continue reading.


The Story 


Mari kita kembali ke tahun 1988, teman-teman. Tahun dimana Seoul - Korea Selatan menjadi tuan rumah Olimpiade, hairspray dan mouse wajib digunakan di rambut, celana jeans baggy dan dengerin lagu masih pake walkman.  Pemuda pemuda pengen jadi Tom Cruise dan cewek-cewek ngefans berat dengan New Kids On The Block. Seluruh keluarga masih nonton televisi bareng di ruang keluarga. Boro boro ada internet, telepon rumah aja sudah syukur. Curhat saja masih pake buku catatan kok, bukannya di upload ke blog. 

Dengan segala 'keterbatasan' yang mungkin bikin gerah orang jaman sekarang, lima keluarga di lorong Ssangmun-dong, Dobong District, utara kota Seoul menjalani hari-hari mereka. Memang sedikit berbeda dengan dua series Reply sebelumnya, Reply 1988 lebih fokus pada kisah keluarga. Sebenarnya Reply 1988 terinspirasi dari sebuah drama lawas tahun 1986 yang sempat tayang bertahun-tahun di  MBC berjudul Three Families Under One Roof. Dari konsep inilah Reply 1988 dimulai dengan kehebohan persiapan olimpiade Seoul 1988 membuka kisah dari beberapa keluarga dengan latar belakang dan kepribadian yang berbeda ini. Melalui anak-anak dari kelima keluarga itu cerita Reply 1988 mengalir, mengikat satu demi satu sisi dari lima keluarga ini  lengkap dengan kisah percintaan dan mistery husband khas Reply Series yang bikin greregetan.

The Cast  


Sung Deok Seon 


Anak kedua dari tiga bersaudara keluarga Sung yang punya banyak hutang. Deok Seong mempunyai seorang kakak perempuan yang sangat galak dan seorang adik lelaki yang tampangnya lebih tua dari usianya. Sebagai anak tengah Deok Seon sering merasa 'terlupakan' oleh ayah dan ibunya. Meski bukan siswa yang pintar seperti kakaknya, Deok Seon adalah anak yang baik dan gampang bergaul. Berhubung teman sepergaulannya lebih banyak lelaki, Deok Seon menjadi sedikit tomboi. Dia baru mengenal make up ketika terpilih sebagai salah satu pembawa papan nama kontingen di Olimpiade 1988. Di saat itu pula dia mulai naksir pada salah satu teman sepergaulannya di Ssangmun-dong.


Sung Deok Seong diperankan oleh Hyeri, member girlband Girls' Day. Sebagai idol, Hyeri awalnya dipandang sebelah mata bahkan banyak yang menghujat terpilihnya dia sebagai pemeran utama di Reply 1988. Hyeri dianggap tidak tahu berakting dan akan menghancurkan reputasi Reply series. Banyak yang berkomentar tidak akan menonton Reply 1988 jika Hyeri terpilih sebagai pemeran utama. Nyatanya Hyeri berhasil memperlihatkan pilihan team Reply padanya tidak salah.

Menurut saya dan banyak penonton Reply 1988 lainnya setuju, Hyeri bisa membawa karakter Sung Deok Seon menjadi hidup. Hyeri juga tidak takut terlihat jelek atau jaga image karena dia idol. Dia bisa ngedance gila-gilaan, emosi Deok Seon saat senang dan sedih bisa diperlihatkannya dengan baik. Gak kalah dengan Jung Eunji atau Go Ara di Reply 1997 dan Reply 1994.

Kim Jung Hwan 


Maknae dari keluarga Kim yang cukup unik ini suka menggerutu, sarkastik dan sering menjadikan Deok Seon sebagai bulan-bulanan kata-kata sadisnya. Gak ada kesempatan dimana mereka gak beradu mulut sampai pukul-pukulan dan dorong-dorongan. Dilihat dari kelakuannya pada Deok Seon, gak nyangka aja kalau anak ini cerdas, siswa renking satu dan jago maen sepakbola. Sayangnya dia kurang ekspresif, terlalu banyak pertimbangan dan kurang peka pada perasaan orang lain. Nyokapnya aja nyerah duluan melihat anaknya yang sangat tertutup dan jarang curhat ini. Padahal sebenarnya anak ini baik, gak pelit dan setia kawan walaupun sering berlebihan minta uang saku, hihihi.. 


Kim Jung Hwan diperankan oleh Ryu Jun Yeol, aktor yang memulai karirnya di film-film indie dan teater. Sebelum di casting untuk peran Kim Jung Hwan, Ryu Jun Yeol sudah bermain di film Socialphobia bersama Byun Yo Han ( Han Seok Yool - Misaeng) dan Glory Day dengan Suho EXO dan Ji Soo. Jun Yeol juga sempat menjadi cameo di drama The Producer sebagai teman seangkatan Kim Soo Hyun sebagai PD baru. Gak pada nyadar kan? Samaaaaaa.. aku pun, kakak. Hahaha..

Choi Taek


Tipikal cowok tenang, pendiam yang tidak suka keramaian. Choi Taek anak satu-satunya yang tinggal berdua dengan ayahnya sejak ibunya meninggal saat ia masih kecil. Taek adalah pemain baduk yang sudah meraih gelar grand slam master di usia muda. Demi mengejar passionnya bermain baduk, dia rela tidak meneruskan sekolah.

Di mata orang lain, Taek adalah anak muda jenius dengan IQ tinggi yang membuat orang terkagum-kagum sampai ada fans clubnya segala. Di mata teman-teman kecilnya di Ssamun-dong, Taek tidak lebih dari orang yang tidak bisa membuka tutup yogurt atau menyumpit kimchi. Tapi, semua sayang Taek bahkan memperlakukannya seperti harta karun nasional. Soalnya anaknya baik, sopan dan mau aja diminta mentraktir apa aja. Taeki yaaa.. traktir saya juga, dong! 


Choi Taek diperankan oleh Park Bo Gum. Saya gak begitu memperhatikan Bo Gum sebelum dia main di Reply 1988, padahal anak ini tiap Jumat wara-wari di KBS jadi MC Music Bank bareng Irene Red Velvet. Bo Gum juga sempat maen di drama-drama yang saya lewatkan begitu saja seperti Hello Monster dan Neil Cantabile. Dia juga sempat jadi cameo di The Producers dan beberapa drama lain tapi gak begitu menarik perhatian saya. Sejak dia main di Reply 1988, akhirnya malah kepikiran pengen nonton drama-dramanya. Hahahaha.. iyaaaah saya emang anaknya gitu.

Sunwoo


Diantara mereka berlima, Sunwoo adalah anak yang paling 'normal'. Tipikal anak baik, pintar, ketua OSIS, favorit guru, sayang ibu dan adik gitu lah. Sejak ayahnya meninggal dunia, Sunwoo memposisikan dirinya sebagai pelindung bagi ibu dan adik kecilnya Jinjoo (ini anak sumpeh lucunya sebelas dua belas dengan Song Manse). Dia berusaha selalu menjaga perasaan ibunya agar tidak sedih. Masakan ibunya yang gak enak pun dihabisin sehabis-habisnya. Dia juga gak mau ngerepotin ibunya minta ini itu. Selain itu Sunwoo juga sayang sekali pada mendiang bapaknya. Husband material banget kan? 


Sunwoo diperankan oleh Go Kyung Po yang sebelumnya sudah bermain di drama Flower Boy Next Door, Neil's Cantabile, Warm and Cozy dan beberapa drama lainnya. 

Dong Ryong 


Anak bungsu dari kepala sekolah SMU Ssangmudong yang kocak habis. Diantara mereka berlima, Dong Ryong ini adalah tim hura-hura yang paling gaul. Senang ngedance, bisa nyanyi, suka nonton konser dan hobi ngajakin teman-teman cowoknya nonton film bokep. Tampangnya mungkin kurang bisa dipercaya, tapi Dong Ryong cukup bijaksana dan selalu siap memberi saran-saran terbaik saat sahabat-sahabatnya curhat. 


Ryu Dong Ryong diperankan oleh Lee Dong Hwi lebih dikenal di dunia layar lebar. Saya sendiri ngeh pada penampilan Lee Dong Hwi di film Beauty Inside padahal sebelumnya dia sempat main di film Fashion King bersama Joo Won, Veteran dan The Sound of a Flower dengan Suzy. Sebelum main di Reply 1988, Lee Dong Hwi juga bermain di drama Gunman in Joseon dan  Divorce Lawyer in Love.

Selain kelima Kids On The Block ini, keluarga mereka juga kebagian porsi cerita. Tentang mereka nanti dibahas di bagian berikutnya yah.. :D 



The Controversy 


Serial Reply memang selalu menimbulkan kontroversi diantara penonton, apalagi kalau bukan gara-gara tebak-tebakan mistery husband. Dulu ketika nonton Reply 1997 writernim bikin gregetan antara YoonJae atau Taewoong, Reply 1994 Trash Oppa atau Chilbong  Nah sekarang di Reply 1988 saya merasa sudah cukup pengalaman di PHPin Lee Woo Jung, penulis skenarionya. Eh ternyata masih di episode ke 6 sudah ketipu aja. Rese nih writer nim makin jago aja.  Saking jagonya, ending Reply 1988 banyak menuai kritikan ketidak puasan dari penonton. 

"Kenapa sama si *************** ? Kenapa bukan sama **************** ? Bukannya kelakuan suaminya lebih mirip kelakuan si *************** daripada si **************** ? Waaaeeeee??

Yah kira-kira seperti itulah kritikan dan komentar pemirsa. Katanya sih karena sudah banyak spoiler yang bertebaran di forum-forum jadi skenario kedua yang dipake. Seperti juga di Reply 1994, writernim disebut membuat dua rencana skenario. Satu untuk happy ending Trash oppa dan satunya lagi untuk uri Chilbongi. Reply 1988 juga seperti itu. Saking serunya para fans membela teamnya masing-masing antara team Choi Taek vs Junghwan, thread Reply 1988 di forum Soompi ditutup karena sudah 'keras'nya perselisihan. WAEN YEOL!! *bunyi kambing*


Selain surprise di ending, ada surprise cameo juga loh. Di Reply 1994 sempat overlapping dengan pemain Repy 1997, nah di Reply 1988 coba tebak ceritanya bakal overlapping dengan Reply series yang mana?  

Conclusion


Diantara tiga drama di Reply series, saya paling suka Reply 1988. Jika Reply 1997 dan Reply 1994 berfokus pada tema cinta, Reply 1988 seperti drama percintaan sepaket dengan drama keluarga dan perjuangan mereka. Orang tua dari masing-masing dari lima teman ini bener-bener pencuri-adegan a.k.a scene-stealers. Penonton di 40-an dan 50-an diwakili oleh Seong Dong-il (bapaknya Duk Seong) dan keputusannya untuk pensiun dini; Ibu Seon-woo dan ayah Taek, sebagai orang tua tunggal; dan ibu Jung-hwan La Mi-ran, karakter ibu-ibu bawel yang mengalami menopause dini.

Hubungan cinta-benci persaudaraan digambarkan pada dua saudara Deok-seon dan Bo-ra. Mereka selalu berantem sepanjang waktu tapi ternyata satu sama lain saling memperhatikan. Hubungan kakak adik yang akur dan saling menyayangi ditunjukkan pada Kim bersaudara, Junghwan dan Jungbong. Not to forget, the cutest siblings : Sunwoo dan adik kecilnya Jin Joo.



Pendek kata Reply 1988 punya keseluruhan paket. Unsur emosionalnya ada, komedinya pun dapat. Tambah lagi bisa dapat penjelasan tentang urusan ekonomi dan sosial, lagu, film dan trend yang terjadi di akhir 1988. Meski mungkin belum lahir di tahun 1988, penonton masih bisa related dengan ceritanya. Menonton drama ini 'mengingat'kan penonton pada keluarga, teman masa kecil bahkan para tetangga.  

Sekali lagi tvN membuktikan drama Korea yang sukses tidak perlu cerita tentang amnesia atau kisah Cinderella dan aktor-aktor top. Ending mungkin kontroversial, tapi Reply 1988 sekali lagi berhasil membuktikan bahwa kekhawatiran orang-orang selama ini tentang cerita keluarga di slot prime time itu jeblok, tidak beralasan. Rating 18,8% untuk ukuran TV cable berbayar itu sudah sangat tinggi, loh. Tiga stasiun televisi utama Korea seperti KBS, SBS dan MBC harus hati-hati nih.

So, menurut kalian berikutnya akan ada Reply ke tahun apa lagi nih? Sempat dengar joke yang bilang ada rencana bakal dibuat Reply 1974. Entah bener atau enggak, kita tunggu aja. Siapa tahu malah Reply ke jaman Joseon. Bisa jadi kan?

*mbbbeeeeekkkkk................* 

Kerja, Ngopi dan Gaul di Peeple Coffee Working Space Makassar

Kadang-kadang kalau lagi bosen di kantor, saya biasanya nyari tempat nongkrong di mana saya bisa ngopi-ngopi cantik sekaligus tetap terhubung dengan kerjaan. Belakangan makin marak tempat nongkrong baru di Makassar yang bisa dikunjungi dengan konsep mereka masing-masing. Salah satunya adalah working cafe.

Konsep ini sebenarnya berawal dari gaya hidup digital nomad. Itu loh,  individu yang memanfaatkan teknologi untuk bekerja jarak jauh dan menjalani gaya hidup mandiri dan nomaden. Ketika mereka membutuhkan tempat yang cukup nyaman, bisa makan dan minum dan tentu saja terkoneksi internet, dimana lagi mereka berlabuh kalau bukan di kafe ? Nah, konsep working cafe ini pun akhirnya sampai di Makassar dan diterapkan oleh Peeple Coffee Working Space.


Peeple Coffee Working Space

Lokasi : Jalan Singa, perempatan Tupai 

Peeple Coffee Working Space mengusung konsep coffee shop tempat para freelancer (atau yang bosan dengan suasana kantornya) bekerja sambil ngopi-ngopi. Working spacenya sendiri cukup nyaman, ber AC dan dilengkapi white board. Tersedia 4 baris meja ala meja kerja tanpa kubikel lengkap dengan lampu meja dan colokan di setiap meja. Di sisi lain terdapat ruang yang bisa dipake untuk meeting yang bisa menampung sekitar 8-10 orang. Jika berminat 'ngantor' di sini, cukup pesan makanan/minuman minimal 80rb/orang.

Selain untuk kerja, Peeple Coffee Working Space ini sebenarnya cocok juga untuk yang pengen nongkrong aja sambil ngopi-ngopi. Tersedia ruangan outdoor dan indoor. Sayangnya ruangan indoor yang berAC ini untuk para perokok atau yang gak keberatan dengan asap rokok. Non smoker seperti saya  dipersilahkan memilih tempat di outdoor space. Pffiuh.. *lap keringat*

#FromWhereISit

Food & Beverage 

Sesuai dengan namanya Peeple Coffee and Working Space ini memang menonjolkan minuman kopi. Pencinta kopi dimanjakan dengan kopi-kopi Indonesia dari kopi Aceh Gayo, kopi Kintamani, kopi Jawa hingga kopi Toraja. Baristanya menyediakan kopi pilihan dengan dua cara  (Aeropress dan Syphon) yang dapat dipilih sesuai keinginan. Jika suka, bisa beli kopi giling juga loh di sini.


Untuk yang tidak terlalu suka kopi hitam, tenang.. ada minuman lain yang tidak kalah nyessnya, kok.



Selain minuman, Peeple Coffee and Working Space menyediakan makanan berat juga. Tersedia Soto Betawi, Mie Jawa, Ikan Dori Goreng dan Nasi Goreng.




Mau  ngemil-ngemil cantik sambil ngopi juga bisa. Andalannya itu  Sandwich, Toast Bread dengan pilihan isian  seperti Kaya, Mentega, Keju hingga isi Daging dan Bayam.


Price 

Harga makanan dan minuman berkisar antara 20 - 40 ribuan rupiah. Relatif terjangkau.

Likes & Dislike 

Saya suka sandwich dan kopi racikan baristanya. Pas! Peeple Coffee Working Space juga hanya menyediakan kopi lokal, which is itu penting untuk meningkatkan kecintaan pecinta kopi Indonesia pada kopi negeri sendiri.  Soto Betawi juga lumayan, walaupun amat sangat bersantan menurut saya. Tapi masih mendinganlah rasanya dibanding Nasi Goreng yang bagi saya kurang begitu pas di hati eh, di lidah. 

Untuk interior dan eksteriornya cukup menarik. Sesuai dengan konsepnya sebagai working space, Peeple Coffee Working Space ini menyediakan wifi dan colokan di setiap meja. Cuma.. yang bikin saya kecewa adalah ruangan ber-AC (non working space) hanya untuk perokok.  Mungkin para perokok dipersilahkan merokok tapi harus menelan asapnya sekalian. Mungkin yaah... mungkin. 

Tapi suer, rasanya gak adil banget buat para pencinta kopi yang tidak merokok seperti saya. Gimana coba saya gak banding-bandingin dengan cabang coffee shop international yang mempersilahkan para smokers ngopi di luar atau membuatkan ruangan khusus untuk smokers. Tapi ya sudahlah, ntar saya dibilang pro coffee shop luar negeri  pula ( lirik grup sebelah)

Terakhir kali ke sana, saya datang pukul 10 pagi dengan harapan para smokers belum pada datang. Ternyata ruangan berAC sudah ditongkrongin perokok pula. Ya sudahlah saya melipir ke working space. Sayangnya, meski ruangannya nyaman banget saya tidak bisa berkonsentrasi menulis karena segerombolan mbak-mbak bagian keuangan yang memperdebatkan kredit balance. Wifinya pun gak kunjung berkenalan dengan perangkat laptop saya. Akhirnya saya kembali ke area outdoor dan menyalakan modem wifi milik saya sendiri.

Conclusion

Masalah wifi mungkin temporary, siapa tahu memang ISP nya sedang gak oke aja. Waitersnya juga ramah dan helpful banget. Makanan dan minumannya overall tidak terlalu mengecewakan. Sebagai tempat kerja, ngopi, gaul bahkan arisan, Peeple Coffe Working Space ini bisa dilirik. Hanya saja semoga peraturan ruangan ber AC untuk perokok bisa diubah agar pencinta kopi yang bukan perokok seperti saya bisa nyaman ber AC pula. Jadi next time saya gak harus ngopi di coffee shop international hanya untuk merasa dihargai sebagai a non smoker coffee lover.  

Design Your Own Tshirt With Utees.me

Selain menulis dan siaran radio, saya dari dulu sebenarnya pengen banget berwirausaha alias jualan. Saya pernah jualan Brownies buatan sendiri, tapi gak diterusin lagi karena dulu merasa repot urusan deliverynya. Saya juga sempat jualan foto boyband, percaya gak? Huahaahaha.. Saya juga awalnya gak percaya. Sebenarnya ini iseng aja, cuma gara-gara saya suka ama boyband yang sedang digilai banyak cewe-cewe itu. Dan ternyata laku! Setelah dipikir-pikir, kenapa gak dikembangkan aja menjadi jualan tshirt sekalian. 

Siapa sih yang gak suka pake tshirt? Mau muda atau tua, masih balita hingga kakek-nenek pun, tshirt dipake berbagai macam kalangan dan menjadi must-have item di lemari tanpa kita sadari. Ya karena pake Tshirt itu emang nyaman banget. Harganya gak mahal-mahal amat, gampang disesuaikan dengan bawahan apa saja dan bisa menjadi statement diri. Dari yang kocak sampai romantis, bahkan yang serius pun ada. Karenanya meski tshirt terlihat ringan tapi bisa sangat powerful untuk menggerakkan perasaan, pemahaman bahkan bisa menjadi kebanggaan bagi orang yang memakainya.



Dari situlah waktu itu saya memutuskan untuk membuat sebuah project custom tshirt. Ide ini bermula karena suka pake tshirt dan musik Kpop. Saya perhatikan para artis Kpop selalu pengen pake tshirt dengan statement yang 'asal' tapi kelihatan keren. Kenapa gak buat aja sekalian dengan versi statement dari sisi fans? Ketika ide itu saya ceritakan kepada seorang teman yang jago design, dia tertarik banget pengen ikutan juga. Jadilah kami berdua sibuk nyari vendor tshirt dan print tshirt di Makassar. 

Saya masih ingat banget, kami berdua berpanas-panas naik motor menyambangi satu demi satu usaha sablon tshirt di Makassar. Gak ada satupun yang memenuhi persyaratan kualitas kami. Ada yang menyediakan jenis tshirt yang kami inginkan tapi tipe sablonannya tidak sesuai yang kami harapkan. Ada juga yang sudah canggih mesin printnya, eh.. masa kami harus pesan tshirt polos sendiri. Ah, ribet lah! 

Akhirnya dengan berat hati, impian untuk membuat project custom tshirt kami kubur. Design-design tshirt saya serahkan kembali pada teman. Saya pun kemudian lupa pada hal itu hingga kemudian di media sosial muncul advertising tentang Utees.me. 

Infografis by Vita Masli 
Jadi ternyata, lewat website Utees.me kita bisa membuat custom tshirt sesuai dengan maunya kita. Mau langsung design tshirt online di website atau upload design yang sudah kita buat sebelumnya, keduanya boleh aja. Setelah merasa sudah oke, kita bisa print tshirt lalu dikirim ke alamat yang kita inginkan. Sesederhana itu.

Design Your Own Tshirt With Utees.me

Ah.. tahu gitu ada platform untuk buat design tshirt online seperti Utees.me ini, gak usah cape-cape berpanas-panas keliling kota hanya untuk nyari vendor yang bisa membuat print tshirt. Tapi biar gak nyesel-nyesel amat, setelah punya akun Utees.me saya coba-coba ngedesign sendiri sebuah custom tshirt. Caranya simple banget, seperti ini : 





Prime Quality Tshirt

Selain cara membuat custom tshirt yang mudah, Utees.me juga sangat concern pada kualitas bahan tshirt yang akan kita pake. Tshirt yang nyaman dipake itu penting, yes? Utees.me menyediakan tshirt dengan bahan yang berkualitas baik dan tahan lama untuk melengkapi design kita. Ukuran tshirt tersedia dari XS sampe XXXL yang bisa dicek section View Tshirt Style dibagian bawah. Sayangnya, meski menyediakan banyak warna tapi tidak menyediakan lengan panjang. Untuk yang jilbaban itu penting loh, Utees.me honey... Jangan lupa tambahin kaos raglan juga ya ke depannya. *wink* #ngerayu

Price 

Harga? Saya pikir cukup reasonable yah alias cukup terjangkau. Harga per tshirt  Rp. 144.000 untuk 1 sisi print tshirt dan Rp 188.000 untuk 2 sisi. Order 12 tshirt dengan design yang sama dapat spesial diskon. Yay! 

Free Shipping All Over Indonesia 

Ini dia yang kadang jadi masalah saya setiap berbelanja online : ONGKIR a.k.a ongkos kirim yang lumayan mahal. Maklum, saya tinggal di Makassar sementara rata-rata shopping online atau e-commerce itu basednya di Jakarta. Ongkir rata-rata 28rb - 36rb. Lumayan banget kan? Alhamdulillah ya, member bisa dapat bebas ongkir ke seluruh Indonesia meski hanya memesan 1 tshirt saja. Haduhh.. pengen meluk laptop rasanya. 

Get Reward And Create Your Own Brand  

Sudah bisa design tshirt sendiri, eh ternyata custom tshirt yang kita buat bisa dishare untuk digunakan oleh peminat lain. Tentunya gak gratisan. Kita dapat reward sebesar $1.11 untuk setiap design tshirt kita yang dipesan orang. Whoaa.. bisa dibisnisin dong, seperti impian saya dulu. Asiknya lagi, kita gak usah repot ngurusin pengiriman barang kalau ada yang pesan. Karena pembeli bisa langsung mengisi alamat pengirimannya sendiri dan barang akan dikirim oleh Utees.me ke si alamat. Haduuhh.. kenapa sih  terlambat bertemu dengan Utees.me. Hiks.

Daripada nyesel, ya sudah saya  coba-coba ngedesign sendiri sebuah custom tshirt. Ini dia hasilnya. Tadaaaaa.... 


Saya gak jago ngedesign di photoshop. Tapi mumpung di Utees.me sebagai online design creator menyediakan opsi upload design dengan format JPG dan PNG, langsung buat satu lagi. 


Sederhana sih tapi statementnya ngena banget kan? Hehehe.. Yang gak jago design kayak saya tapi pengen buat custom tshirt sendiri, ya sudahlah langsung register akun aja di utees.me. Dipake sendiri boleh, dishare ke seluruh penjuru dunia juga boleh. Lumayan loh rewardnya, pake dollar. So, kalau pengen design your own tshirt sudah tahu kan harus kemana?  Pastinya di Utees.me, online tshirt creator. 

Nah, sekarang sudah tahu caranya kan gimana buat custom tshirt sendiri,kan? Yuk buat custom t-shirt kamu juga! Tapi kalau mo pesan design tshirt punya saya di Utees.me juga boleh banget, kok.., hehehe . Namanya juga mau mulai usaha lagi. Yukk mari... !

Note : Semua infografis dibuat oleh Vita Masli 
           Tulisan ini diikutsertakan pada :


7 Kriteria Penting Memilih Smartphone Oppo R7s

Gak berasa ya sudah seminggu kita lalui di tahun 2016 ini. Selain kalender baru, apa aja nih barang baru yang sudah kamu miliki? Memang bukan menjadi suatu keharusan, tapi seringkali kita menandai awal tahun dengan sesuatu yang baru. Punya smartphone baru, misalnya...  

Ada banyak alasan mengapa seseorang kepikiran untuk memiliki smartphone baru di awal tahun. Kayak saya nih contohnya. Saya bener-bener kepikiran buat memiliki satu lagi smartphone tapi bukan sekedar gaya-gayaan loh ya, tapi lebih ke esensinya sebagai alat komunikasi. Tentu saja supaya semangat menjalani hari-hari di tahun 2016 ini, smartphonenya gak boleh yang asal. Saya punya kriteria tertentu untuk itu. Nah, Ini dia 7 kriteria penting dari smartphone pilihan saya di tahun 2016.



1. Design Cantik dan Stylish 

Haluu... hari gini it's all about being stylish, termasuk juga urusan smartphone yang selalu kita genggam kemana-mana. Smartphone yang kekinian itu harus ramping, kuat meski tidak sengaja terjatuh, kebanting atau keinjek, nyaman digenggam  dan tentu saja harus kelihatan menarik dipandang. Ibaratnya meski perasaan sudah kebanting, hati sudah jatuh berkeping-keping, penampilan kita tetap harus menarik dan bikin nyaman hati orang yang memandang. Cieeee...


2. Processor dan Interface yang Handal

Seperti juga perempuan, apalah arti terlihat cantik tapi lemot dalam berpikir, ya kan? Untuk itu pilih smartphone juga mesti liat dulu processornya. Ibarat otak pada tubuh kita, demikian juga processor pada smartphone. Selain itu interface (antar muka) juga penting. Apakah lebih cepat, lebih bagus atau gampang digunakan? Hal-hal yang mungkin menurut banyak perempuan," Apaan sih? Kita mah tahunya pake aja," bisa jadi ada hal yang sesekali perlu diketahui juga supaya lebih gampang menentukan pilihan. Seperti ini misalnya:


3.  4G LTE dengan Dual Simcard

Esensi dari punya ponsel adalah supaya kita bisa nelpon dan ditelpon dimana saja dan kapan saja. Sudah nonton drama Korea  Reply 1994, gak? Dalam drama itu diperlihatkan kehidupan berkomunikasi jaman tahun 90-an dimana orang harus ngantri di telepon umum buat ngecek pesan yang didapatnya dari pager. Duh,  rasanya berat sekali hidup ini ya kalo seperti itu. 

Sekarang memang orang kemana-mana bawa ponsel, tapi kadang-kadang susah dihubungi. Pasalnya orang tuh suka ganti-ganti nomer tergantung paket data mana yang quotanya lebih banyak dan harganya lebih murah, ya kan? Ngaku deh! Saya juga kadang gitu soalnya.. hehehehhe. Kalau cuma pake satu smartohone aja, otomatis gak bakal ada nomer tetap. Orang jadi bingung mau menghubungi ke nomer mana. Makanya penting banget punya smartphone yang dual SIM. Satu slot untuk nomer andalan gak bakal berubah deh. Lebih penting lagi sudah bisa 4G LTE. Ini supaya nonton drama Korea dan YouTube-annya lancar jaaayaaa...


4.  Performa Tangguh, Gak Gampang Lemot 

Belakangan saya kembali suka maen game di smartphone. Saya juga suka karaoke online via sebuah aplikasi bernyanyi. Belum buka Facebook, Twitter, Instagram, baca blog via Pinterest, buka aplikasi berita sambil dengerin musik, nonton video musik di YouTube, balas email, update blog, balas komentar dan macam-macam printilan lainnya. Semuanya butuh memori dan ketangguhan dari sebuah smartphone. Gak cukup lagi RAM 2GB.  Saya butuh smartphone dengan RAM 4GB supaya gak lagging dan gak cepat panas. Biarkan hawa aja yang panas, smartphone mah tetap harus adem. #eh



5. Daya Baterei Lebih Besar dan Flash Charging


Aktif menggunakan smartphone untuk berkomunikasi suara dan data tentunya perlu kapasitas baterei dengan daya yang lebih besar. Malesin banget rasanya kalau baru dipake dua jam sudah langsung ngedrop aja. Maunya sih daya batereinya cukup sampai sehari. Kalaupun misalnya gak bisa sampai selama itu karena sinyal misalnya, paling tidak kalau ngecharge jangan lama-lama deh. Lima menit nge-charge bisa dipake buat dua jam sepertinya keren banget kan yah..


6. Layar Lebar dengan Resolusi Tinggi 

Untuk penggemar Daehan, Minguk, Manse seperti saya, punya smartphone dengan layar lebar dengan resolusi tinggi itu : PENTING............................ banget. Jangan sampai tingkah polah si kembar tiga yang sering saya kepoin via smartphone ini tersamarkan hanya karena layar kurang kinclong atau resolusi yang tidak bisa menunjukkan warna aslinya. Ukuran 5.5' dengan resolusi FHD 1920 x 1080 pixels itu sudah pas banget lah. Sudah bisa puas lihat senyum Daehan, Minguk, Manse plus bonus bapaknya. Hihihi...


7. Kamera dengan Kualitas Gambar Ultra HD 

Selain ngeblog, tahun ini saya berencana untuk terjun bebas ke dunia Vlog alias video blogging. Tentunya untuk membuat sebuah video dengan gambar berkualitas baik, saya perlu kamera dengan kualitas gambar ultra HD. Berhubung saya orangnya gak mau ribet, maunya sih dalam satu smartphone saya bisa memberdayakan semua fiturnya termasuk untuk urusan merekam video dan mengambil gambar. 

Makanya kameranya juga harus punya kemampuan mengambil gambar HD dalam kondisi cahaya remang. Buat yang suka ngambil gambar atau video di konser-konser Kpop, ini berguna banget. Apalagi kalau kamera smartphonenya dilengkapi fitur anti guncangan supaya gambar tetap optimal meski tangan sudah gemetaran atau kesenggol kiri dan kanan, hihii.. Kamera belakangnya paling tidak 13 megapixel  dan syukur-syukur kalau kamera depannya 8 megapixel. Tentu saja yang terakhir ini penting banget buat urusan selfie menyelfie, hihhihi...



Nah, kalau sudah kriterianya sudah seperti yang saya sebutkan diatas, pilihan smartphone di tahun 2016 sepertinya gak jauh-jauh dari Oppo R7s. Iyaaa... secara tiap minggu nonton America's Next Top Model season 22 diracuni sama keseruan para model foto-foto pake Oppo R7s. Eh pas nonton di YouTube, malah terdampar di video ini : 


Gimana saya gak kepikiran, coba? Cuzz langsung cek en ricek fitur lengkapnya, deh!


Kalau sudah gini jadi pengen buru-buru hunting ke outlet smartphone aja nih. Jadi tahun baru boleh dong smartphone baru juga. Nah, kamu punya kriteria penting juga untuk smartphone andalan? Boleh loh share di kolom komentar. Siapa tahu aja jatuh-jatuhnya pilihannya sama, Oppo R7s juga. Yay!

Selamat tahun baru dan selamat ber-smartphone baru juga ya...

Note : 
Pics source from : Oppo official website
Infographics made by : Vita Masli 

3 Aplikasi Proofreading Online untuk Tulisan Berbahasa Inggris

Masih ingat gak di postingan sebelumnya saya menulis  berusaha untuk ngeblog dalam bahasa Inggris? Ternyata menulis dalam bahasa yang bukan bahasa ibu memang tidak mudah. Punya masalah yang sama? Jangan malu. Kita tidak sendiri. Jutaan orang yang sehari-harinya ngomong pake bahasa Inggris pun sering kepentok masalah ini, kok. Blogger kondang luar negeri aja masih hired editor dan proofreader loh sebelum publish postingannya. Apalaah kita ini... :D 

Untungnya ada aplikasi editing online yang bisa membantu menulis dalam bahasa Inggris yang benar. Aplikasi ini bisa menemukan kesalahan, baik dalam hal ejaan hingga kesalahan grammar. Apa saja? Ini dia 3 aplikasi proofreading online untuk tulisan berbahasa Inggris : 


1. After the Deadline

After the Deadline memberi tanda pada kata-kata yang perlu diperbaiki. Aplikasi ini juga memberikan saran ejaan, grammar bahkan gaya penulisan. Cukup paste atau ketik naskah yang ingin dicek pada kolom pengeditan lalu klik 'check writing'. Tulisan kita yang dianggap belum benar akan diberi wana. Klik kata yang berwarna, tertera koreksi yang diberikan beserta penjelasannya. Simple kan? 

aplikasi editing menulis dalam bahasa Inggris
Menurut pengembangnya, aplikasi ini bisa digunakan untuk merekomendasikan 90% kata yang tepat. After the Deadline juga dapat mendeteksi 1500 penggunaan kata yang salah. Aplikasinya bisa didownload sebagai aplikasi offline. Pemakaian gratis bisa memilih menu demonstrasi. Untuk postingan blog , aplikasi After the Deadline ini salah satu yang paling simple. Tapi jika ingin menulis sesuatu yang lebih kompleks, aplikasi  berikut bisa membantu. 

2. Hemingway Editor

Seorang penulis/blogger sering menumpahkan semua kata-kata dalam pikirannya seperti air yang tidak terbendung. Kadang malah tidak terorganisir. Yeah, I admit it. Gak cuma dalam bahasa Inggris, menulis dalam bahasa Indonesia aja saya sering seperti itu, hihihihi..  

Nah, dengan aplikasi Hemingway Editor ini tulisan kita yang terlalu padat akan diberi higlights.  kita bisa menghapus atau membuat kalimat padat itu menjadi kalimat yang lebih sederhana. Caranya juga mudah, cukup paste atau ketik naskah pada kolom editor. Kita juga bisa sekalian menambahkan H1, H2 atau H3 untuk kalimat yang diinginkan. Jadi seperti editor view di blog kita aja kan? 



Hemingway Editor mempunyai fitur menarik yaitu Readability Grade Levels. Fitur ini memperlihatkan pendidikan terendah yang dibutuhkan untuk memahami sebuah tulisan. Penelitian menunjukkan orang Amerika rata-rata membaca pada tingkat kelas sepuluh.  Ini bisa dijadikan target yang baik. Tapi ada satu hal yang perlu diingat. Tulisan grade level yang tinggi bukan berarti lebih baik daripada tulisan grade level lebih rendah. Seringkali  tulisan grade level tinggi berarti tulisan tersebut berpotensi membingungkan dan membosankan pembaca. Bisa jadi karena terlalu banyak jargon. Terlalu nyelimet. 

Oiya, iseng saya mencoba mengecek postingan ini di Hemingway Editor. Ternyata bisa loh, meski berbahasa Indonesia. Fitur pengecekan kata keterangan dan kalimat pasif memang tidak berfungsi. Tapi kita masih bisa ngecek panjang tidaknya sebuah kalimat. Gimana, lebih sederhanakan kalimatnya? 

3. ProWritingAid

Dibandingkan kedua aplikasi proofreading online lainnya, ProWritingAid lebih rinci memberitahu apa yang harus diperbaiki. Diantaranya adalah kata-kata berlebihan, panjang kalimat, gaya penulisan, dan plagiarisme. Kita juga bisa menghindari kata klise dan redudansi dengan aplikasi ini. Pemakaian sticky words (seperti so, what, to, from, the, last, of, 's) pun bisa dikurangi. Termasuk juga mengecek konsistensi penulisan, dan sejenisnya untuk meningkatkan kualitas tulisan. Caranya cukup dengan paste, upload atau mengetik naskah kita dalam kolom editor. Klik Analyze dan akan tertera hal-hal yang perlu diperbaiki. 



Sayangnya meski fiturnya banyak dan sangat berguna, aplikasi ProWaitingAid ini tidak sepenuhnya gratis. Ada beberapa fitur yang hanya bisa digunakan oleh premium user. Fitur tersebut adalah plagiarism, pronoun, thesaurus dan combo check. Tapi sebagai pencinta gratisan tidak perlu terlalu kecewa. Sign up sebagai free user pun sudah cukup untuk memproofreading postingan blog. Kecuali jika berniat menulis novel atau jurnal ilmiah, premium user bisa dipertimbangkan. Sesuai saja dengan kebutuhan ya, gaes! 

Kesimpulan 

Setiap aplikasi pasti punya pro dan kontra, begitu juga dengan 3 aplikasi di atas. Ketiga aplikasi ini hanya bisa digunakan di desktop atau laptop. Sementara ini  aplikasi berbasis android/IoS belum ada. Tapi masih bisa dibuka melalui browser di perangkat mobile. Paling tidak lumayan lah ya, bisa membantu  kita untuk menulis dalam bahasa Inggris secara efektif. Menulis dalam bahasa Inggris terkadang tidak mudah, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Ya kan? 

Nah, ada gak aplikasi editing online lainnya yang menurut kamu bagus dan belum ditampilkan di sini? Syukur-syukur ada yang bisa dipergunakan untuk proofreading tulisan berbahasa Indonesia. Silahkan share di bagian komentar, ya! 

My Life As A Blogger in 2015

Cieee.. judulnya sudah semacam judul postingan blog yang sering wara wiri di Pinterest aja nih. Eh tapi gak apa-apa lah ya. Mumpung akhir tahun saya mereview hal-hal yang telah dilalui sepanjang saya terjun bebas ke dunia blogging tahun 2015 ini. Gak semuanya menyenangkan, but in the end i found it excited and fascinating. Apa aja sih?


1. Pindah dari Blog Gratisan ke Domain Berbayar 

Ketika berniat untuk mulai serius ngeblog, saya mulai mempertimbangkan untuk pindah ke domain berbayar. Alasannya sederhana, supaya lebih berkesan profesional sekaligus personal. Tanggal 7 Maret 2015, blog lama bittersweet-m-e berubah nama menjadi vitamasli.com. Saya sempat kesulitan menemukan tagline dan logo yang pas sampai kemudian mentok di tagline dan logo yang sekarang. 



Vita Masli, An Excited Blogger saya pilih karena pada dasarnya saya mah blogger selalu semangat untuk ikut mengabarkan apa saja yang menarik dan bermanfaat. Diundang workshop, ayo! Ditantang ikut lomba, siapa takut. Ditawarin ngereview, saya terima dengan senang hati. Sepanjang hal itu tidak bertentangan dengan hukum, agama, dan norma, I always be excited and willing to do it. Syarat dan ketentuan berlaku yah *tambahin bintang-bintang kecil di sudut*

2. Aktif Bergabung dengan Komunitas Blogger

Satu hal yang saya pelajari dari kegagalan ngeblog di masa lalu adalah : Saya tidak bergabung secara aktif dengan komunitas blogger. Padahal bergabung dengan komunitas blogger punya banyak manfaat. Selain bisa lempar postingan (which is itu berarti meningkatkan trafik), silaturahmi a.k.a networking bisa terjalin. Seperti kata hadits Rasullah SAW : ”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.” (HR. Bukhari). 

Alhamdulilah dengan komunitas-komunitas blogger yang sekarang selain menemukan hubungan yang baik, dapat ilmu blogging dan ada aja rejeki yang menghampiri. Terima kasih mak Winda Krisnadefa yang selalu mau menjawab pertanyaan saya seputar job review, Annisa Steviani yang sempat saya repotin masalah header blog, Kang Arul dan mas Hazmi Srondol yang sudah menularkan ilmu penulisan reportase blognya dan teman-teman blogger lain yang sudah jadi teman bermain dan belajar ( Bobo kalii yaah...) di dunia blogging. Saranghae..

3. Konsisten Posting dan  Up To Date Perkembangan Media Digital 

"Katanya blogger, tapi kok jarang posting." 

Iya nih.. hihihi. Daripada bawel di media sosial yang  gak jelas juga apa hasilnya mending kebawelan itu dituangkan dalam bentuk postingan blog. Saya mulai membuat jadwal dan menyusun topik postingan dalam buku catatan agar tidak hilang fokus. Ini saya lakukan supaya tetap konsisten dan tidak sekedar semangat ngeblog kalau ada lomba atau lagi mood aja. 


Gak cukup berkomitmen untuk menulis, saya juga berusaha mencari tahu perkembangan media digital. Saya pikir ini cukup penting bagi blogger agar tahu karakteristik pembaca jaman sekarang dan gak gaptek. Kalau pengen nulis aja, bisa juga sih. Tapi sayang kalau tulisannya tidak membuat pembaca betah hanya karena gak tahu trend pembaca media digital, misalnya. Atau kurang tahu gimana caranya berkawan dengan Google dan perintilannya. 

It takes time dan mungkin ada yang merasa ribet, tapi percaya deh menambah pengetahuan itu gak ada salahnya. Kalau merasa gak tahu harus cari tahu di mana, bolehlah sering-sering mampir di blog saya aja, hihihihi.. *sekalian promosi*

4. Lebih Berani Ikut Lomba Blog

Tahun ini saya juga memberanikan diri ikut lomba ngeblog. Sebenarnyanya sebelum pindah ke domain berbayar, saya dulu sempat beberapa kali ikut lomba blog dan belum pernah menang. Setelah pindah ke domain berbayar, ikut lagi dan gak menang lagi. I wonder why. Sempat sedikit drop juga waktu itu, some kind of wasted time saja. Lalu saya kemudian berpikir,"Segitu aja ketangguhan mental lo? Mental rempeyek amat sih! You can do it better than this. "

Iyah, saya ngomong seperti itu pada diri sendiri.  

Saya kemudian memperhatikan satu demi satu tulisan para pemenang agar tahu apa yang membuat satu postingan bisa menjadi juara. Dari situ saya mulai tahu sedikit demi sedikit formulanya. Ohh begitu toh... Saya mulai lagi, kali ini menantang diri sendiri. 


Lalu kemudian ikut lomba blog  mulai menjadi seru and so exciting, apalagi kalau postingnya dekat-dekat deadline. Beberapa lomba yang saya ikuti saya gak menang apa-apa, tapi diantaranya saya juga sempat ngerasain enaknya jadi juara. Alhamdulillah, lumayan lah buat modal naik haji.

Baca Juga : Berani Lebih Percaya Diri Berkompetisi 


5. Mendapat Job Review dan Menghasilkan Uang dari Blogging

Last but not least, ini dia jawaranya *nyengir lebar sambil mengucap syukur alhamdulillah*. Job review pertama saya dapatkan tiga bulan setelah pindah domain. Seterusnya ada aja tawaran yang datang. Mulai dibayar dengan uang, produk seperti pakaian wanita, makanan sampai nginap di hotel berbintang. Malah yang biasanya saya dapat tawaran ngemsi lewat radio, tahun ini saya tawaran itu datang lewat blog ini juga. Selain itu dari blog saya juga dapat tawaran jadi influencer di media sosial lain. Ada-ada aja deh, hahaha.. That's what i called the power of networking dan tentu saja kuasa Allah SWT dalam mengatur rejeki kita masing-masing. 

Ini tentu gak semena-mena terjadi cuma karena saya pindahan ke domain berbayar. Seperti juga para blogger yang lebih duluan eksis, semua perlu usaha juga loh, bo! Asal tahu saja saya sempat diremehkan seorang blogger kondang gara-gara Alexa Rank diawal pindahan ke vitamasli.com."Segitu mau dapat job review?" katanya. Ok, fine!!! Saya mulai rajin posting, aktif di sosial media, blogwalking, pelan-pelan belajar SEO dan digital marketing sambil membenahi tampilan blog. Alhamdulillah dari angka 19 juta, Alexa rank vitamasli.com sekarang sudah maen 500rban dalam waktu 9 bulan dengan DA 23 dan PA 31. Not bad for beginner. 


So, What's Next? 

Yang saya tulis diatas itu gak  ada apa-apanya sih dibanding blogger lain, still I'm proud of myself. Toh saya berkompetisi dengan diri saya sendiri and not to compare myself with other bloggers. Saya masih harus banyak belajar dan bekerja cerdas karena diprediksikan di tahun 2016 media digital akan lebih berkembang dibanding 2015. Tahun ini saja blog  bukan satu-satunya platform yang dilirik oleh advertiser untuk berpromosi. Twitter saja sudah mulai ditinggalkan walaupun Facebook tetap dipertahankan. Di tahun 2015 YouTube, Instagram dan Path naik daun dan orang-orang yang aktif di sosial media tersebut banyak mendapat tawaran kerjasama dari advertiser. 

Blog tentu saja masih akan tetap ada meski kata orang-orang yang berkompeten dibidangnya mengatakan booming bagi-bagi job review pada blogger mungkin hanya sampai 2016 saja. Setelah itu jika bloggernya tidak mampu mengikuti perkembangan jaman, kudet dan kontennya tidak menarik bisa saja ditinggalkan pihak advertiser. 



So let's keep up a good work, everybody. That's my 5 Blogging Highlights in 2015. What's yours? Boleh share di bagian comment ya. Semoga tahun 2016 lebih baik dari tahun ini. Fighting! 

My Top 10 Favorite K-Drama of 2015

Sejak memutuskan untuk serius kuliah dan ngeblog lagi, saya kembali ke kebiasaan lama : beli DVDnya aja, pasang di DVD player dan nonton lewat televisi. Lebih puas rasanya. Selain layar televisi lebih gede dibanding nonton streaming di Viki atau My Asian TV via layar laptop, gak ada rasa digantung tiap akhir episode. Ya paling resikonya adalah tiba-tiba sudah adzan subuh aja. Tapi kan gak tiap hari juga. Sudah bisa mengatur ritme lah, ibaratnya. 

Makanya di penghujung tahun 2015 rasanya gak afdol tanpa membuat list drama Korea favorit yang sudah saya tonton sepanjang tahun ini.


My Top 10 Favorite K-Drama of 2015  

10.  Yong Pal 

Lagi-lagi drama tentang dokter dan rumah sakit. Joo Won sepertinya gak bisa jauh-jauh dari karakter dokter yang pinter, peduli sesama tapi bukan berasal dari keluarga kaya. Yong Pal pun begitu. Bedanya adalah karakter Yong Pal ini adalah dokter 'black market' yang spesial melakukan pembedahan dan penyembuhan bagi kalangan mafia dan penjahat kelas kakap. 

Joo Won Kim Tae Hee
Dokter, Dokter Apa Yang Unyu? Dokter Joo Won! 
Seru sih ceritanya di episode-episode awal, apalagi penasaran pula sama Kim Tae Hee yang sudah lama gak maen drama. Untungnya walaupun ceritanya sempat agak melemah di episode 10, which is very crucial for me karena bisa jadi bikin saya malas nerusinnya, so far 16 episode Yong Pal pantas untuk diperjuangkan ditonton sampai habis. Cuma ya gitu, kalau nonton pake logika emang jadinya ada aja yang bikin gak puas. Well, that's the beauty of K-drama anyway. Sepanjang yang maen masih Joo Won, 16 episode pun saya jabanin bang! 

9.  High Society 

High Society ini memasangkan Uee dan Sung Joon sebagai Jang Yoon Ha dan Choi Joon Ki. Jang Yoon Ha adalah seorang gadis dari keluarga kaya yang menutupi identitasnya dan memilih bekerja paruh waktu di supermarket untuk menemukan seseorang yang bener-bener mencintainya karena dirinya dan bukan kekayaannya. Bertemulah dia dengan Choi Joon Ki, manager supermarket yang berasal dari keluarga sangat miskin dan percaya untuk menemukan cinta seseorang harus menjadi kaya raya. 

Drama Korea 2015

Menariknya adalah sebenarnya bukan karakter pemeran utamanya yang mencuri perhatian, tapi malah karakter pemeran pembantu pria dan wanitanya. Mereka adalah Park Hyung Sik yang berperan sebagai Yoo Chang Soo, chaebol, bos sekaligus sahabatnya Joon Ki, dan Lim Ji Yeon yang berperan sebagai Lee Ji Yi, gadis miskin teman kerja sekaligus sahabat Yoon Ha. 

Chemistry Chang Soo - Ji Yi couple ini malah lebih berasa dibanding Yoon Ha - Joon Ki couple. Adegan paling memorable dari couple ini adalah saat mereka ngobrol di rooftop kostannya Ji Yi. Dengan seriusnya Ji Yi bertanya, "Apa yang kamu suka dari Daehan-Minguk (maksudnya negara Korea)? Chang Soo dengan polos menjawab,"Aku lebih suka Manse." 

And that's how this couple stole my heart, right away!  

8. Cheer Up! 

Kang Yeon Doo (Jung Eun Ji Apink) adalah leader dari klub street dance 'Real King' yang beranggotakan siswa-siswa yang berada di ranking terbawa di sekolah elit Sevit High. Suatu hari Yeon Doo terlibat scandal. Seseorang memotret Kang Yeon Doo saat ia tidak sengaja terjatuh dalam pelukan (aaaih bahasanya.. hihhihi)  Kim Yeol (diperankan Lee Won Keun), president dari klub elit siswa top 5%. Skandal ini membuat sang kepala sekolah mempunyai alasan untuk membubarkan klub Real King. 

Merasa tidak terima, Yeon Doo melakukan serangkain unjuk rasa dan makin kesel pada Kim Yeol yang dianggapnya tambah menyulitkannya karena tidak mau membantunya memberi klarifikasi. Kedua team ini kemudian disatukan oleh sang kepala sekolah dengan satu tujuan licik yang akhirnya membawa team Kang Yeon Doo dan team Kim Yeol menemukan cinta, patah hati, sakitnya dikhianati dan persahabatan. 

Drama Korea 2015 sassy go go

Ceritanya khas anak SMU banget sih, tapi saya suka chemistry dan kekompakan para pemainnya. Endingnya juga gak dipaksakan walaupun drama ini hanya 11 episode saja, Untungnya drama ini tayang di KBS World jadi saya tidak perlu beli DVDnya ( hemat!). Yang paling penting sih, puas liat Lee Won Keun dan Ji Soo disini. Jadi gak bisa milih ada di pihak siapa, hihihi.. 

7. She Was Pretty 

Seriously, sebenarnya gak begitu tertarik nonton drama ini. Kalau bukan karena Choi Siwon ikut berperan di drama She Was Pretty ini, saya mungkin akan melewatkannya begitu saja. Saya penasaran setelah membaca komentar para ELF dan non ELF yang bilang kalau Choi Siwon di dalam drama ini berbeda dibanding drama-dramanya yang dahulu. Selama ini Siwon yah gitu deh.. kalau gak jadi anak orang kaya, jadi artis terkenal, pokoknya gak jauh-jauh dari identitasnya. Jadilah saya nonton She Was Pretty gara-gara second lead male, hahahaha.. 

Pemeran utama She Was Pretty sebenarnya adalah Hwang Jung Eum sebagai Kim Hye Jin dan Park Seo Jun sebagai Ji Sung Joon. Kim Hye Jin dan Ji Sung Joon ini sebenarnya tetanggaan sejak kecil. Saat mereka beranjak abege, mereka berpisah dengan kenangan masa kecil yang tersimpan di hati. Mereka bertemu kembali ketika Kim Hye Jin yang dulunya cantik, menjadi wanita yang awut-awutan sementara Sung Joon yang dulunya gendut berubah menjadi tinggi tegap dan ganteng pisan. 

She Was Pretty drama korea 2015
Salah Satu Quote dari She Was Pretty yang Saya Suka
Sebenarnya ceritanya biasa aja, bisa ketebak lah endingnya. Pinternya si penulis skenario adalah dia menyelipkan unsur kejutan di dalam ceritanya semacam twisted yang sedikit berbeda dari K-drama pada umumnya. Salah satunya menjadikan karakter Kim Shin Hyuk sebagai kejutan tersebut dan Choi Siwon memerankan karakter ini dengan sangat berbeda dibanding aktingnya di drama sebelumnya. Tepuk jidat Kyuhyun! Eh, tepuk tangan maksudnya.. *lalu pelukan sama Donghae* 

6. Who Are You : School of 2015 

Who Are You : School 2015 berkisah tentang si kembar identikal Go Eun Byul dan Lee Eun Bi (keduanya diperankan oleh Kim So Hyun) yang terpisah sejak berumur 5 tahun. Eun Bi tinggal di panti asuhan dan kerap jadi korban pembullian di sekolah oleh Kang So Young. Sementara Eun Byul hidup damai sejahtera dan bersekolah di sekolah bergengsi bahkan menjadi siswa nomer 1 dan disegani. Sangat bertolak belakang ya? 

Drama Korea 2015
Cast of Who Are You : School 2015
Konfliknya terjadi ketika suatu hari nasib mereka berdua tertukar karena satu kecelakaan. Eun Byul yang secara misterius menghilang saat karya wisata dengan teman-teman sekelasnya dianggap ditemukan saat melihat seseorang berwajah dan perawakan sama dengannya jatuh dari jembatan. Karakter mereka yang berbeda membuat teman, sahabat bahkan musuh keduanya bingung, Who Are You, siapa kamu sebenarnya?

Baca Juga : 5 Karakter Paling Nyebelin di Drama Korea 

Personally saya suka drama ini meski endingnya bikin pengen nyanyi, " I wanna reset.. i wanna reset.. I wanna reset.. " Haahaha... Ini OSTnya ganggu-ganggu ngagenin gitu deh! Kim So Hyun maennya bagus banget pula. Dia bisa membedakan dirinya menjadi Eun Byul dan Eun Bi hanya melihat dari sorot matanya aja. Keren deh anak ini! Yook Sung Jae juga gak kalah seru berperan sebagai Gong Tae-Kwang dan Jo Soo Hyang yang berperan sebagai Kang So Young, saya nobatkan jadi jawara karakter paling nyebelin sejagad drama Korea! 

5. Heard It Through The Grapevine 

Salah satu drama Korea genre keluarga yang cukup berbeda dibanding dengan drama Korea lain yang bergenre sama. Menjadi drama terbaik versi Baeksang Award tahun ini, Heard It Through The Grapevine sebenarnya penuh sindiran dari kehidupan nyata keluarga kaya terpelajar. Han In Sang (diperankan oleh Lee Joon) dari keluarga kaya menghamili pacarnya keluarga miskin, Seo Bom ( diperankan Go Ah Sung) ditengah persiapan mereka masuk ke universitas. Reputasi keluarga Han yang bersih dan terpelajar seketika tercoreng dengan skandal ini. Sedangkan keluarga Seo Bom pun tidak ingin direndahkan hanya karena kehidupan mereka hanya bermodalkan usaha membuat plakat saja.

Drama Korea 2015

Menyimak tiga puluh episode (iyah.. 30 episode dengan rating tinggi dan bukan drama akhir pekan) Heard It Through The Grapevine bikin saya ngeship In Sang - Seo Bom couple. Tipe cowok manja yang harus tegas dan tegar karena mendadak jadi bapak dan anak perempuan tertua yang sudah merasakan pahit getirnya jadi orang miskin membuat couple ini saling melengkapi. Kedua orangtua mereka masing-masing juga gak kalah unik. Drama ini juga semacam menyaksikan tidak ada keluarga yang sempurna, bahkan ketika terlihat tenang-tenang saja. Image bisa dibentuk dan dijaga tapi hal yang buruk meski ditutupi tetap akan tercium oleh ibu-ibu tetangga atau arisan yang doyan gosip. Serulah pokoknya! 

4. The Producers 


Bukan gara-gara Kim Soo Hyun loh saya suka drama The Producer ini. Skenarionya juga standar aja, Dua producer KBS, PD Music Bank Ye Jin ( Gong Hye Jin) dan PD 2D1N Joon Mo ( Cha Tae Hyun), berteman sejak kecil membuat mereka diam-diam saling suka tapi tidak bisa mengungkapkannya, apalagi jadian. Persahabatan berubah jadi cinta ini terusik gara-gara ada produser baru bernama Baek Seung Chan ( Kim Soo Hyun) yang baru saja patah hati akhirnya malah naksir PD Ye Jin. Kisah percintaan mereka makin ribet gara-gara artis kondang yang sok banget, Cindy (IU) ternyata juga naksir Baek Seung Chan. Kira-kira sampai disini sudah tahu kan endingnya gimana? 

Sebenarnya drama ini bagus cuma kenapa yah saya merasa seperti nonton Misaeng versi KBS? Obrolan di rooftop, Baek Seung Chan si anak baru yang karakternya mirip Jang Geu Rae dan Joon Mo yang mirip dengan chef Oh. Yang menarik bagi saya malah latar belakang ceritanya : pekerja stasiun televisi dan keribetan dibalik sebuah tayangan yang tidak diketahui oleh pemirsa. Bagi saya semacam melihat pekerjaan sehari-hari setahun kemarin (uhuk!). Bagaimana sebuah program acara diproduksi, kerjasama team yang harus dijaga, mengedit dan merangkum semua footage dari berbagai rekaman kamera sampai tekanan batin jika program acara gagal secara rating dan kualitas. Banyak banget quotes keren dari drama ini. 

Editor Pasti Ngerti.. 
Berhubung latar belakangnya kerja di televisi beneran (KBS), banyak program acara beneran juga yang dipake dan banyak cameo. Sayang, meski sempat disebut Daehan, Minguk, Manse dan Song Il Gook tidak sempat jadi cameo di drama The Producer. Hiks.. 

3. Twenty Again  

Ha No Ra ( diperankan Choi Ji Woo) awalnya pengen jadi penari, tapi berhubung keburu hamil sebelum sekolahnya kelar, akhirnya dia mendedikasikan hidupnya menjadi ibu rumah tangga. Setelah sekian lama menjadi istri dan ibu yang baik Ha No Ra digugat cerai suaminya. Dia juga didiagnosa mengidap kanker dengan sisa umur enam bulan saja. Ha No Ra pun berpikir melakukan keinginannya yang belum kesampaian : Kuliah lagi. Maka kembali lah Ha No Ra ke kampus menjadi mahasiswa di umurnya yang sudah kategori ahjumma. Banyak mahasiswa yang serba salah didekatnya karena biar bagaimana pun di Korea umur menentukan senoritas. Serunya adalah dia malah keterima di kampus yang sama dengan anaknya dan di sana dia bertemu dengan Cha Hyun Seok (diperankan Lee Sang Yeon) teman SMUnya dulu yang sekarang berubah menjadi dosen yang jutek padanya tanpa alasan. 


Drama ini keren banget, bisa memberi inspirasi khususnya buat ibu-ibu rumah tangga. Ayo dong bu, mengurus keluarga, suami dan anak itu penting. Tapi sebagai personal, kalian pasti punya cita-cita kan? Jangan diumpetin dalam hati aja. You should go and do it, selagi bisa, selagi mampu. Suaminya Ha Nora di drama ini juga minta cerai karena dia merasa Ha Nora ga selevel tingkat edukasi dengan dia. Serem amat sih.. So, ladies get yourself together ya! Let's reach out our dream. 

2. Oh My Ghost 

Ceritanya tentang hantu perawan yang stuck di dunia tidak bisa masuk ke dunia arwah. Si hantu, Shin Soonae ( diperan Kim Seulgie) ini berpikir dia masih terkatung-katung karena masih perawan. Maka dia merasuki tubuh para gadis-gadis cantik untuk merayu para lelaki agar bisa melakukan hal 'itu'. Tidak sengaja saat dikejar-kejar dukun pengantar hantu, Shin Soonae bertemu dengan Na Bongsun ( diperankan Park Boyoung) yang bisa melihat hantu. Na Bongsun ini sebenarnya tipikal cewe pemalu yang tidak punya teman. Sehari-hari dia bekerja di sebuah restaurant sebagai asisten chef dan jadi bulan-bulanan kemarahan chef kondang Kang Sunwoo ( diperankan Jo Jung Suk). Begitu dia kemasukan hantu Shin Soonae, Na Bongsun berubah menjadi cewe centil yang suka godain chef Kang Sunwoo. 



Sebagai hiburan, Oh My Ghost ini lucu banget, romancenya juga dapat. Hubungan dengan orang tua dan keluarga juga ditonjolkan disini. Sedih deh liat Shin Soonae dan ayahnyanya. Hiks. Chemistry pemainnya juga oke banget. Pantaslah ada di nomer dua. 

1. Angry Mom 

Ini dia posisi yang membuat saya bingung memilih antara memilih Oh My Ghost dan Angry Mom. Pada akhirnya saya memilih Angry Mom berdasarkan tema ceritanya yang unik, plot yang menarik dan akting para pemain. Gak salah skenario Angry Mom ini terpilih sebagai juara satu dalam lomba skenario drama yang digelar MBC.

Baca juga : Review Angry Mom


Web Drama

Selain drama Korea yang durasinya 60-90 menit dan tayang di televisi, tahun 2015 ini juga ada kategori lama yang bangkit kembali karena kejayaan internet dan mobile gadget : Web drama. Durasinya hanya 10-13 menit dan hanya tayang di web atau aplikasi tertentu seperti Daum dan Line, tapi lumayan loh menarik juga. Ini dia web drama favorit saya di tahun 2015 ini :

EXO Next Door

Awalnya penasaran aja dengan konsep web drama, sekalian pengen tahu gimana sih kalau member EXO berakting. Tahukan, D.O sempat disebut-sebut sebagai idol actor terbaik tahun 2014 kemarin gara-gara maen di drama It's Ok It's Love. Eh ternyata malah ketagihan ngikutin tiap minggu.


Berhubung yang jadi lead male ternyata adalah Chanyeol, akhirnya saya terkena second lead male syndrome lagi deh karena ngejagoin D.O. Meski tidak menyangkal sesekali merhatiin Sehun yang kocak abis juga sih (Eh, apa sih yang gak kocak dari Sehun buat saya?).

Baca juga :  Review EXO Next Door 

Nah itu dia Top 10 Favorite K-Drama 2015 versi Vita Masli. Apa drama Korea favorit kalian tahun ini?  Silahkan share di bagian komen, siapa tahu ada yang terlewatkan.