Daehan, Minguk, Manse Cuteness Overloaded At KBS Entertainment Award 2015

Setelah membuat saya sempat ketar ketir dengan beredarnya banyak rumor dan penolakan, akhirnya berita keluarnya keluarga Song dari The Return of Superman tidak bisa lagi disangkal oleh sang PD. Tanggal 21 December 2015 lalu Song Il Gook dan Daehan, Minguk, Manse telah menyelesaikan syuting terakhir mereka. Iyaaah.. memang ini berita buruk, tapi gimana lagi coba? Ini untuk kebaikan mereka juga sih.. (atau begitulah pemikiran akal sehatnya).

After a lot of rumors and denials, finally news of the departure of Song family off The Return Of Superman can no longer be refuted. That day has finally come, Dec 21st was the last shoot day of Song Il Gook and Daehan, Minguk, Manse to wrap up the show. Yeah.. I know it's a sad news although I'm sure most of us realize that's for the best. 

Daehan, Minguk, Manse Cuteness Overloaded At KBS Entertainment Award 2015 

Supaya gak kecewa-kecewa banget, mari nikmati apa yang tersisa. Paling tidak semalam (tanggal 26 Desember 2016), Daehan Minguk Manse bersama cast dari The Return Of Superman lainnya menghadiri KBS Entertainment Award. Ini adalah penghargaan akhir tahun yang kerap diselenggarakan oleh KBS TV sebagai apresiasi bagi variety show yang disiarkan oleh KBS. Alhamdulillah di rumah langganan KBS World TV, jadi gak apa-apa deh sesekali malam minggu tongkrongin tipi hanya untuk melihat sekilas dua kilas penampilan Daehan, Minguk, Manse di layar kaca. Ini beberapa diantaranya :


Not to make it even worse, let's enjoy while it last. On  December 26th, Daehan, Minguk, Manse has invited along with all The Return of Superman casts to KBS Entertainment Awards. This is one of the end year award ceremony which KBS TV holds every year to appreciate the hard work of the casts and crews who lift up our mood this entire year.  I was watching the show through KBS World TV just for the slight appearances of the Song triplets on the screen and here are some of them :




Song Daehan 

Si Prince Charming ini seperti biasa Daehoney (Ini panggilan saya untuk Daehan. Namanya kan Daehan dan dia manis banget kek madu) selalu mengagumkan apapun yang dia lakukan. Ngupil aja ganteng, Hihihi...


As expected from the prince charming Daehoney, (this is what i called Daehan, because his name is Daehan and he's sweet like honey) is always charming whatever he does. 


Song Daehan Looks Like One Of Hogwart Student

Song Minguk 

Song Minguk si Song Tyrano ini keliatan sangat bosan. Sini maen sama tante aja..
Song Minguk, the Song Tyrano looks like he's bored. 



Song Manse

a.k.a the free spirit Song Manse, kamu lagi liat apa sih?
Song Manse, what are you looking at? 




Song Il Gook 

Song Il Gook dengan model rambut terbarunya, atau bisa dibilang dia segaja gak potong rambut? Melamun aja, bang. Kangen saya yah? *ditimpuk istrinya*
Song Il Gook with his new hair cut, or should i say he keeps his hair uncut? 


Source : DC 
Anyway, tidak seperti yang saya harapkan The Return Of Superman tidak memenangkan kategori Best Popular Variety Show tahun ini. Acara ini kalah tipis secara persentase votes pilihan pemirsa dari 2D1N (padahal mereka mendapat 50% votes setelah penampilan video Daehan, Minguk, Manse mengumumkan nominasi Best Popular Variety Show loh). Meskipun saya sedikit kecewa karena Daehan, Minguk, Manse tidak bisa tampil di stage, tapi paling tidak mereka tampil mengumumkan nominasi untuk Best Popular Variety melalui penampilan video.

Anyway, The Return of Superman didn't win the Best Popular Variety Show this year not as i expected. They lost by slight differences in the percentage of votes from 2D1N. Although i feel slight disappointing that Daehan, Minguk, Manse didn't get the chance to stand up at the stage, at least I'm happy to see them presenting the nominee of Best Popular Variety in video appearance. 



Kalau sudah begini, siapa yang tahu apa yang bisa mereka lalukan di panggung secara mereka sudah bisa ngomong banyak bahkan bisa nyanyi, coba? Maunya saya sih dengan melihat mereka di panggung ada kenangan yang menyenangkan lah. Tahun ini kan penampilan terakhir mereka sebagai bagian dari The Return Of Superman.

At this point, who knew what they would do at the stage since now they can speak better and even can sing. I wish a real good memory about them on stage since this is the last chance for them to be part of The Return Of Superman. 

Meski The Return Of Superman kalah, Song Il Gook berhasil memenangkan kategori Best Male Entertainer Award. Yay!

Even so, Song Il Gook awarded with Best Male Entertainer Award as the cast of The Return Of Superman. 
"Thanks to all the production crew members of ‘The Return of Superman,’ I was able to be a good dad. We just finished our final taping. Thank you so much for your love for Daehan, Minguk, and Manse.” - Song Il Gook's winning speech -- 
"Terimakasih kepada semua kru produksi The Return of Superman, karena Saya bisa menjadi ayah yang baik. Kami baru saja menyelesaikan rekaman terakhir. Terimakasih atas cinta anda pada Daehan, Minguk, Manse" - Song Il Gook -

Song Il Gook juga mengucap terima kasih kepada kru produksi TROS yang sudah bekerja keras memasang 20 camera disekitar Daehan, Minguk, Manse tanpa membuat triplets stress dan mencocokkan semua rekaman dari 20 camera dalam satu minggu (ada juga kali staffnya yang stress, om.. hehehehe). Dia juga mempromosikan sedikit drama terbarunya Jang Yeong Sil yang akan segera tayang tahun depan.



Song Il Gook also thank all the staff of The Return Of Superman who installed 20 camera around the triplets without making Daehan, Minguk, Manse stress out and manage to match the time codes for all tapes. He also gives a slight promote of his upcoming drama Jang Yeong Sil which will be on air next year.  

Saya sempat membaca di forum fans SIK, beberapa fans berharap Daehan, Minguk, Manse mendapat nominasi pada kategori tertinggi, Daesang. Gak ngerti juga sih alasannya kenapa, tapi saya pikir Daehan, Minguk, Manse masih terlalu muda dan jalan mereka masih panjang banget untuk dinominasikan di kategori tersebut, Nunggu beberapa tahun lagi kali yah.. 

I read somewhere in SIK fan cafe that some of fans expect Daehan, Minguk, Manse nominated for the highest category, Daesang . I don't quite understand the reason, but I think Daehan, Minguk, Manse are too young and still need a long road they should take to be nominated in that category.



Daehan, Minguk, Manse Will Make Cameo on Jang Yeong Sil 


Sementara itu fansnya Song Il Gook bakal senang nih, karena drama Jang Yeong Sil mulai tayang tanggal 2 Januari 2016.  Kata sutradaranya sih, akan ada penampilan istimewa dari Daehan, Minguk, Manse dalam satu episode. Hanya saja dia gak mau ngasih tahu episode berapa. Takutnya penonton gak fokus pada cerita tapi malah nungguin bagian Daehan, Minguk, Manse aja. Oke, baiklah. Ditunggu!

Anggap saja itu kabar gembira untuk kita semua. Sampai saat ini saya pikir saya belum mau mengucapkan selamat tinggal untuk keluarga Song. Mungkin nanti. Pihak produksi The Return Of Superman bilang mereka masih punya banyak footage dari keluarga Song yang bisa ditampilkan di layar televisi paling tidak sampai bulan Februari 2016. Tapi saya tetap berharap keputusan mereka untuk meninggalkan The Return of Superman bisa dibatalkan. Bisa kan ya? Namanya juga harapan..

Meanwhile for Song Il Gook's fans, don't forget to watch Jang Yeong Sil start January 2nd 2016. The director of the drama said that there will be one episode which Daehan, Minguk, Manse will be appearing as cameo although he doesn't give us clue what episode it will be. Let's say that is one happy news for the fans. I think I won't say goodbye to Song family yet. The production team of Superman Is Back said they still have plenty of footage left for the show. It's enough for keeping us entertain with the cuteness of Daehan, Minguk, Manse and Song Il Gook on TV screen at least until February 2016. Well, that's one thing to be thankful of. But i keep my wish the decision of they departure will be cancel ( can i?). 




Menurut kalian bagaimana? Silahkan komen di bawah ini ya. Terima kasih.

Tell me what do you think on the comment tab below. Thank you for reading. 

Disclaimer: 
At first I wrote this in English but then i realized that some of my readers especially Daehan, Minguk, Manse's fans from Indonesia probably found it hard to understand. So i decided to write this blog post in dual language. So this is not a translation from some blog posts. This is truly me trying to writing in English. All pictures credit as tag. 

Buanglah Sampah (Perasaan) Pada Tempatnya


Disclaimer : 

Ditulis setelah habis nyampah di status tentang keselnya jawaban ujian final statistik yang tidak lengkap dan mengumumkan ketidakmenangan (bukan kalah yah..hehehe) dalam satu ajang lomba dan teringat Trash oppa di Reply 1994


Ini bukan jargon atau postingan yang berbayar dari Dinas Kebersihan Pemerintah, yah. Walaupun saya gak nolak sih kalo memang mau di endorse. (Tapi bayarnya pake tempat sampah ya, mba.. | Aah ya sudahlah lupakan). 


Tapi emang bener bahwa sampah itu memang harus dibuang pada tempatnya. Kalo gak, bisa menyebabkan penyakit, bisa menyumbat saluran air, terus bisa apa lagi anak-anak?  (Hehehe... sok jadi bu guru). Yaaah bisa bikin penampilan kamu yang keren jadi turun derajat, because it's so cheap when you driving a nice car or hold a flagship smartphone and littering. 

Pernah gak melihat sebuah mobil di jalan dan.. tuing..! Dari balik jendelanya terlontar bekas bungkusan, kulit buah, botol minuman atau kresek entah berisi apa. Mobil keluaran gak lebih dri 5 tahun rata-rata harganya diatas 100-an juta OTR kan ya? Masa sih punya duit segitu gak bsa beli tempat sampah? Aku kan sedih liatnya *siapin tissue*. Mampu beli mobil kok yah gak mampu beli tempat sampah.. Muraah lohh tempat sampah mobil itu. 30rb juga ada, kali..


tempat sampah mobil cute
Lucu Lucu Gak Sih Tempat Sampah Mobilnya? 

Atau mungkin karena duitnya habis dipake beli (atau cicil) mobil kali, yah? Beli Pertamax (ah jangan2 premium), bayar ongkos servis berkala dan perintilannya, iya sih memang mahal. But... should we give an excuse for that?

Buanglah Sampah (Perasaan) Pada Tempatnya 

Nah kalo yang ini lain lagi. Ini terinspirasi dari satu tugas mata kuliah di kampus. We often read people posting about how they feel, mostly yang ganggu banget itu yg galau dan sedihnya kek dunia mau kiamat aja. Ada juga komentar-komentar yang menggambarkan seluruh isi kebun binatang dalam berbagai bahasa ditambah betapa seseorang merasa lebih pintar dibanding yang lain. Berita atau informasi yang belum tentu akurat datanya  yg dishare karena judul tanpa membaca isi. Sindir menyindir status lalu cekikan ngomongin orang di kolom comment dengan yg lain, atau pasang status/komentar sinis. Pernah melakukannya ? 

Well, I did, several times.

Dari pengamatan random saya, orang sekarang lebih gampang curhat apa aja di media sosial. Senang, sedih, ngantuk, baru bangun tidur, gagal lomba, menang kontes, apalah ini lah itu lah, semua dengan gampangnya dilempar ke media sosial. Paling parah dari semua menurut saya adalah ketika dimana seseorang lagi emosi lalu dia meraih gadgetnya dan mulai berkicau di media sosial menumpahkan semua amarah dan kesedihannya seakan yg membuatnya merasakan hal itu akan membaca dan peduli. You think? 

Those negative status akan dibaca sekian ratus atau bahkan ribuan orang yang ada didalam lingkaran pertemanan media sosial kita. Hanya untuk satu orang, yang bisa jadi membaca lalu tidak peduli atau malah sama sekali tidak membaca dan tetap tidak peduli. Lebih nyelimet lagi adalah ketika yang merasa malah bukan orang yang dituju. Lalu apa gunanya, coba?

Beberapa hal menarik yang juga seringkali dilakukan orang di media sosial adalah reshare berita/info gak jelas dan berbalas komen-komen pedas sampai sindiran yang entah kapan selesainya. Belum lagi tanpa sadar some of us sering update status pamer. Ok, kadang atas nama 'kebahagiaan" atau memberi motivasi tapi mungkin ada setitik ingin dipuji muncul di hati. Mungkin yah.. Sometimes some people are too impulsive to post such a thing.

Those are things which i categorized as 'sampah perasaan' yang dibuang tidak pada tempatnya karena gak dipikir dulu benar tidaknya atau tepat tidaknya kita melakukan hal itu. Dan seperti juga sampah di dunia nyata yg dibuang sembarangan, sampah perasaan ini akan memberi penyakit (hati), menyumbat saluran rejeki (mungkin juga jodoh-kata teman saya), dan membuat seseorang tidak kelihatan cantik/ganteng apalagi smart. Salah satu contohnya seperti ini : 


Katanya sih Begitu.. 

Ada yang merasa tertampar? Toss dulu lah.. *biar gak malu malu amat* 

Saya setuju those uneasy feelings should be thrown away but i don't think it has to be thrown on social media. Sama seperti sampah yang dibuang di dunia nyata, mungkin saat itu kita bisa terlepas dri sampah tersebut, tapi mengotori space orang lain. Ganggu, bikin penyakit, salah satu indikator penyebab banjir, Xo ditolak, Xa diterima (eh.. yah maaf, baru aja selesai final Statistik)

Mari buang sampah (perasaan) pada tempatnya agar tidak merugikan diri sendiri dan siapa saja. Oiya, semoga tulisan ini tidak termasuk sampah perasaan. Jadi, buang sampah perasaan dimana kita? 


#toyordirisendiri 
#okdone

Serunya Belanja Online Dengan Telunjuk.com

Jadi ceritanya bulan Desember ini selain musim hujan juga musim belanja. Diskon bertabur dimana-mana mah sudah biasa. Voucher belanja di e-commerce ini dan e-commerce itu sudah sering mampir. Saya sebagai shopaholic akut yang pengen tobat hidup damai sejahtera ini sudah pasang kuda-kuda dan mantra biar gak salah arah beli yang gak perlu. Tapi gimana kalau tiba-tiba ada yang nelpon dan nawarin belanja 2,5 juta dibayarin total segala-galanya, ditraktir makan siang, nginap semalam di hotel berbintang sampai bisa traveling ke Gili Trawangan segala? Oh Tuhan.. tolong sayaaaaa!! 


Adalah Telunjuk.com, sahabat belanja para online shopper ini yang menghubungi saya di suatu sore yang basah (halah!). Telunjuk.com sedang membuat satu campaign bertajuk Indonesia Next Smart Shopasista atau kerennya disebut #TelunjukINSS.  Ada enam blogger dari enam kota besar di Indonesia yang terpilih, termasuk saya dari Makassar. Kaget lah! Wong saya gak pernah daftar. Tahu #TelunjukINSS itu dari twit yang berseliweran dari sesama blogger di kota lain. Telunjuk.com itu apa, saya malah gak ngeh sama sekali (meski kemudian sadar, beberapa waktu lalu sempat dapat voucher belanja 1 juta rupiah dari Telunjuk lewat salah satu grup blogger perempuan yang saya ikuti).

Serunya Belanja Online Dengan Telunjuk.com 

Sampai disini ada yang protes gak. kok saya blogger yang gak tahu apa-apa tentang Telunjuk malah terpilih mengikuti #TelunjukINSS ini? 

Well, to tell you the truth, sebenarnya ada empat blogger dari Makassar yang mendaftar mengikuti #TelunjukINSS ini. Ketika dihubungi semuanya gak bisa karena berbagai alasan. Nah saya, out of nowehere dihubungi Telunjuk ternyata punya jadwal yang pas (or should i say dipas-pasin?). And there i was, akhirnya saya lah yang menjadi perwakilan Makassar di #TelunjukINSS. Rejeki emang gak pernah tertukar dan gak pernah salah pintu, bener kan?

So, to paid my due, saya pun mencari tahu tentang Telunjuk.com meski pada saat briefing sudah sempat dijelaskan oleh mbak Marketing Communicationnya. Gak afdol rasanya kalau gak nyari tahu sendiri. 
Telunjuk.com adalah shopping search engine yang digagas oleh anak muda Indonesia yang kreatif. Telunjuk.com diharapkan akan menjadi sahabat terbaik Kita untuk mencari dan memilih barang yang Kita butuhkan. 
Selama ini sebagai pembelanja online, sering kali kita harus buka banyak window untuk menelisik harga barang di ee-commerce tertentu. Dengan Telunjuk.com gak perlu ribet lagi, cukup ketik barang yang sedang dicari dan  Telunjuk.com akan menampilkan pilihan barang tersebut, lengkap dengan harga, diskon, dan promo menarik lainnya, dari puluhan toko online terercaya seperti, Tokopedia, Blanja, Bhinneka, Blibli, Lazada, Groupon, E-Voucher, dan banyak lagi! Praktis kan?

Infographic dibuat oleh Vita Masli, power by Piktochart

Nah, cuma biasanya banyak orang yang kurang begitu suka belanja online (meski ada kemudahan seperti dari Telunjuk.com ini) karena mereka berpikir harga barang di toko offline lebih murah. Belum lagi kwalitas barang bisa dicek dengan mata dan tangan sendiri. Etapi bener gak sih banding-bandingin harga di toko offline memang lebih mudah dan bisa dapat harga lebih murah? 

Jadilah Jumat pagi itu saya ditemani dua puggawa Telunjuk.com yang datang jauh-jauh dari berkelana di kota lain (sebelum Makassar apa ya? Bali kali ya!) menyusuri Mall Panakukkang untuk survey harga. Pengen tahu aja berapa sih harga barang yang saya cari lalu nanti dibandingkan dengan harga di online shop dengan menggunakan bantuan Telunjuk.com. Sebelum survey, saya sempat dihadiahi satu notes cantik dari Telunjuk.com yang saking cantiknya gak pengen saya tulisin tapi harus, hhhhuhuhuhu... Iyah, buat nulis wishlist barang apa saja yang pengen saya beli dengan duit 2,5 juta rupiah itu. Seet daaah.. 2,5 juta rupiah mau beli apa aja ya?

Notes dari Telunjuk.com 
Wishlist telah disusun, Mas Arya dan Mas Ardhi pun sudah selesai ngopi, mari kita susuri Mall Panakukkang. Sesungguhnya window shopping seperti ini, liat-liat aja, banding-bandingin harga buat saya gak masalah. Ngider mall tujuh kali pun saya masih sanggup meski pake wedges 10 cm. Tapi yang saya pikirkan dua cowok ini lohh.. Saya yakin sepernah-pernahnya nemenin pacar mereka jalan ke mall, saya khawatir nemenin saya window shopping lebih melelahkan. Kasian tahu, kalau mereka tiba-tiba pingsan seperti dua orang teman saya yang sempat nemenin saya belanja beberapa waktu lalu. Itulah salah satu alasan saya saat ini agak malas belanja offline. Beda lima ribu aja saya rela ngider lagi nyari yang lebih murah. Kasian yang nemenin kan.. Jadi mending belanja online aja deh!


#TelunjukINSS, Belanja Online Tidak Pernah Se-Exciting Ini. 

Sesi survey harga offline berakhir tanpa korban jiwa (Alhamdulillah...). Sekarang waktunya survey harga online dengan Telunjuk.com di hotel Grand Clarion, Makassar. Kalau ditanya mending mana survey harga offline atau survey harga online, yah saya jelas milih survey harga online. Sudah duduk manis depan laptop aja, buka website telunjuk.com, ketik barang yang kita cari di kolom search dan sambil menimbang-nimbang mana yang terbaik bisa sambil makan siang. Kalau sudah sreg, cek dulu stok barangnya tersedia atau tidak. Jika ada, klik tanda lonceng untuk memasukkan ke daftar wishlist kita. Setelah merasa sudah cukup belanjanya, tinggal klik kunjungi toko dan selesaikan semua proses pembayaran dan pengiriman. Coba..nikmat Tuhan lewat telunjuk.com mana yang kamu dustakan? 

Makan Siangnya Disiapin Hotel Grand Clarion, Makassar. 
Karena #TelunjukINSS gak cuma sekedar belanja online tapi juga perlu smart dan efisien dalam berbelanja, maka saya hanya diberi waktu sejam buat ngabisin duit 2,5juta itu. Biar tahu aja gimana se-smart apa sih seseorang shopaholic belanjain duit 2,5 jeti. Ya ampun.. Sejam??? Saya memang sering ikut lomba blog deket-deket deadline, tapi belanja di bawah tekanan seperti ini mah belum pernah.. huhhuhuhuhuhu... Gak heran, begitu wishlist yang satu gak bisa (karena harganya diatas budget maksimal per item) saya jadi bingung menggantinya pake barang apa. Lihat barang perbandingan di telunjuk.com malah browsing barang lainnya. Duh, saya memang gak konsisten yah. Impulsive buyer banget, hihihi... 

Dipilih kak.. Dipilih Barangnya Lewat Telunjuk.com
Meski begitu, akhirnya saya berhasil menghabiskan 2.479.050 rupiah yang saya belanjakan untuk total 8 item pada satu online shopping saja yaitu di Mataharimall.com. Selain memang harganya masuk akal, bebas ongkir pula. Mulai dari kamera, baju renang, power bank, sampai pelembab anti kerut, hihihi.. Sepertinya tanpa sadar saya sudah merencanakan barang bawaan pendukung liburan ke Gili Trawangan yang bakal dibayarin telunjuk.com nih. Amien... Mohon dukungan dan doanya yah, gaeess! 


Setelah proses belanja lewat telunjuk.com selesai, mas Aryo dan mas Adri pun pamitan karena buru-buru mengejar pesawat balik ke Jakarta. Thanks for the hospitality guys, jangan kapok nemenin saya belanja yaah.. Tahun depan ajak aku lagi aja! Hihihi...

#EdisiPamerFasilitas dari #Telunjukdotcom 


Telunjuk.com, Sahabat Belanja Onlineku

Sudaaah? Gitu aja? 
Iyaah gitu aja. Proses checkout selesai, isi data pengiriman barang dan nunggu barang-barangnya tiba. Jika membandingkan, belanja offline memang asik bisa sambil cuci mata. Tapi saya pikir belanja online gak kalah menarik, bisa kapan saja dan banding-bandingin harga gak perlu bikin pegel kaki. Barang juga sudah terkirim ke tempat kita. Harga barang online bisa jadi kelihatan lebih mahal karena ketambahan ongkos kirim, apalagi untuk daerah luar Jawa yang berasaa banget ongkirnya. Makanya pinter-pinter kita juga sih untuk cari e-commerce yang menggratiskan ongkos kirim. Toh kalau dihitung-hitung, beli barang online plus ongkirnya bisa sama harganya dengan beli barang offline loh. Sudah ribet muter dari satu toko ke toko lain, pake nawar belum tentu dikasih, ngarep diskon jatuh-jatuh harganya masih sama aja, yah mending cari barang di e-commerce terpercaya. Gak pake ribet, gak pake lama. 

Alhamdulilah yah, gara-gara event #TelunjukINSS ini saya jadi punya sahabat belanja baru. Thanks ya telunjuk.com. Sekarang jadi tahu kalau mau belanja online gak perlu ribet, pake telunjuk.com aja!

Nah, kalian mau belanja apa akhir tahun ini? Kalian juga bisa loh ikut membandingkan harga di berbagai pembelanjaan online di telunjuk.com agar bisa mendapatkan barang yang terbaik sesuai kemampuan kita. Yuk jadikan telunjuk,com sahabat belanjamu and be a smart shopper, sista! Mari belanja!!


Tsundoku, Kebiasaan Unik Pembaca Buku



Tsundoku, Kebiasaan Unik Pembaca Buku

Sebagai orang yang katanya suka baca buku (eh iya sih), setiap bulan saya selalu punya alasan untuk mampir sejenak dua jenak di toko buku. Awalnya lihat-lihat deretan 'New Arrival', lalu kemudian mampir ke bagian best seller dan pada akhirnya ngider ke segala penjuru dan berakhir dengan satu dua buku di tangan menuju kasir. Sampai di rumah, bungkus plastiknya di buka, lepasin label harga buku dari plastik dan menempelkannya di bagian dalam sampul baca selembar dua lembar lalu kemudian membiarkannya tergeletak di sisi tempat tidur. Besok-besok ke toko buku lagi, gak tahan untuk tidak beli buku baru lalu kejadian yg sama terulang. Gitu aja terus, sampai akhir tahun bukunya numpuk setinggi2nya. Yang bener-bener dibaca sampai habis hanya beberapa saja. Sounds familiar? Alhamdulillah yah,kalau gitu. Berarti I'm not the only one.

Ternyata kebiasaan seperti itu di Jepang disebut dengan Tsundoku. Ini adalah kata yang menggambarkan seseorang yang membeli buku, lalu  kemudian menumpuk di lantai atau di rak-rak, dan berbagai macam perabot lainnya tanpa membacanya. Kata tsundoku sendiri mulai dikenal pada awal Jepang modern, era Meiji (1868-1912). Diambil dari kata Tsunde oku yang jika diartikan secara harafiah berarti membiarkan sesuatu yang menumpuk dan ditulis. Barulah kemudian saat pergantian abad, oku (おく) dalan kata tsunde oku berganti menjadi doku (読) yang berarti membaca. Berangsur kata tsunde doku yang agak sulit diucapkan itu berganti menjadi tsundoku yang dikenal untuk menggambarkan para penimbun buku. 


Sebenarnya Tsundoku ini sehat gak sih? 

Beberapa menganggap kebiasaan seperti itu cuma buang-buang uang. Ngapain beli buku gak dibaca. Eh ya bener juga sih. Beberapa lainnya tentu punya alasan tersendiri. Saya sendiri bersembunyi dibalik alasan ‘kesibukan’ *uhuk*.  Kerja atau kuliah Senin sampai Jumat, Sabtu dan Minggu tergoda drama Korea dan rapelan tidur, itu gimana coba? Ada juga alasan nabung bacaan buat liburan (which is never happen, karena mending puas-puasin jalan atau tidur. Ini gue aja apa gimana ya?). Alasan berikutnya adalah sebagai referensi tulisan dan bahan pembelajaran (tsaah yang anak kuliahan mah alasannya gitu). Tapi yang jelas sih bukan untuk jadi pajangan semata biar dikira orang yang berintelektual tinggi padahal sih sebenarnya penimbun buku. Serius, nanti juga saya baca kok. Nantiiiii tapi gak tahu kapan, hihihi.. Maunya sih beli buku supaya nambah ilmu, eh ini malah nambah debu. Hiks. 

Kamu pernah seperti itu juga gak sih? Pelan-pelan menjadi Tsundoku atau malah sudah jadi Tsundoku kronis?  Share cerita kamu di sini yah.. Semoga kita bisa menjadi Tsundoku yang tobat, asalkan bukan jadi Sadako. Kalo itu mah ogaaaahhh!!!! 

Aplikasi Penjadwalan Posting di Media Sosial

Saat ini media sosial tidak lagi hanya sebagai jejaring kita untuk bersilatuhrahmi, tempat pembuangan sampah digital (alias curhat) atau kepoin status orang lain (eh!). Media sosial bisa dipergunakan juga sebagai sarana promosi, entah itu untuk postingan blog terbaru (bagi para blogger), promosi jualan (buat yang dagang online), sampai promosiin jualan orang lain (untuk para buzzer). Update statusnya sih gampang, tapi bagaimana dengan waktunya?


Menurut para pakar social media marketing setiap media sosial punya hari dan waktu yang tepat agar status yang kita posting itu dilirik oleh orang banyak. Nah, lalu bagaimana kalau di hari dan waktu yang tepat itu kita malah gak punya kesempatan untuk posting status? Masih mendingan dikit kalo update status itu untuk promosi kita aja, bagaimana kalau itu untuk promote partner bisnis kita?

Saya teringat sebuah true story yang diceritakan seorang social digital marketer dalam satu workshop beberapa bulan lalu. Ini true storynya Raditya Dika waktu awal-awal dia jadi buzzer salah satu produk. Jadi waktu itu Raditya Dika harusnya ngetwit di waktu yang sudah disepakati. Apa daya ternyata di saat itu Radiya Dika masih berada di pesawat dalam penerbangan ke salah satu kota (lupa gue, Jogja atau Solo). Mau diwakilin ngetwitnya juga gak bisa. karena Radit megang sendiri akun twitternya (dia gak pake asisten, ternyata). Pada akhirnya twit pesanan itu gak bisa diposting sesuai jadwal. Yah... :(

Aplikasi Penjadwalan Posting di Media Sosial

Nah, itu kejadian beberapa tahun lalu pada saat media sosial belum sesemarak sekarang dipakai menjadi lini promosi. Sekarang hal seperti itu sudah bisa disiasati dengan cara menjadwalkan postingan kita melalui aplikasi tertentu. Nih ya, saya bocorin tiga aplikasi yang saya pake dari sekian banyak aplikasi yang tersedia.

Buffer 

Aplikasi yang paling sering saya gunakan ini bener-bener helpful dan mudah digunakan. Pengguna memasukkan update an status di kolom 'Content' - Queue, (contoh : postingan terbaru di blog) dan Buffer akan mempostingnya sesuai dengan jadwal yang sudah disiapkan. Mengenai jadwal, sebenarnya Buffer sudah menyediakan waktu-waktu terbaik untuk postingan kita, tapi kalau mau diset sendiri juga bisa. Biasanya kan ada yang mau bedain waktu postingan di hari kerja dan weekend, silahkan masuk aja ke tab 'Schedule'  dan atur waktunya sesuai dengan keinginan. 1 hari kita bisa mengupdate postingan sampai 5 kali. Untuk mencari tahu seberapa besar impact dari update an status, bisa di cek di tab 'Analytics' - Post. Dari situ bisa kelihatan mana yang popular dan kurang popular sebagai bahan acuan kita juga kan? Toh kalaupun ada update an yang kurang berasa impactnya bisa di 'Re-Buffer' lagi kok. Tenang aja..

Social Media Scheduling AppsOiya, dengan Buffer kita bisa memposting 'update an status' sampai ke 3 akun media sosial yang berbeda seperti Twitter, Facebook, Google+,Pinterest, Linkedin. Di tujuh hari pertama, kita bisa menambahkan sampai 5 media sosial termasuk Pinterest. Setelah itu silahkan memilih apakah ingin tetap free dengan hanya 3 akun saja atau memilih program berbayar yang bisa sampai  10 akun media sosial. Saya sih milih yang gratisan, tentunya. Menurut saya sih itu sudah cukup untuk mempromote update an kita, 1 Fanpage Facebook, 1 Twitter dan 1 Google+.

HootSuite

Sebenarnya jauh sebelum saya menggunakan Buffer, saya sudah lebih dulu mengenal HootSuite. HootSuite adalah alat manajemen media sosial paling populer bagi orang-orang dan bisnis untuk menjadwalkan update an di Facebook, Twitter,Linkedln, Wordpress, Google+ dan Instagram dari satu dashboard berbasis web. Selain bisa mengelola update an di media sosial, HootSuite bisa dipakai untuk pelacakan percakapan dan mengukur hasil kampanye melalui web atau perangkat mobile. Penjadwalan bisa dipilih secara otomatis (Auto Schedule) untuk impact yang lebih baik (menurut HootSuite) atau bisa ditentukan sendiri sesuai keinginan pengguna. 

Perbedaannya dengan Buffer? Menurutku Hootsuite ini lebih lengkap karena kita bisa memantau akun-akun milik kita dari sosial media yang berbeda dalam satu halaman, lengkap dengan timeline, mention, RT, sampai message di Inbox. Hootsuite juga memiliki tab 'Analytics' yang menurutku lebih mudah dipahami, walaupun iyaah sih kalau mau lebih lengkap harus upgrade ke pro dulu a.k.a berbayar. Tapi tenang aja, HootSuite menawarkan layanan gratisan kok yang bisa mengakses 2 laporan Analytics (Twitter dan Facebook overview) meski tidak selengkap jika upgrade ke Pro. Yaiyalah! Lumayan sih buat yang mampunya gratisan aja kek saya :D 

Social Media Scheduling apps


Klout 

Duh asa pernah dengar di mana sih? Hahaha.. nih para Blogger yang selalu resah gelisah gegara Klout Score, pasti agak-agak gimana gitu ya membaca kata 'Klout'. Tapi iyah, emang bener Klout score yang menurut beberapa Blogger itu penting banget itu punya aplikasi untuk scheduling update status juga, hanya untuk Twitter saja. Laahh? Semacam Tweetdeck, dong.. cuma bisa scheduling update an twit. Yah gak gitu juga sih.. 

Social Media Scheduling Apps

Klout ini sebenarnya juga bisa dipakai untuk mengukur dan mentrack seberapa besar  impact dari akun sosial media seperti Facebook, Instagram, Linkedn, Blogger, YouTube, Flickr, Foursquare, Pinterest, Tumblr, Wordpress, Last.fm, Flicker dan Yammer yang kita punya. Klout juga menyediakan waktu terbaik untuk ngetwit yang berbeda dengan Buffer dan HootSuite serta kita bisa mengetahui apa yang sedang trending sesuai topik yang kita pilih. In other way, jika akun kita sering memposting mengenai topik tertentu, bisa jadi Klout menganggap kita expert di topik tersebut dan memajangnya di side bar 'Top Expert'. Lumayan kan kalau ada yang mau follow akun kita :D. Bisa naik-naikin Klout Score, kan yah.. 


Social Media Scheduling Apps

Final Thought 

Sebenarnya masih banyak aplikasi penjadwalan posting di media sosial yang tersedia. Sebut saja Tweetdeck (aku juga pake ini sebenarnya), Seesmic, SocialFlow (hampir sama dengan Buffer), SpreadFast dan berderet aplikasi lainnya. Menentukan mau milih yang mana, tentu saja kembali dari selera masing-masing. Seseorang bisa saja menganggap Buffer ribet dan Tweetdeck lebih mudah, misalnya tapi yang lain mungkin lebih memilih Buffer karena lebih banyak media sosial yang bisa dihubungkan untuk satu postingan. 

Saya pribadi pada akhirnya memakai 4 (iyah, empat!) aplikasi untuk  penjadwalan posting media sosial, karena alasannya simple saja : semua aplikasi memiliki kekurangan dan kelebihan yang bisa saling melengkapi. Berhubung saya juga selalu memilih yang gratisan pula, jadi kalau aplikasi yang satu sudah membatasi postingan saya untuk hari ini sementara masih perlu menjadwalkan beberapa postingan lainnya di hari yang sama, saya bisa menggunakan aplikasi penjadwalan posting di media sosial yang berbeda. Praktisnya, saya pun bisa menggunakan aplikasi-aplikasi ini di handphone atau tablet. Jadi gak ada cerita seperti Raditya Dika yang gagal posting twit berbayarnya gara-gara masih di atas pesawat. 

Nah, kalian gimana? Ada yang pake aplikasi untuk penjadwalan posting di media sosial? Share di bagian komen, dong. Makasih yah..  

Ketika Anak Curhat

Kalian tahu kan saya suka banget sama Daehan, Minguk, Manse. Saking sukanya sama mereka, saban Minggu malam saya sudah nyiapin quota data untuk streaming video The Return Of Superman yang tayang di KBS2 TV. Meski tanpa subbed bahasa apapun tetap seru loh nonton part Daehan, Minguk, Manse ini. *Thanks to SIK thread forum for the help of providing the link*



Edisi minggu ini, episode 108 adalah episode yang menarik banget. Bukan hanya untuk fans Song triplets, saya pikir episode kali ini juga menarik buat para orang tua. Jadi ceritanya, Song Il Gook ngejailin Daehan, Minguk, Manse dengan berpura-pura menghukum mereka. Sebenarnya gak bener-bener jail sih, Il Gook appa penasaran aja pengen tahu apa sih yang sebenarnya dirasakan dan dipikirkan oleh Daehan, Minguk, Manse. Seperti kebanyakan orangtua, Song Il Gook juga pengen tahu anaknya itu beneran sayang gak ya pada dirinya. Maka dibuatlah skenario di mana ketika mereka bermain, satu persatu mereka di tarik ke kamar mereka dan didudukkan di 'thinking chair'.
Thingking Chair adalah metode Song Il Gook untuk mendisplinkan anaknya ketika mereka nakal atau melakukan kesalahan. Daehan, Minguk, Manse akan duduk di kursi yang menghadap tembok kamar selama 5 menit dan diminta merenungkan kesalahan mereka. 
Song Il Gook dengan Ketawa Jailnya Memperhatikan Reaksi Daehan di Thinking Chair

Ketika giliran Manse 'dikerjain',  dia nurut saja walaupun sempat nanya kenapa dia harus duduk di thinking chair sementara dia merasa tdk melakukan berbuat kesalahan. Namanya juga anak-anak, masih polos dan belum tahu ini hanya akal2an Song Il Gook pengen tahu perasaan terdalam Manse. Ya kali ada hal tertentu yang Manse segan katakan pada orangtua, ya kan?

Maka dikeluarkanlah mainan robot yg bisa bicara untuk mengorek perasaan Manse. Sebenarnya robot ini dikendalikan oleh Song Il Gook dari kamar sebelah. Suara si robot berasal dari Song Il Gook juga. Melalui monitor, Song Il Gook bisa melihat reaksi dari anak-anaknya. Ternyata meski kembar, Daehan, Minguk, Manse punya reaksi yang berbeda. Daehan serius banget menjalani hukuman sampe-sampe robotnya sengaja dibuat jatuh oleh bapaknya dari ruangan sebelah, Daehan mah  cuma ngelirik doang. Minguk yang walau masih sedih dihukum, dia masih sempat bersikap ramah, Manse malah surprisingly curhat segala sama si robot ketika ditanya kenapa dia bisa ada di kamar sendirian.

Song Manse, tadinya sedih jadi ceria. Ada yang nanyain sih... 
"Aku tidak tahu kenapa aku dihukum. Appa tiba-tiba membawaku ke sini,"jawab Manse. Lagi seru-serunya ngobrol, tiba-tiba Il Gook appa masuk ke kamar untuk ngecek. Manse pun dengan polosnya mengaku tadi dia ngobrol dengan robot. Ketika dia ingin memperlihatkan sang robot pada Il Gook, si robot tiba-tiba hilang. Sumpah ngakak banget liat ekspresi Manse. Dia gak tahu aja, om kameramen yang ngumpetin si robot atas kode dari Song Il Gook. Begitu appanya keluar kamar, si robot muncul lagi.


Meski baru 'mengenal' si robot yang entah datang dari mana, Manse kelihatan sangat nyaman ngobrol sekaligus curhat dengan si robot. Manse sempat-sempatnya cerita kalau dia menyukai appanya karena Song Il Gook itu "Gwiyowo" alias imut.. Ahay!

Manse juga cerita apa yang membuatnya bahagia dan sedih. "Aku senang maen perosotan tapi aku sedih kalo dimarahin appa." ooowww...



See, setiap manusia sepertinya punya kecenderungan untuk curhat, entah itu pada orang terdekat, sosial media,blog,diary (eh masih ada yang punya?), atau barisan semut-semut di dinding menatapku curiga seakan penuh tanya,"sedang apa di sini?" dan hap, lalu ditangkap! *Ehhh malah nyanyi* Bisa juga pada mainan.

Beneran niat curhat atau curcol alias curhat colongan, bisa dilakukan siapa saja dan terjadi di mana saja. Ketika sedang sedih atau galau trus tiba-tiba ada yang kelihatannya perhatian dan nanya,"kamu kenapa?" gak berasa keluar deh semua uneg-unegnya. Tidak terkecuali pada anak-anak, seperti yang kejadian pada Song Manse. Metode ini mungkin bisa dipraktekin buat orangtua lyang pengen tahu perasaan terdalam anak-anaknya. Atau ada yang punya metode lain? Silahkan curhat share di sini *dan blog ini mendadak jadi blog parenting gara-gara Song Manse*.  Yuk.. !

Huawei G8, Tangkap Semua Momen!

Sehari-hari selalu ada saja hal yang terjadi di luar dugaan kita. Momen-momen yang tak akan terulang dan harus diabadikan saat itu juga. Bisa jadi, inilah yang menjadi alasan Huawei mengeluarkan seri G8 dengan kamera depan 13 MP beserta fitur-fitur canggih untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 


Huawei G8, Tangkap Semua Momen!

Huawei G8 mempunyai fitur utama yang patut diacungi jempol. Itu gak lain gak bukan adalah fingerprint scanner yang bisa mengenali sidik jari sehingga handset dapat di-unlock dengan cepat. Fitur ini membuat G8 cocok untuk penggila fotografi, apalagi street photography yang butuh kesigapan dalam menangkap momen. Coba liat deh hasil fotonya : 



Rear camera G8 juga memiliki toleransi yang baik pada pencahayaan rendah,loh. Jadi kita tetap bisa memotret di malam hari dengan hasil foto yang tetap tajam. Ada anti shocknya juga, hasil foto G8 akan tetap tajam tanpa ada efek goyang. Pas banget nih buat yang suka nonton konser. Fancamnya bisa pooolll deh... Hehehe..


Jangan khawatir bentar-bentar lowbat karena kapasitas baterai yang dimiliki Huawei G8 itu adalah 3000mAh. Semakin banyak kesempatan kita deh, untuk terus mengabadikan semua kejutan sehari penuh. Jadi, rasanya untuk menemani aktivitas sehari-hari, Huawei G8 memang pantas jadi pilihan kita. Nah, daripada penasaran, langsung googling aja,lah yah...  Huawei G8, tangkap semua momen!