Berani Lebih Percaya Diri Berkompetisi

Kalau melihat blogger-blogger lain sudah menang ini itu, rasanya saya pengen juga. Diluar masalah hadiahnya, ini sebenarnya tentang eksistensi diri (ciee..bahasanya!). Dulu sebuah cerpen dan puisi saya pernah di muat di majalah, senangnya bukan main. Sekarang saya pengen tahu apakah tulisan saya di blog cukup bagus untuk menang dan kembali membuat hati senang. Maka ikutlah saya dalam pertarungan lomba blog. 

Sekali dua kali tiga kali hingga entah berapakali, gak ada satupun yang menang. Research, menulis, edit, membaca kembali, diedit lagi, ditulis ulang sampai begadang semua saya lakukan tetapi tetap saja gagal. Saya jadi bertanya pada diri sendiri, jangan-jangan saya memang gak bisa membuat tulisan yang enak untuk dibaca. Jangan-jangan tulisan saya yang dimuat di media itu hanya kebetulan saja dimuat? Dan masih banyak pertanyaan membuat galau yang melintas di kepala.



Setiap orang punya ketakutannya tersendiri, saya pun begitu. Saya takut mencoba karena takut gagal lagi karena sering gak menang. Sempat terpikir untuk gak usah ikutan lomba blog apapun. Gak usah deh, percuma! Namun suara hati berkata,"Ah cemen lu. Masa kek ginian aja nyerah. Basi! Madingnya sudah mau terbit lo masih bingung antara lari ke hutan atau belok ke pantai."

Pertentangan ini membuat saya galau, gregetan dan akhirnya sampai pada satu titik dimana saya berpikir,"Aku tuh gak bisa diginiin!"   



Daripada menyalahkan diri sendiri, pikir punya pikir mending saya intropeksi. Saya lalu mereview tulisan sendiri dan tidak lupa membaca tulisan-tulisan blogger lain yang punya banyak pembaca dan sering menang kontes. Tujuannya sebagai bahan perbandingan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka dengan tulisan saya. 

Dari hasil blogwalking itulah saya pikir bagus tidaknya sebuah tulisan juga tidak ada hubungannya dengan bakat. Mengutip statement  Dewi Lestari, faktor menjadi penulis itu bukan bakat tapi kerja keras. Menurut saya itu ada benarnya. Mungkin bakat itu ibarat batu akik. Asalnya dari bongkahan biasa yang bentuknya tidak menarik kemudian diasah pakai gerinda. Kalo gak diasah ya akan tetap jadi batu bongkahan, gak akan kelihatan cantiknya.

Saya pikir menjadi seorang blogger pun seperti itu. Gagal sekali, coba lagi perbaiki. Gagal dua kali, coba tulis yang lebih baik lagi. Berani menang berarti harus lebih berani lagi untuk kalah. Toh tidak menang bukan berarti tulisan tidak bagus, siapa tahu gaya penulisan kita kurang kena dngan selera juri. Atau mungkin memang tulisannya itu belum siap untuk dipertandingkan, bisa juga belum rejeki.


Statement Dewi Lestari dikutip dari buku "My Life As A Writer", foto Dewi Lestari  dari IG @deelestari dan dibuat menggunakan Pablo by Buffer. 

Oleh karena itu sekarang saya menantang diri sendiri untuk tidak lagi takut dan meragukan kemampuan. Ikuti saja dulu semua lomba blog dengan usaha yang terbaik, tetap rajin menulis. Toh jikapun tidak menang, anggap saja belum waktunya dan bukan berarti saya gak mampu atau saya tidak berbakat, bukan?

Karena sesungguhnya kegagalan terbesar bukanlah  kalah melawan orang lain, melainkan kalah melawan diri sendiri. Semangat!! 

Belanda dan Inovasi : Sinar Matahari Untuk Plastik Ramah Lingkungan



Apa yang terpikirkan saat menyebut kata Belanda?


Jawaban bisa beragam tergantung siapa yang ditanya. Anak SD yang baru belajar sejarah mungkin akan terpikir kata ‘Penjajah’. Yang senang jalan-jalan bisa jadi menjawab Kincir Angin, Tulip dan Sepatu Kayu. Mahasiswa bisa jadi menjawan Bendungan, Sepeda, Neso  karena kepikiran mencari beasiswa. Bukan tidak mungkin pula  para pembaca novel akan menjawab  Negeri Van Oranje ( Iyah,  novel fenaomenal itu loh..) dan masih banyak alternatif jawaban lainnya. 

Dari sekian banyak hal yang menjadi top of mind seseorang dari kata ‘ Belanda ‘ seorang teman saya yang meraih master dan doktornya di Delft University bilang Belanda adalah Inovasi. “Di Belanda, dosen-dosen itu nanyaaaa.. melulu,”katanya. Bukannya tanpa alasan, sebuah jawaban akan menjadi sumber pertanyaan berikut yang menstimulasi untuk membangun ide dan gagasan baru. Dari sinilah munculah inovasi-inovasi yang menghantarkan  Belanda di posisi enam European Innovation Index diantara negara-negara di Eropa dan di posisi ke lima Global Innovation Index di seluruh dunia pada tahun 2014. 

Belanda memang tidak main-main dalam hal Inovasi.  Bagi Belanda ini adalah landasan bagi perekonomian dan masyarakat mereka di masa kini dan yang akan datang untuk kepentingan generasi berikutnya.  Jika melihat sepak terjang inovasi tekhnologinya , Belanda tampaknya sangat berambisi. Pemerintah bersama pihak swasta, industri, akademisi, lembaga penelitian dan konsorsium publik bahu membahu menciptakan inovasi-inovasi baru di segala bidang.  Satu hal  yang menarik bagi saya adalah inovasi tersebut harus menjadikan Belanda dan bumi menjadi lebih baik. 

Bagaimana caranya?

Belanda dan Inovasi : Sinar Matahari Untuk Plastik Ramah Lingkungan 


Salah satu hal yang menjadi ancaman  bagi lingkungan adalah plastik, tidak saja karena sulit didaur ulang namun pada proses pembuatannya dapat menghasilkan limbah kimia yang dapat merusak lingkungan.  Pada saat  pembuatan plastik ada pada sebuah proses dimana  hidroksilasi bereaksi mengubah sikloheksana menjadi sikloheksanol, sebuah molekul perintis untuk bahan nilon. Untuk mengubah sikloheksana  tersebut diperlukan atom oksigen dan atom hidrogen yang akan membantu pada proses pembakarannya dengan metode tertentu. Pada proses ini katalis kimia dibutuhkan namun sayang sekali proses ini pula yang menghasilkan limbah kimia yang cukup berat. 

Melihat hal tersebut dicarilah berbagai cara paling tidak untuk memimalisir hal tersebut. Dengan mengkombinasikan Bioscience dan Kimia ditemukanlah sebuah inovasi baru dengan mengganti bahan-bahan kimia yang dipergunakan untuk proses penting pembuatan plastik dengan enzym bernama monooxygenases, yang ditemukan di semua organisme hidup. Pada manusia, enzym ini  memainkan peran penting dalam mematikan  zat beracun dalam liver. 

Sesuatu yang berasal dari alam, harusnya kembali ke alam.  Dalam pengaktifan enzym Monooxygenases yang memerlukan elektron dipergunakanlah  Air dan sinar matahari. Dengan stimulasi yang tepat air dapat berfungsi sebagai donor elektron untuk enzym Monooxygenases. Caranya adalah dengan mengkombinasikan katalis titanium dioksida, senyawa yang ditemukan dalam cat tembok putih, dengan sinar matahari yang akan memisahkan air dan menghasilkan elektron untuk monooxygenases, seperti dalam proses fotosintesis pada daun.  

Proses Fotosintesis Dengan Menggunakan Sinar Matahari Diadopsi Dalam Proses Pembuatan Plastik


Sebenarnya penggunaan sinar matahari dalam inovasi tekhnologi di Belanda  sudah dikembangkan pada  industri Fotovoltaik, sektor teknologi dan penelitian yang berhubungan dengan aplikasi panel surya untuk mengubah sinar Matahari menjadi listrik, tapi belum ada yang terpikirkan untuk menggunakannya untuk dalam  proses  pembuatan plastik.  Sejauh ini teknik tersebut dianggap cukup menjanjikan karena di Belanda diperlukan cahaya buatan agar reaksi kimia dapat terjadi. Agar didapatkan hasil yang maksimal saat ini penelitian tetap dilanjutkan. Jika inovasi ini berhasil diharapkan akan ada alat yang lebih sederhana kuat dan serbaguna untuk reaksi kimia yang lebih sulit lagi agar dapat membuat  industri kimia sedikit lebih ramah lingkungan.

Sebuah jawaban akan menghasilkan sebuah pertanyaan berikutnya. Dan pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan terus memicu Belanda untuk terus menciptakan inovasi-inovasi baru untuk Belanda dan bumi yang lebih baik.  

Indonesia, jangan mau kalah ya!

References :
  1. http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/expat-page/news/dutch-no-longer-among-top-european-innovators
  2.  http://www.holland.com/global/meetings/green-meetings/green-conference-cities/amsterdam.htm
  3.  http://delta.tudelft.nl/article/turning-sunlight-into-plastics/29622

REVIEW JDorama : Itazura Na Kiss 2 Love In Tokyo

Masih ingat dong dengan Aihara Kotoko dan Irie Naoki di Itazura Na Kiss : Love In Tokyo yang sempat gue bahas disini? Nah, akhir tahun 2014 lalu season 2 dari J-Dorama kembali mempertemukan Furukawa Yuki dan Miki Honoka sebagai pasangan muka lempeng - absurd sedunia : Mr and Mrs Irie, Naoki dan Kotoko.

Itazura Na Kiss 2 : Love In Tokyo
Pasangan Cewe Ceria dan Si Muka Lempeng 

Itazura Na Kiss season 2 ini dibuka dengan 1 episode special 'Love In Okinawa' yang memperlihatkan pasangan pengantin baru ini sedang bulan madu. Kebayang dong Kotoko bahagianya kek apa. Akhirnya setelah naksir bertahun-tahun rasanya seperti mimpi bisa menikah dengan Naoki dan sekarang bulan madu di Okinawa pula! Saya aja yang nonton penasaran si lempeng ini bisa apa yah di bulan madu mereka, secara Kotoko kan sudah gak perlu ditanya malu malu tapi maunya... 
Tapi beneran nih, ini adalah akhir cerita Kotoko dan Naoki?

REVIEW JDorama : Itazura Na Kiss 2 Love In Tokyo 


Setelah episode special itu selang dua bulan barulah ditayangkan Itazura Na Kiss Season 2 sebanyak 16 episode. Di season 2 ceritanya berfokus pada kehidupan Kotoko dan Naoki setelah menikah. Naoki yang sempat berhenti kuliah karena harus mengambil alih perusahaan ayahnya kini kembali mengejar cita-citanya menjadi dokter. Kotoko pun tidak mau kalah, dia berusaha keras agar bisa menjadi perawat supaya bisa kerja bareng dengan Naoki. Perjuangan yang tidak mudah mengingat kemampuan Kotoko yang dibawah standar. 

Tapi inilah yang saya suka dari Jdorama. Sesulit apapun keadaan tidak pernah patah semangat.Dimarahin senior, dikerjain pasien, dijudesin teman angkatan, Kotoko tidak pernah menyerah. Dia harus membuktikan kalau dia bisa. Memang sih ada saatnya dia merasa down juga, tapi Kotoko tidak sendiri. Kotoko punya teman-teman sekolahnya dulu dan juga punya teman-teman baru yang siap membantu. 

Walaupun kemudian ada persaingan karena salah satu temannya suka banget sama Naoki. 

Dan seniornya juga suka Naoki.

Dan pasien-pasien pun suka dokter Irie Naoki.

Ahh.. semua suka Irie Naoki. Kotoko jadi stress sendiri. Apalagi tidak ada yang percaya Naoki menikahi dirinya karena perbedaan intelegensia. #PukPukKotoko

Etapi jangan salah ya.. gitu-gitu Kotoko terkenal dengan ketulusan dan kebaikan hatinya. Ternyata ada yang naksir Kotoko sampai minta Kotoko cerai aja dari Naoki karena Naoki kelihatannya tidak peduli pada Kotoko. Tapi benarkah Naoki seperti itu?

Keita vs Naoki 

Overall, Itazura Na Kiss 2 : Love In Tokyo  menurut saya adalah tentang meraih cita-cita dan menjadi dewasa. Cita-cita tetaplah hanya impian kalau tidak diusahakan, namun juga harus yakin apakah ini impian yang sesuai dengan diri sendiri atau hanya karena ingin berdampingan dengan orang yang disayang? 
Begitupun kehidupan pernikahan, tidak semudah yang diangan-angankan. Pasti ada halangan, apalagi jika jarak memisahkan. Namun dengan berjalannya waktu kekuatan cinta teruji dan itu akan mendewasakan. Tsaahh... 

Dan ini tidak hanya berlaku untuk Kotoko dan Naoki, tapi juga pada Kinchan dan Irie Yuki. Iyahh si tengil dan si bocah jutek ini masing-masing akan mengenal cinta.. Ahay!

Last but not least, Itazura Na Kiss 2 : Love in Tokyo gue kasih 3 dari 5 bintang. Ceritanya seru sih, adegan romantisnya Naoki ngekiss Kotoko juga banyak (uhuk!). Cuma entah kenapa saya melihat chemistry Furukawa Yuki dan Miki Honoka tidak seperti jaman Itazura Na Kiss season 1. Tau deh kenapa. Lebih kelihatan kek kakak-adik .Furukawa Yuki juga kurang poll jutek dan coolnya. Apa perasaan saya aja yah? 

Cieee Kotoko Cieee...  (NGIRI To The Max)

Yang jelas ketika episode 16 berakhir, saya cuma bisa berharap semoga ini bukan akhir cerita Kotoko dan Naoki. Saya butuh lihat Naoki junior dan rempong rempongnya Kotoko pas hamil. Eh upps.. 

Silahkan nonton sendiri deh. Jangan lupa kasi tahu saya pendapat kalian yah tentang J-dorama ini. 

Berkunjung Ke Mother Care Dan ELC Makassar

Jumat 17 April 2015 lima orang member Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) Makassar diundang oleh Kanmo Retail Group ke  ke acara Media & Blogger Luncheon Mothercare & Early Learning Center (ELC) di Trans Mall. Berhubung saya berdomisili di Makassar dan lagi semangat-semangatnya nge-blog, langsung aja mendaftarkan diri dengan harap-harap cemas. Gimana gak H2C, eventnya berlangsung di hari kerja dan jamnya setelah jam istirahat pula. Dududu.. pinter-pinter selesain pekerjaan aja deh biar gak dicariin pas seru-serunya event. Yang penting mah  cuzz dulu aja, masalah kemudian dicariin selalu ada alasan :D *jangan ditiru!* 

Tiba di venue, setelah registrasi saya segera say hai dengan pihak penyelenggara. Ya iya dong...sudah diundang masa gak say hi dulu sih. Setelah itu barulah saya bergabung dengan para undangan lain yang ternyata sementara bersantap siang. Alhamdulilah yah, sambil makan siang bisa sekalian kopdar dengan emak-emak yang biasanya cuma bertegur sapa di blog atau di grup FB aja. Sementara para undangan (termasuk saya) menikmati makan siang, pihak penyelenggara siap-siap untuk memulai acara. Sepuluh menit kemudian, acara dimulai deh!

Media & Blogger Luncheon Mothercare & Early Learning Centre (ELC) ini dibuka oleh mas Abi sebagai MC. Tanpa banyak basa basi mas Abi segera mempersilahkan mbak Bertha Setiana, Marketing and Communication  Director Kanmo Retail Group.

Bertha Setiana, MarComm  Director Kanmo Retail Group

Untuk yang belum ngeh, apa sih hubungannya Mothercare & ELC dengan Kanmo Retail Group, mbak Bertha menjelaskan secara singkat dan jelas bahwa Kanmo Retail Group ini adalah perusahaan yang memegang lisensi franchise untuk kedua merek terkemuka dunia itu.

Berani Lebih : Lebih Berani Nyetir Sendiri

Kebanyakan perempuan merasa cukup nyaman dianterin kemana-mana. Alasannya bisa jadi beragam. Ada yang memang belum punya kendaraan pribadi, ada juga yang gak mau repot, beberapa mungkin merasa belum cukup berani untuk menyetir kendaraan sendiri.  Memikirkan nyetir sendiri rasanya  sudah deg-degan apalagi  melihat para pengendara mengunakan jalan seenak hatinya aja. Belum lagi 'teror' musiman dari genk motor. Duh jadi tambah gak berani deh!

Memang bagi kebanyakan perempuan butuh ekstra keberanian untuk menyetir. Kalau ekstra keberanian itu ketutupan dengan rasa takut, ya sudahlah gak bakal bisa impian nyetir sendiri itu terwujud. Saya juga seperti itu waktu pertama kali nyetir. Kalau gak nekat, mungkin sampai sekarang saya masih dianterin kemana-mana atau naik transportasi umum. Belum lagi pemeo yang beredar dikalangan umum bahwa PEREMPUAN GAK PINTER NYETIR bisa jadi kebawa-bawa ke alam bawah sadar. Padahal, perempuan bisa nyetir kok, pinter malah. Asalkan mau belajar ..



Setelah belajar nyetir dari jaman Candi Prambanan belum berdiri bareng Roro Jongrang sampe jaman Bella Swan  dikasih hadiah mobil sama Edward Cullen, akhirnya sudah hampir dua tahun ini saya nyetir sendiri kemana-mana.

Ketika diawal-awal nyetir, mati dalam sudah jadi momok menakutkan bagi saya. Mobil mati karena dilepasnya injakan kopling dan gas tidak selaras. Yasaalam aja  jika ini terjadi kalau di tengah-tengah traffic yang padat atau di jalan yang menanjak.Apalagi kalo sudah ada yang klakson di belakang. Hadeuh, keringat dingin walaupun mobil pake AC tidak bisa dihindarkan. Lengkap sudah, grogi dan panik jadi satu. Deg-degan poll!!

Muter di belokan U aja hati-hatinya minta ampun. Ada juga pak ogah cepean yang keki karena saya terlalu sibuk merhatiin motor yang gak nyalip sampai gak ngasih mereka seribuan. Belum lagi masalah parkir. Maju mundur cantik sampai lurus itu selain bikin senewen. Ini  juga berpotensi bisa merubah tukang parkir menjadi Syahrince. Maju mundur cantik..



Pernah suatu kali mobil hampir nyungsep di got gara-gara truk sampah mengklakson dan menyalip di belokan. Truk sampah segede transformer sukses bikin saya panik dan banting setir. Untungnya mobil gak jadi nyungsep cuma menyerempet mobil dari arah berlawanan. Mobil yang diserempet ternyata mobil punya polisi pula,coba! Duit 100 ribu melayang dengan ucapan,"Kantor saya disebelah kantor bapak loh.. (sambil nyebut nama provider telco yang mengendorse iklan tata tertib lalulintas). Gak ngaruh, duit 100 ribu tetap aja buat ganti rugi penyok bempernya. Duh!

Ketika pun akhirnya nekad nyetir lagi,  awal-awalnya sempat  nyerempet  dan diserempet, bumper depan penyok dan penyokin pintu mobil orang lain juga. Berenti lagi? Gak! Saya mempertebal doa mudah-mudahan gak kejadian lagi dan lebih hati-hati. Karena kalau gak gitu, mau berapa kalipun belajar nyetir gak bakal bisa nyetir sendiri (lagi). Alhamdulilah dari jaman mobil manual yang diberi nama 'Kyu', lalu ganti jadi mobil matic bernama 'Siwan' sudah dapat pengalaman yang mudah-mudahan bisa menginspirasi dan memberi semangat untuk para perempuan nyetir sendiri.

Baca juga : Tips Berkendara Aman dan Nyaman 


Mudah-mudahan berguna. Saya pengen banget menyemangati para wanita untuk nyetir sendiri bukan buat gaya-gayaan aja. Selain bisa memudahkan aktifitas, juga mana tahu ada kondisi darurat disaat tak ada suami/saudara/bapak/supir yang bisa mengantar. Sekarang tergantung lagi nih pada pribadi masing-masing, siapkah? 

Web Drama, Trend Baru Drama Korea

Gara-gara beberapa waktu lalu di twitter heboh dengan  web drama EXO Next Door, seorang teman (yang gak usah disebut namanya, ntar dia kondang)  nanya-nanya di whatssapp.  Dia penasaran kok bisa rame aja dibicarakan. Memangnya ceritanya super duper keren bingits? (Ngomong ala seumuran fansnya EXO). 

Akhirnya saya ceritakan sekilas story linenya dan alasan web drama yang baru 2 episode itu jadi TTWW (lengkapnya ntar di postingan berikutnya yah, supaya kalian betah maen ke blog gue. #modus), dia nanya lagi nontonnya dimana. Setelah diberitahu nontonnya di Line TV, dia nanya lagi "Channel TV baru? Harus langganan lagi dong..." 

Well, you don't have to, secara yang namanya web drama emang gak tayang di televisi tapi di website. 

Mungkin banyak yang belum tahu apa sih web drama itu?

Misaeng Prequel Web Drama 

Ketika Daehan,Minguk, Manse, Kim Soo Hyun dan Ha Ji Won Bertemu

Susah bagi saya untuk tidak membahas Song Triplets, Daehan Minguk Manse ketika yang tiap hari saya pantengin adalah mereka. Kadang-kadang terlintas dipikiran, mereka ini sebenarnya bisa banget membentuk boyband. Mereka bertiga sama-sama suka nyanyi dan masing-masing punya spesiality. Daehan bisa jadi leader sekaligus visual karena dia yang paling ganteng (menurut saya). Minguk menjadi 'the brain' and 'the voice (semacam Kyuhyun di Super Junior gituh..) karena paling cepat hapal lagu dan pinter. Manse? Mmh.. dia tipikal member boyband dengan imej bad boy yang suka becanda gitu deh. Ya kan?

Ternyata baru-baru ini imajinasi saya tentang Song Triplets boyband ini kurang lebih terwujud dalam sebuah iklan bank yang mereka bintangi. Bukan plek jadi boyband sih. Di iklan 30 detik itu Daehan, Minguk, Manse bertransformasi menjadi anak band. Bonusnya  ada Kim Soo Hyun dan Ha Ji Won juga loh.. Super duper keren! 



Peringatan : 
Hati-hati! Iklan ini berpotensi membuat penonton mengklik icon replay berulang kali. Menghubungi dokter jika jatuh cinta pada Song Triplets atau makin cinta sama Kim Soo Hyun adalah usaha yang tidak berguna.