Bagaimana Cara Memperpanjang Paspor?

Gak berasa sudah lima tahun sejak Aku membuat paspor pertama kali. Itu berarti Aku harus memperpanjang paspor lagi. Paspor pertama Aku expired tanggal 25 Februari lalu. Katanya perpanjangan adalah minimal enam bulan sebelum tanggal expired. Namanya juga minimal kan yaa.. artinya asalkan tidak melewati tanggal expirednya aja. 

Berhubung Aku gak punya cukup waktu luang di jam kerja, jadi sering ditunda-tunda deh.  Bahkan ketika Hari Bakti Imigrasi berlangsung dimana pelayanan kantor Imigrasi buka di hari Sabtu pun Aku gak sempat. Akhirnya di awal bulan Februari, Aku memutuskan mau tidak mau, sempat gak sempat, Aku harus menyediakan waktu untuk memperpanjang paspor. 

Bagaimana Cara Memperpanjang Paspor? 

Pembuatan Paspor


Sebenarnya gak ada istilah memperpanjang paspor di kantor Imigrasi. Ada juga 'penggantian' paspor. Bisa jadi karena pemikiran orang awam seperti kita memperpanjang masa berlaku SIM, akhirnya istilah perpanjangan paspor lebih akrab dibanding penggantian. 

Penggunaan kata 'penggantian' memang lebih tepat karena penggantian paspor ini dapat dilakukan tidak hanya jika masa berlaku paspor kita akan atau telah habis. Paspor hilang, rusak pada saat proses penertiban atau diluar proses penerbitan hingga halamannya penuh sebelum masa berlakunya habis juga masuk kategori penggantian pasport. Nah kali ini, kita bahas kategori penggantian paspor yang masa berlakunya AKAN habis ya. Caranya sangat mudah dan syaratnya pun gak ribet. 

1. Siapkan Paspor Lama dan e-KTP

Untuk paspor keluaran tahun 2009 dan setelahnya, cukup siapkan foto kopi paspor lama dan foto kopi KTP elektronik. Tentunya saat datang ke kantor Imigrasi setempat tetap harus bawa aslinya yah.




2. Daftar Antrian Online 

Saat ini gak perlu lagi nunggu berjam-jam di kantor Imigrasi dengan antrian yang gak jelas di mana ujungnya. Kita bisa ngambil antrian online dulu melalui website. Sebelumnya registrasi dulu untuk membuat akun baru. Setelah login, baru deh pilih mau mengurus perpanjangan paspor di Kanim mana, lalu pilih hari dan jam yang sesuai dengan waktu lowong kita. 




Alhamdulillah di Makassar saat ini ada dua pilihan tempat pengurusan paspor. Kantor Imigrasi Makassar di jalan Perintis Kemerdekaan Km.13 dan Unit Layanan Paspor I di jalan Sultan Alauddin Kompleks Ruko Alauddin Plaza ( sekompleks ruko dengan McD Alauddin). Berhubung lokasi kantor lebih dekat ke jalan Sultan Alauddin, aku lebih memilih ke kantor Unit Layanan Paspor I aja.  

Setelah memilih hari, waktu dan berapa pemohon, lanjut ke step berikutnya untuk memasukkan nomer nama pemohon, nomer NIK dan keterangan status. Satu akun bisa untuk 4 orang pemohon. Keterangan pemohonan apakah itu pribadi, ayah, ibu atau anak bisa diinput di bagian keterangan.



Nantinya akan ada pemberitahuan melalui email yang telah kita daftarkan. Email tersebut bisa diprint sebagai bukti saat kita datang ke kantor imigrasi. Tapi jika kamu mendaftarnya melalui aplikasi antrian online yang di download melalui apps store, tinggal perlihatkan saja barcodenya. Pilih yang mana aja yang membuat kamu nyaman.  

3. Datang ke Kantor Imigrasi Sesuai Hari dan Tanggal yang Dipilih 

Aku waktu itu sengaja milih hari Jumat pukul 13.00  setelah sholat Jumat, jadi datanglah aku ke kantor Unit Layanan Paspor I Makassar lima belas menit sebelumnya. Ternyata layanan masih tutup karena jam istirahat pegawai kantor Imigrasi di hari Jumat dari pukul 11.00 - 13.30. Nunggu dong aku. Barulah tepat pukul 13.30, mas mas yang bertugas di front desk membuka antrian. Nah, disini kegesitan diperlukan, hehehe. 

Meskipun sudah daftar antrian online, tetap aja untuk masuk ke ruangan verifikasi, wawancara dan foto masih perlu antrian manual. Biasanya nih yang paling gesit adalah mba mba dan mas mas dari travel yang mengurus klien mereka yang sudah lanjut usia. Tips dari aku, begitu masuk ruangan Kanim, entah petugas front desknya sudah ada atau belum langsung ambil posisi aja di depan meja petugas.

4. Mengisi Formulir Permohonan 

Petugas di front desk memberikan map berisi formulir permohonan yang harus diisi oleh pemohon. Isi formulir dengan huruf kapital. Jangan khawatir, petunjuk pengisian formulir ada kok tertempel di meja pengisian. Lagian data yang diminta dalam formulir bukan pertanyaan yang susah kok. Semacam nama lengkap, tanggal lahir, alamat, NIK dan sebagainya. 

Setelah isi formulir, duduk manis deh nunggu nomer antrian yang tertera di map kuning dipanggil. Aku kebetulan dapat nomer antrian sekian sekian dan itu ternyata ada antrian yang daftar online jam 11 yang belum selesai. Aku menunggu agak lama sampai bisa ngobrol dan tahu tujuan orang-orang disekitar aku buat ngurus paspor, hahaha. Sekali panggil, bisa sampai 10 orang sesuai dengan jumlah petugasnya kali ya. Sayangnya kegesitan petugas dalam bekerja berbeda-beda.



Ada yang berorientasi waktu, ini biasanya bu ibu petugas yang sudah senior. Ada juga yang santai kayak di pantai, nah ini tampaknya pegawai yang masih muda. Aku awalnya dapat ibu petugas yang berorientasi waktu. Pengisian data dan wawancara lancar dan cepat namun tetap santai. Apalagi pas tahu aku kerja di mana, ibu nya malah lebih ramah lagi. Pas foto itu yang agak lama sama mas-mas nya. Entah kenapa, padahal meja sebelah bagian foto juga cukup cepat. Sepanjang hasil foto paspor nya bagus, aku gak masalah sih. Hihihi.. 

Oiya sedikit tips buat kamu yang berhijab, usahakan pake hijab yang warnanya terang atau gelap sekalian. Soalnya latar belakang foto paspor itu warna putih. So, warna pastel atau abu-abu itu tidak disarankan. Aku waktu itu pake jilbab warna cokelat sementara yang sebelum aku pakai warna ungu muda pucat. Dia diminta ganti jilbab warna merah yang disediakan di ruang ganti. Lumayan lama sih nungguin dia ganti jilbab. So, make sure you wear warna jilbab yang cocok dengan latar belakang foto ya! 

5. Melakukan Pembayaran di Bank 

Lima tahun yang lalu ketika aku pertama kali membuat paspor, pembayaran biaya pembuatan paspor dilakukan di loket pembayaran kantor imigrasi setempat. Sejalan dengan program pemerintah dalam reformasi penerimaan negara, maka untuk pembayaran biaya pembuatan paspor yang dikategorikan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Untuk ketertiban PNBP disetor melalui 78 bank persepsi. Termasuk di dalamnya Bank Negara Indonesia (BNI), BRI, Bank Mandiri, BPD, bank swasta seperti BCA, HSBC, Bank Niaga dan lain-lain.

Pembayaran bisa dilakukan di teller, tapi aku lebih menyarankan bayar via ATM atau internet banking. Awalnya aku mencoba bayar via ATM BRI. Entah kenapa announcementnya 'Tidak Dapat Diproses'. Tiga kali aku coba, tetap gak bisa. Akhirnya aku bayar via internet banking bank Mandiri. Selesai! Total pembayaran sama persis dengan di bukti pengantar pembayaran yaitu Rp.355.000,-.

Bukti pembayaran diprint dan nantinya disertakan pada saat pengambilan paspor, so keep it safe!

6. Mengambil Paspor 

Empat hari (kerja) setelah melakukan pembayaran diterima, baru deh kita kembali ke kantor Imigrasi tempat kita mengurus perpanjang paspor untuk mengambil paspor. Kementerian Imigrasi menjamin 4 hari kerja saja, paspor kita sudah jadi.

Untuk mengambil paspor, kita tidak perlu lagi mengambil antrian online. Aku waktu itu datang ke kantor Unit Layanan Paspor I Makassar langsung aja melapor ke front desk dengan memperlihatkan tanda terima pengantar pembayaran dan tanda bukti pembayaran. Ada dua line antrian loh di sana. Satu untuk pembuatan paspor, satu lagi untuk pengambilan. Make sure to wait on the right line. Biasanya line pengambilan ada di sebelah kiri dan antriannya gak sepanjang line pembuatan paspor. Nantinya petugas front desk memberi nomer antrian untuk mengambil paspor di lantai dua.

Proses pengambilan paspor tidak terlalu lama di luar waktu menunggu. Alhamdulillah banget, pas aku ngambil hanya ada aku dan satu ibu lagi, jadi cukup cepat. Saat dipanggil, serahkan tanda terima pengantar pembayaran dan tanda bukti pembayaran dari bank pada petugas. Setelah itu kita diminta foto kopi lagi paspor baru dan menyerahkan surat pernyataan ber materai 6000 (ada di mas mas foto kopian di ruangan sebelah). Surat pernyataan bermaterai dan foto kopi paspor baru kita itu biayanya Rp.10.000,-. Tapi kalau kamu bawa materai sendiri kayak aku, gak pake biaya lagi sih. Kecuali kalau kamu mau beli sampul paspornya, cukup sediakan Rp.10.000,-.



Surat pernyataan itu nanti kamu bawa lagi ke loket pengambilan paspor. Petugas akan meminta kita menandatangani bukti telah terima paspor pada berkas permohonan kita. Setelah itu, paspor baru dan paspor lama kita terima, deh! Jyaaah!!

Mengurus Perpanjangan Paspor Sendiri Mudah Kok! 


Gak ribet kan ya ngurusnya? Paling butuh kesabaran buat nunggu aja. Toh setertib-tertibnya peraturan dibuat, kadang-kadang orang Indonesia tuh terlalu lincah dalam mengantri. Pemohon paspor juga bukan kita aja kan ya.. Jadi ikutin aja tiap tahap prosesnya. Gak usah pakai calo. Sempatkan waktu seluangnya aja.

For your information, setelah tahap foto dan wawancara aku gak langsung bayar. Ada kali dua minggu lebih baru deh aku bayar via internet banking. Ngambil paspornya juga lebih dari 4 hari setelah pembayaran. Yang jelas jangan lebih dari 30 hari aja setelah tanggal permohonan aja sih. Selain dianggap batal, kasian juga petugasnya ribet nyariin berkas dan paspor kita diantara tumpukan berkas lainnya. Semoga postingan ini bisa membantu kamu dalam perpanjangan paspor kamu ya! 

Jalan Ke Mana ? Seoul - Part 1

Hai gaes! (Eh sudah mirip sama vloggers gak? Hahaha). Ternyata banyak juga yah  yang penasaran nih ternyata tentang trip musim semi di Korea Selatan. Saya banyak mendapat DM di Instagram dan email yang isinya pertanyaan seputar itinerary, visa sampai biaya. Jadi gak apa-apa lah ya, saya ngebahas salah satu hal yang sering ditanyain di DM instagram saya, yaitu : "itinerary" .

Baca juga : Sulit Atau Mudah Mengurus Visa Korea ? 

Eh, tapi btw sudah follow Instagram saya gak nih? Follow dong.. follow! Insya Allah foto2nya gak bikin "sakit mata" dan taat komposisi. Hehehehe.. 

Jalan ke Mana di Seoul ?

Ok, jadi selama lebih kurang 7 hari di Seoul itu saya ke mana aja? Mmh.. sebenarnya dari kapan hari sebelum berangkat saya sudah ngelisting tempat-tempat must visited. Tempat-tempat yang turis banget dan tempat-tempat lokasi syuting drama Korea atau variety show. Berhubung saya kerja di media televisi, sempat siaran radio selama 16 tahun dan waktu itu masih kuliah S2, ada beberapa tempat yang mungkin gak menarik buat kebanyakan pelancong tapi menarik banget buat saya.

Oleh karena itu seperti yang pernah saya posting sebelumnya, itinerary itu memang tergantung dari masing-masing orang. Kamu mau ke mana, mau ngapain aja. Awalnya saya ngelist hampir 5 universitas yang pengen saya singgahi. Ini akibat pengen kuliah S2 di Seoul tapi gak kesampaian. Hiks. Saya juga ngelist lokasi syuting drama Goblin yang sempat saya intip dari berbagai fansite. Stasiun televisi pun gak luput dari daftar tempat-tempat yang ingin saya kunjungi.



Sayang beribu sayang, namanya juga itinerary itu rencana manusia. Pada kenyataannya hanya Allah yang menentukan. Eh, bener loh! Saya gak becanda.  Terkadang ada beberapa yang gak bisa dihindari meski sudah diprepare jauh-jauh hari. Entah itu cuaca, dibuat nyasar sama Google Map, keenakan di satu lokasi sampai gak rela beranjak, kecapean dan hal-hal lain yang kadang-kadang gk masuk akal seperti ketiduran di subway yang salah jalur pula. Heol! Ini beneran saya alami.

Baca juga : Traveling Rame-Rame, Berdua atau Sendiri ? 

Pada akhirnya itinerary yang sudah saya susun di Indonesia tinggal bye! Saya asli ngikutin kata hati aja dengan bantuan penunjuk arah entah dari website Visit Seoul atau Visit South Korea guide book Seoul dari KTO. Lebih simple dan disusun berdasarkan wilayah jadi lebih hemat waktu dan ongkos subway. Saya terus terang agak telat menemukan guide book ini, padahal mejeng di rak brosur di sebelah pintu utama penginapan. Di subway stasion khususnya yang besar semacam di Myeongdong dan Hub-Station  juga ada. Saran saya begitu tiba di Incheon Airport segera cari guide book ini aja.

Day 1 ( Korstay  dan Malam Mingguan di Myeongdong ) 

Hari pertama di Seoul saya habiskan setengahnya untuk istirahat sebentar di hostel. Pesawat saya nyampe pukul 9 an gitu deh di Incheon Airport. Urusan imigrasi, ambil bagasi sampai beli T-money dan simcard itu aja mungkin sekitar sejam gitu deh karena ngantri dan emang Incheon Airport itu sangat luas. Lengkapnya silahkan nonton vlog tentang Incheon Airport yang ini: 



Dari Incheon Airport ke Seoul saya tempuh dengan menggunakan  KTX Arex All-Stop. Ini artinya kereta subway ini berhenti di semua station besar yang dilalui. Jadinya agak lama dibandingkan ngambil KTX Arex non-stop, apalagi jika stasiun tujuan kamu adalah Seoul Station seperti saya. Tapi biayanya lebih murah, sekitar 4250 Won. 


Pic dari Visit Seoul 

Saya menginap di KORSTAY Seoul Station Guesthouse yang ternyata gak begitu jauh dari Seoul Station. Bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 12 menitannya orang Korea deh, hahaha. Bisa juga nyambung pakai subway line 4 dan turun di stasiun pertama dari Seoul Station. Saya memilih untuk nyambung pakai subway aja dengan biaya 1250 Won. Lalu kemuudian saya nyesel karena memang jaraknya dekat aja kok buat jalan kaki. Tambahan lagi di stasiun Sookmyung University yang jaraknya sepelemparan wedges doing dari Korstay itu, gak ada lift apalagi escalator karena ini hanya stasiun kecil. Jadilah saya dan partner perjalanan harus ngangkat koper segede gaban melalui tangga jahanam. Alhamdulillah ada ahjussi yang baik hati menawarkan bantuan ngangkatin koper sampai ke pintu exit 1. Ahh.. kalau di Indonesia ini mungkin sudah paranoid duluan mengira mau dipalakin. Hahaha... 

Sesampai di Korstay sekitar pukul 12 siang, niatnya cuma mau naro koper, mandi, sholat dan leyeh-leyeh bentar abis itu cari makan siang. Nyatanya, begitu abis mandi, sholat dan baring sebentar malah ketiduran sampai pukul 5 sore. Aigoo.... Rencana awal mau main ke Seoul Fortress Wall lalu mampir ke Dongdaemun  dan ke Myeongdong akhirnya cuma bisa terealisasi ke Myeongdong aja. Sebenarnya 3 destinasi itu satu line dengan Sookmyung University station, sama-sama di line 4. Jaraknya juga gak begitu jauh, paling jauh ke Seoul Fortress Wall itu turun di Hyewa station setelah Dongdaemun, hanya 10 menitan dengan jarak 6,8 km. Hanya karena ketakutan saya aja jalan-jalan malam hari di Seoul Fortress Wall yang bikin saya mengurungkan niat. Di drama sih kelihatannya romantic ya ngeliat kota Seoul dari atas, tapi kalau liat rutenya yang kudu jalan lagi ke atas hadeuuuhh mending saya ke Myeongdong aja deh!

How to Myeongdong ? Take Seoul Metro Subway Line 4, turun di Myeongdong Station 

Namsan Tower Terlihat dari Salah Satu Sisi Myeongdong 

Myeongdong itu malah lebih dekat, cuma 4 stasiun aja dari stasiun Sookmyung University dengan jarak 2.6 km. Waktu tempuh cuma sekitar 5 menit, itu juga sudah sama nunggunya. Stasiun Myeongdong ini termasuk stasiun yang cukup ramai dan gede, karena ini adalah salah satu spot tourism dengan pusat perbelanjaan yang lengkap. Mau cari yang murah meriah, yang mahalan dikit, yang super mahal ada di sini. Gak heran stasiun Myeongdong ini dilengkapi dengan customer service, vending mechine, ATM, tourism center, escalator dan lift. Dindingnya full dengan LED billboard super gede yang menampilkan advertising produk artis-artis Korea sampai ucapan selamat ulang tahun atau apalah buat artis-artis kpop. Katanya sih, kalau mau mengukur besarnya fanbase suatu artis, bisa dilihat dari seberapa gede billboard artis tersebut terpampang nyata di stasiun Myeongdong. 

Ultahnya bulan Februari, Masih Bertahan Sampai Bulan April 
Gong Yoo Oppa Ngajak Ngopi 

Nah, saya di Myeongdong ngapain aja? 

Myeongdong itu adalah area perbelanjaan, particularly, banyak banget outlet kosmetik. Kamu nyari merk kosmetik Korea apapun ada di Myeongdong. Selain kosmetik, Myeongdong juga punya outlet fashion, café, tempat makan sampai karaoke pun ada. Namanya juga pusat perbelanjaan lah ya. Area Myeongdong ini sangat luas, kamu bakal mudah tersesat apalagi kalau pakai patokan outlet kosmetik. Soalnya satu brand kosmetik bisa punya tiga sampai empat outlet di Myeongdong aja! Saran saya kalau memang mau jalannya misah-misah sama teman-teman kamu, paling gampang janjian di outletnya Nature Republic yang paling gede yang jaraknya cuma 20 meter dari exit 6. Gak bakal salah karena dinding berhiaskan dedaunan trus ada tulisan Nature Republic. Dari arah manapun bakal kelihatan. 

Waiting Spot, Nature Republic Main Shop

Area perbelanjaan Myeongdong gak melulu isinya outlet, gaes. Banyak loh pedagang kaki lima nya. Bedanya mereka gak jualan di trotoar tapi di tengah jalan. Memang sengaja sih diset seperti itu karena mobil dan motor hamper gak ada yang  bersileweran. Jualan dari para pedagang kaki lima ini beragam banget loh. Paling banyak sih emang street food gitu, tapi kamu juga bisa mendapatkan berbagai macam pernak pernik yang lucu-lucu, t-shirt, syal, sampai coat. Di sini kamu juga bisa beli buah-buahan especially Strawberry yang rasanya manis dengan ukuran yang lebih gede daripada di Indonesia. 

Bungeoppang atau Kue Ikan, Salah Satu Snack Food seharga 3000 Won 

Harga street food di Myeongdong itu mulai dari 1000 -7000 Won gitu. Sementara harga asesories dan fashionnya lumayan beragam, murah meriah gitu deh. Nawar bisa, cuma rata-rata sudah matok harga. Penjualnya juga cukup bisa berbahasa Inggris, walaupun seadanya. Kalaupun kamu gak bisa berbahasa Korea dan agak susah berbahasa Inggris, kalkulator dan google translate bisa kamu andalkan. 

Pedagang Kaki Lima dengan Segala Jualannya

Myeongdong juga punya underground shopping center, jadi sebelum ke bagian subway kamu bakal ngelewatin deretan toko-toko yang jualan baju lah, koper lah, makanan lah sampai kpop goods seperti CD, bantal, keychain dan lain-lain. Just be careful don't get carry away, bisa-bisa kamu jalan terus sudah sampai Dongdaemun, hahaha. 

So, I spent my first night strolling around in Myeongdong karena tiba-tiba gak berasa aja eh sudah hampir jam 11 malam aja. Sebenarnya Metro Subway di Seoul beroperasi sampai pukul 12 malam, cuma karena pengen kereta berubah menjadi labu, saya dan partner sepakat mengakhiri petualangan hari pertama setelah beli beberapa produk kosmetik, snack yang sudah diulik ke halal annya, strawberry yang super enak dan window shopping di underground shopping center. Sebelum kembali ke Korstay, gak lupa beli nasi instan di CU Mart dekat penginapan. 

Total Spending For Day 1 


Transportasi
ICN ke Seoul Station : 4250 
Seoul Station ke Sookmyung University : 1250 
Penginapan ke Myeongdong : 1250 
Myeongdong ke Penginapan : 1250 

Food + Snack 

Binggere (Susu Pisang) : 3000 (2 botol) 
Strawberry : 7000 Won 
Snack         : 3000 
Belt            : 5000 
Kosmetik   : Gue lupa belanja apa aja, sorry ! 
Belanja di CU : 1500 Won (kalau gak salah ingat) 

Total 27.500 diluar harga kosmetik yang aku beli.

Baca juga : Traveling Ke Korea Butuh Budget Berapa ? 

So, hari kedua saya jalan ke mana lagi di Seoul? Tunggu di postingan berikutnya yah, gaes! 


Staycation di Whiz Prime Hotel Sudirman Makassar

Pekan lalu aku dan bapak sepakat runaway dulu dari rumah kami yang berantakan pasca banjir bulan lalu yang sampai saat itu belum selesai juga diberesin. Iya nih, akhir Desember tahun lalu gak disangka gak diduga, kawasan rumah aku yang adem ayem bebas banjir itu tiba-tiba aja tergenang hampir selutut orang dewasa.

Hujan yang deras siang malam tercurah dan sukses membuat rumah pun kemasukan air yang cukup tinggi. Karpet-karpet harus digulung dan diangkat ke tempat yang lebih tinggi, kulkas dan mesin cuci harus dinaikin ke atas meja dan masih banyak perintilan lainnya. Ketika banjir surut, ngepel, menjemur segala barang dan dokumen yang basah  dan beberes isi rumah itu loh yang ternyata gak beres-beres sampai seminggu. Akhirnya karena lelah dan sumpek, aku atas saran bapak, memilih untuk staycation di hotel aja. 2D1N itu cukup lumayan kan, daripada lu manyun.

Staycation di Whiz Prime Hotel Sudirman Makassar

Pilih punya pilih, aku memutuskan untuk menginap di Whiz Prime Hotel yang menurut aplikasi pemesan hotel adalah hotel bintang tiga. Di Makassar, Whiz Prime Hotel ada dua. Whiz Prime yang pertama terletak di jalan Sultan Hasanuddin dan yang baru aja opening di bulan July 2017 lalu adalah Whiz Prime Hotel Sudirman. Tertarik dengan lokasinya yang terletak di jalan protokol dan menjadi salah satu lokasi car free day di Makassar, aku pun akhirnya ngebooking kamar lewat salah satu aplikasi pemesanan hotel. Lumayan dapat diskon pula.



Pada Sabtu siang sekitar pukul setengah satu siang, aku dan bapak sudah sampai di Whiz Prime Hotel. Berhubung waktu check-in itu sebenarnya pukul dua siang, aku agak ragu juga, bisa gak ya early check in. Waktu booking kamar via aplikasi aku sempat ngasih note minta early check in sih, tapi kan belum tentu dipenuhi juga. Pun aku sudah telpon sebelumnya dan petugas yang saat itu menerima telpon aku bilang jika ada kamar yang sudah ready, bisa aja early check-in. Masalahnya aku dan bapak sudah kadung keluar rumah dan makan siang di luar, jadi sekalian aja daripada muter-muter lagi. Hayati lelah.. pengen leyeh-leyeh segera. Maklum, aku anaknya lemah pada kasur saat weekend. Maunya tiduuurrrr mulu. Hahahhaa..

Sebelum masuk ke lobby tentunya aku cari tempat parkir dulu buat si Merah. Dari luar tampaknya parkiran di  Whiz Prime Hotel ini sangat terbatas. Jadi jelas saja aku Alhamdulillah banget dapat space parkiran yang nyaman buat si Merah. Setelah masalah parkiran aman, baru deh aku masuk ke lobby buat check in.

Petugas resepsionis yang bertugas siang itu menjelaskan bahwa aturan yang berlaku di Whiz Prime Hotel untuk check in yah sama aja dengan hotel-hotel yang lain. Pukul dua siang. Tapi namanya juga rejeki blogger bermodal senyum dan banyak doa, ada kamar yang sudah ready dan akhirnya aku bisa check in saat itu juga. Yippie!!! Let's start the staycation!

Baca juga: Staycation di Zenrooms Bawakaraeng Makassar

Kamar yang aku tempati adalah kamar 501 yang terletak di lantai non-smoking. Kesan pertama yang aku dapatkan begitu aku membuka pintu adalah...  Pintunya keras juga ya dibukanya. Hahaha.. Selebihnya, keadaan kamar sama persis dengan foto yang ada di website. Putih minimalis dengan aksen hijau warna Whiz Prime Hotel. Dua jendela besar cukup memberi akses sinar matahari masuk. Bagus banget buat pencahayaan untuk foto atau rekam vlog. #eh



Ada meja tulis juga di sudut dekat jendela, bisa buat menempatkan laptop sambil berharap ada ide yang bisa ditulis buat ngeblog. Meja ini sekaligus buat naruh coffee maker sih, kali aja mau ngeteh atau ngopi sambil melihat pemandangan atap-atap rumah orang, kantor Pelni atau mobil yang lalu lalang di jalan Jenderal Sudirman seberang sana.  

Sampai detik itu saya cukup puas sampai saya menemukan bahwa slippernya cuma satu dan wastafel di kamar mandi yang mungil itu penutup di bagian bawahnya keras banget untuk ditarik. Saya perlu menelpon ke front desk, yes? Apa daya telpon di kamar 501 is out of service. Terpaksa saya ke lantai bawah dong untuk menginformasikannya.

Untungnya gak pake drama. Staff yang bertugas di front desk dengan sigap menginformasikan pada petugas bersangkutan untuk menyelesaikan ketidakberfungsian fasilitas di kamar 501. Wastafel sudah beres, telpon sudah bisa dipakai, slipper sudah lengkap, eh ternyata ada satu lagi yang ganggu. Sarung bantalnya.

Duh, mohon maaf lahir dan batin ya Whiz Prime, harusnya sih sebagai hotel jaringan tentunya Anda punya standarnisasi kerapihan dan kebersihan. Aku baru nyadar pas mau leyeh-leyeh ternyata pada salah satu sarung bantal terdapat tapak sol sepatu. Gak tahu deh, ini noda yang susah dihilangkan atau jangan-jangan gak dicuci apa gimana. Apalagi melihat seprei dan bed covernya tampak lecek kek gak disetrika. Gak mau suudzon, akhirnya aku laporkan ke house keeping. Diganti sih, tapi kan.. mmmh.. pointnya turun lagi.

Jalan Sore di Lapangan Hasanuddin dan


Ya sudahlah ya.. sementara bokap nonton televisi, aku memilih tidur siang aja sebagai anak yang baik dan masih dalam masa pertumbuhan (ke samping). The bed is so so so hard meskipun gak sekeras spring bed hotel di Korea. Alhamdulillah ya ACnya adem dan nyes banget, akhirnya bikin aku pulas sekitar sejam an sebelum akhirnya aku memutuskan untuk jalan cantik di lapangan Hasanuddin yang terletak di seberang Whiz Prime Hotel.

Ini dia salah satu benefit nginap di Whiz Prime, masih bisa olahraga meskipun gak ada ruangan gym apalagi kolam renang. Tinggal nyebrang aja, ada lapangan Hasanuddin dengan track lari, lapangan sepak bola, lapangan volley, lapangan basket yang sementara direnovasi dan lapangan tenis. Lapangan ini sejatinya berada di tanah milik TNI, tapi bisa dipergunakan untuk umum kok! Saya sempat 10 kali putaran jalan kaki loh! Ini prestasi buat saya yang gak kuat lari, hahaha! Jalan cantik is enough for me. Lalu kemudian saya lapar dan memutuskan untuk mampir makan bakso di jajaran penjual bakso yang tekenal dengan nama kawasan bakso Kachak a.k.a Kartika Chandra Kirana. 10 kali putaran lenyap ditelan semangkok bakso mas Boy. Bhay!!

Selain lapangan Hasanuddin, gak jauh dari Whiz Prime Hotel terdapat salah satu icon kota Makassar yaitu Monumen Mandala. Tidak perlu membayar untuk memasuki monument ini. Sayangnya, monument yang berdiri dengan gagah ini tampak tidak terurus. Seharusnya bisa jadi tempat wisata sekaligus pembelajaran sejarah buat anak sekolah dan turis. Apa daya, tampaknya pemerintah kota (atau provinsi?) kurang memberi perhatian yang memadai. Yah... sedih!

Monumen Mandala Makassar


Drama Pindah Kamar


Setelah ngebakso dan aku mulai gerah, balik lah ke aku ke hotel buat mandi. Disinilah drama terjadi, sodara-sodara. Ketika aku mandi di area shower, airnya sih lancar ya, baik itu air panas maupun air dingin. Enaklah mandinya. Sayang, airnya menggenang hingga ke area toilet yang dipisahkan pintu kaca. Menggenangnya gak kira-kira, nutupin jari-jari kaki. Aigooo.. mau gak mau aku nelpon lagi dong ke front office. Mana air yang menggenang itu menyisakan kenangan air yang agak lama surutnya. Bokap aku sudah agak sepuh ya dan beliau pernah kena stroke jadi kakinya gak sekuat yang dulu lagi, Selain lantainya jadi basah dan gak nyaman untuk dipijak, aku gak mau bokap aku tergelincir dan kenapa-napa. Memang hotelnya mau nanggung apa? The best way is, aku minta pindah kamar which is itu dipenuhi oleh pihak managementnya.

Pindahan lah aku ke kamar 524 dengan bantuan staffnya yang ngangkatin barang-barang aku. Kamar 524 ini masih selantai dengan kamar 501, sama-sama di lantai kawasan non-smoking. Bedanya kamar ini ada di ujung yang lain. Namun begitu aku buka pintu kamar, bau asap rokok jelas sekali tercium. Bikin sesak buat aku yang memang sensitive banget dengan debu dan asap rokok. Staff yang ngebantu kita pindahan sudah berusaha untuk menyemprotkan pengharum ruangan, which is itu gak berhasil sama sekali. Aku gak bisa membiarkan diriku batuk-batuk melulu sepanjang malam. Lagian siapa juga sih yang merokok dalam kamar berAC di lantai non-smoking? 

Lagi-lagi aku minta pindah kamar dan menobatkan aku menjadi tamu yang paling banyak komplainnya. Ya abis gimana, dong! Jadilah aku dapat kamar di lantai 3 area non smoking room, kamar 310.  Kamar tampak bersih dan rapih, tidak berbau asap rokok, air tidak mengenang di kamar mandi, it seems perfect.



Abaikan keberantakan baru aja pindahan kamar dan belanja cemilan ini, gaes!

Sampai kemudian aku pengen ngeblog dan meletakkan laptop di meja tulis. Kok ada semut sih? Periksa punya periksa, semut itu berasal dari sisa rebusan Indomie yang tampak sudah mengering di dasar kettle. Oh My God!

Hotel ini kok drama banget sih menurut gue? Untuk ukuran hotel bintang tiga dan masih baru, masa kebersihan peralatan gak diperhatikan sih? Mau gak mau aku angkat telpon lagi dan menghubungi house keeping. Segera diganti sih, tapi kan.. Ya sudahlah ya, sebenarnya masih ada lagi yang pengen aku pertanyakan dari kamar 310 ini yaitu masalah salah satu colokan listrik dekat telpon yang tidak berfungsi. Tapi karena sudah keseringan komplen, aku pasrahin aja lah. Toh di kamar tersedia 6 colokan kok, 1 gak berfungsi aku rasa gak perlu terlalu dipermasalahkan. *Sigh*

Sayang banget sih menurut aku, karena sebenarnya hotel ini masih cukup baru beroperasi. Artinya secara fasilitasnya harusnya hotel ini gak memiliki kekurangan. Kamarnya sih lumayan spacious ya untuk ukuran Superior. Desainnya juga simple, modern minimalis gitu.  Lokasinya juga cukup strategis memudahkan ke mana-mana. Untuk traveling atau business trip ini cukup penting. Mau makan, tempat makan banyak kok di sekitar hotel, mulai dari kelas bakso sampai café juga ada. Sebelah sanaan dikit bisa ngelayap ke mall, mau ke pantai Losari juga gak jauh.

Hotel ini juga memiliki restaurant. Aku gak makan malam di situ sih, cuma sarapan aja. Dari segi menu, sarapannya cukup beragam. Mulai dari makanan berat seperti nasi, sayur, ayam rica-rica, mie goreng, bubur ayam, coto Makassar sampai roti  dan buah. Minumannya cukup bervariasi dari kopi, teh dan jus Jambu serta air putih tentu saja. Rasanya sih biasa aja, gak fantastis sampai terkenang-kenang gitu (ealaaah...).

Sarapan Pilihan Aku


Hal yang membuat aku senang nginap di Whiz Prime Hotel Sudirman adalah karena aku bisa memanfaatkan waktu aku buat jalan sehat, entah di lapangan Hasanuddin atau di car free day sepanjang jalan Jenderal Sudirman. Sesuatu yang seringkali hanya sebatas janjian ama teman di WA dan gak terwujud karena aku sudah males duluan mikirin jarak antara rumah ke Sudirman. Sebenarnya gak lebih dari 7 km sih, tapi aku males aja, hahaha! Jadi dengan nginap di Whiz Prime Hotel Sudirman, ibaratnya aku tinggal keluar hotel aja sudah bisa olahraga. Staycation yang sangat berfaedah, kan?

Selain itu harga kamar superiornya gak mahal-mahal banget sih. Aku dapat harga 294rb untuk kamar superior Queen Bed dengan sarapan untuk dua orang. Lumayan terjangkau kan, ya? Tingkat keamanannya juga cukup baik. Akses lift ke setiap lantai hanya bisa menggunakan kartu kamar, jadi kalau ada tamu harus selalu lewat recepcionist dulu. Staffnya juga ramah dan sigap membantu. Ini adalah salah satu value yang bisa diandalkan dari Whiz Prime Hotel ini.

Sudut Andalan Untuk Ngeblog atau Foto

Meskipun begitu, ketelitian dalam kebersihan dan kerapihannya harus ditingkatkan. Kalau kata bokap aku sih, bisa jadi supervisor atau managernya kurang intens ngecheck cara kerja staff dan kedisplinan housekeeping. I mean, jangan sampai ada kejadian sarung bantal yang kotor, kamar non smoking yang berbau rokok atau kettle yang belum dicuci. Masalah kamar mandi, suara dari luar yang bisa kedengaran dengan jelas,pintu kamar mandi yang harus ditarik dan push sekuat tenaga untuk membukanya,  misalnya, itu mungkin akibat pembangunan hotel ini yang terkesan buru-buru banget. Padahal Whiz Prime Hotel Sudirman ini desainnya keren, seperti jaringan Whiz Prime Hotel pada umumnya . Internetnya aja lumayan lancar meskipun channel televisi terbatas. At least ada tvN dan aku bisa streaming video, aku sudah bahagia kok. Hotelnya juga masih baru ini...
Mudah-mudahan cukup aku aja yah yang mendapatkan 'drama pindah kamar'  kayak gini. Saran aku, kapan-kapan kamu traveling ke Makassar, business trip, lokasi buat ngevlog, pengen cari tempat untuk nulis or just getaway from your daily life for staycation dan kamu  butuh hotel dengan harga terjangkau di lokasi yang strategis, Whiz Prime Hotel Sudirman Makassar ini bisa kamu jadikan opsi. Paling sederhananya, sebaiknya menurut aku mending milih kamar di lantai 2 atau 3 untuk non smoking karena menurut aku pembuangan air di showenya nya lebih lancar. Carilah kamar yang berada di area 01 sampai 10 yang relative lebih gak berisik. Tapi mudah-mudahan dengan serentetan complain, pihak management hotel bisa lebih meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan.

Happy staycation ya, gaes!

5 Hal Penting Untuk Liburan Menyenangkan

Dari pengalaman-pengalaman traveling aku selama ini, ada beberapa hal yang aku jadikan pedoman ((ciee pedoman)) agar liburan menyenangkan, gak ribet dan tentu saja gak berbuntut bikin aku lelah lahir batin. Nah, apa aja? Ini dia beberapa yang aku list: 

5 Hal Penting  Untuk Liburan  Menyenangkan



1. Berburu Tiket Pesawat yang Sesuai Budget

Lokasi liburan berada nun jauh dari lokasi tempat tinggal memang lebih enak ditempuh dengan naik pesawat. Selain bisa menghemat waktu tempuh, lebih nyaman buat tubuh juga. Tentu saja ada harga ada kenyamanan. Harga tiket pesawat akhirnya membuat kita berusaha nyari harga yang murah. Begitu denger atau baca kata ‘Tiket Promo’ mata langsung berbinar-binar. Gak mau berangkat ke destinasi itu aja bikin kita (atau aku aja kali ya?) tiba-tiba jadi kepikiran ke sana, cek-cek tanggal yang pas dengan kegiatan kantor trus mulai nyari-nyari penginapan. 

Padahal sebenarnya meskipun bukan musim promo, kita tetap bisa traveling. Toh murah atau enggak kan relative dan termasuk rejeki-rejekian juga. Daripada gak berangkat-berangkat juga, mending cari tiket pesawat dengan harga yang sesuai dengan budget kamu aja deh. Jika dapat yang harganya sampai puluhan ribu rupiah saja, Alhamdulillah. Misalpun dapat harga standar pun, gak usah banding-bandingin sama traveler sebelah lah. Be a traveler anti baper, yes?

2. Penginapan yang Nyaman dan Aman

Entah kamu liburan sendiri, berdua atau bareng dengan keluarga, penginapan yang nyaman dan aman is a must. Jauh dari rumah loh ini. Gak perlu mewah sih, menurut aku. Sepanjang itu nyaman, aman dan harganya terjaungkau buat aku sih, yes. Syukur-syukur ada kolam renang, spa dan gym nya (hahahaha.. lalu disambit yang punya hotel. Maunya murah, banyak keinginannya! ). 

3. Itinerary

Ini penting nih! Di lokasi yang kita tuju pasti ada banyak tempat menarik yang pengen dikunjungi. Gak semua tempat perlu kita kunjungi, tergantung sukanya apa dan waktu yang tersedia. Mengunjungi satu tempat ke tempat yang lain dengan terburu-buru pun kurang menyenangkan juga loh. Kadang malah bikin cape doang. Jadi misalnya aku nih suka daerah pantai dan kulineran mending aku fokus ke pantainya aja sambil nyicipin makanan lokal. Gitu aja sih, senyamannya kamu. 

4.  Jangan Ngerepotin Orang Lain 

Liburan berdua atau rame-rame memang menyenangkan, tapi gak semua hal jadi bisa mengandalkan orang lain. You have to take care of yourself. Misalnya seexcitednya menjelajah, jaga kesehatan. Bawa obat-obatan ringan semacam minyak angin, plester obat, vitamin, gak ada salahnya. Malah menurut aku penting untuk dibawa. Just in case terjadi sesuatu, misalnya masuk angin karena kecapean atau kegores karang pas jalan-jalan di pantai. Sakit saat traveling kan gak enak juga buat kamu dan teman seperjalanan kamu yang harus merawat kamu. Jangan sampai ngerepotin, ah! 

5. Jangan Ngerepotin Diri Sendiri 

Biasanya traveling itu identik dengan oleh-oleh. Perlu gak sih bawa sedemikian banyak oleh-oleh yang menuh-menuhin bagasi itu? Kalau aku sih, oleh-oleh itu bisa dikondisikan. Misalnya ada cemilan yang bisa dimakan bersama atau barang khas tertentu yang ngingetin kita ama orang itu,. small things buat orang yang gak milih-milih oleh-oleh juga sih. 

Intinya, kalau budget memungkinkan yah kenapa enggak beliin orang tertentu oleh-oleh. Tapi kalau sudah misalnya bawanya susah, harganya mahal (dan bukan bistip yaa!) dan kemungkinan besar nyari barangnya harus niat banget, biasanya aku memilih untuk gak bawa oleh-oleh daripada aku repot sendiri. Liburan itu harusnya menyenangkan dan gak ribet, bener gak?


Liburan yang Menyenangkan di Namsan Tower, Seoul

So, that's it 5 hal  yang menurut aku penting untuk liburan yang menyenangkan. Kamu punya ide yang berbeda? Boleh share dibawah ya... 

Makin Mudah Wisata ke Belitung

Menjelang akhir tahun seperti ini, rasa-rasanya pengen liburan. Gak perlu panjang-panjang sih, 1 – 3 hari lumayan lah ya. Paling tidak sekedar menghilangkan kejenuhan dari rutinitas atau ‘pemandangan’ lu-lagi-lu-lagi. 

Satu tujuan wisata di Indonesia yang pengen banget aku kunjungi itu Belitung. Iyah, Pulau Belitung yang booming gara-gara film Laskar Pelangi itu,loh. Sempat liat foto-foto teman yang sudah pernah mampir ke situ, aku kan jadi pengen juga.

Makin Mudah Wisata ke Belitung 


Banyak tempat-tempat yang tampaknya menyenangkan untuk dikunjungi, misalnya keindahan di gugusan pulau kecil di sekitarnya, seperti Pulau Lengkuas, Pulau Basir, Pulau Pelayar, dan Pulau Burong. Menjelajah dari satu pulau ke pulau lain dengan menggunakan kapal nelayan semacam seru, ya gak sih? Bisa snorklingan atau sekedar terapung cantik (pake pelampung tentu aja) sambil menikmati hembusan angin pantai dan deru ombak. Sedeepp bener yaa..  


Selain wisata jelajah pulau, di Pulau Belitung kita bisa bertemu dengan spesies hewan asli pulau seperti monyet Tarsius dan rusa Belitung. Katanya nih, hewan-hewan asli itu bisa ditemukan di konversi Alam Batu Menas. Agak masuk ke hutan-hutan gitu sih gaes. Tentunya ini pas banget buat mantan anak pramuka yang suka bertualang.

Aku sih paling semangat mengunjungi satu kekhasan tersendiri dari pulau Belitung. Ada satu daerah bernama Mangar yang dijuluki kota 1001 kopi. karena banyaknya kedai kopi di salah satu bagian di kota ini. Sebagai pencinta kopi tentunya aku wajib kudu pasti banget nih menyesap secangkir dua cangkir kopi lokal di sana.

Nah, yang namanya liburan jauh kayak gini pastinya harus nyari tiket murah, hotel dan kalau perlu sih sudah ada yang nganterin ke mana-mana. Semacam paket wisata yang murah meriah menyenangkan gitu deh.

Sebagian orang bisa mungkin punya banyak waktu untuk browsing-browsing cari info atau bandingin harga tiket pesawat atau hotel yang satu dengan yang lain. Mulai dari cari tiket+hotel+itinerary. Sejujurnya aku paling males dengan hal-hal yang seperti ini. Kalau gak dapat tiket pesawat lewat travel fair, mending nyari tiket pesawat+hotel lewat aplikasi aja. 

Selama ini aku kan suka pesan tiket pesawat ya tiket pesawat aja, hotel entah booking di mana lagi, itinerary aku susun sendiri. Tahunya sekarang selain booking tiket di Traveloka sudah bisa booking hotel dan paket wisata pula. Gak perlu pusing mikirin itinerary dengan paket wisata Traveloka ini. Tinggal  cuzz aja. Caranya mudah kok.

1. Cari Tiket Pesawat dan Hotel

Masukkan detail penerbangan (berangkat dari mana, tanggal berapa, balik tanggal berapa, tiket untuk berapa orang) dan detail hotel (daerah mana, tanggal nginap dan untuk berapa orang). Klik Cari paket 


2.  Pilih Penerbangan dan Hotel 



Pilihan sesuai kemampuan, waktu dan senyamannya kamu aja. Tiket pesawat+Hotel sudah sepaket, dapat harga diskon pula. Malah setelah aku banding-bandingin, sebenarnya pesan paket pesawat+hotel secara bersamaan lebih hemat dibanding pesan terpisah, loh. Hematnya bisa sampai 20% tanpa kode promo apapun. Lumayan kan, lebih Murah daripada pesan terpisah! Sisa uangnya mungkin bisa digunakan untuk wisata kulineran. Selain itu produk paket tiket+hotel ini mudah digunakan. Jadi sekarang tidak perlu lagi memesan tiket & hotel secara terpisah. Mudah dan saving time banget kan ya… 


4. Konfirmasi Penerbangan dan Penginapan 


5. Pilih Metode Pembayaran  


Tersedia bermacam pilihan metode pembayaran mulai dari kartu kredit sampai bayar di Indomaret/Alfamart. Aku kebetulan merasa lebih praktis bayar via Indomaret aja. 



Setelah bayar di kasir, biasanya pembayaran otomatis terupdate di sistem Traveloka. Kalaupun misalnya ada gangguan, Klik ‘Saya Sudah Bayar’ dan upload bukti pembayaran dari kasir sebagai konfirmasi pembayaran. Setelah terkonfirmasi, akan ada e-tiket penerbangan dan voucher hotel yang masuk di alamat email kita. 



Mmmh, kalau kayak gini kan meski gak ada libur kejepit nasional bahkan jika cuti sudah habis, masih bisa short trip nih gegara Traveloka. Kamu sudah pernah nyoba belum?  Kayaknya wisata seru ke pulau Belitung bakal lebih seru nih. Yuk, let’s go traveling and have fun!! 

Suatu Sore di Gwanghwamun Square

Sore itu, setelah menjelajahi Gyeongbokgung Palace dan sekitarnya, saya kembali ke arah Gwanghwamun Square. Tujuannya pengen foto-foto lagi karena tadi siang hasilnya kurang maksimal gara-gara hujan. Iyes sodara-sodara, hujan di musim semi seperti di drama-drama Korea itu menyambut saya ketika keluar dari stasiun subway Gwanghwamun exit 9. Huhuhu.. 



Entah hujan yang telah reda atau memang begitulah adanya, Gwanghwamun Square sore itu beda dari siang tadi. Setelah nyebrang dari Gwanghwamun Gate, tampak berjejer polisi berompi hijau terang di sisi jalan. Beberapa sound system terpasang menyuarakan lagu-lagu Korea yang energik. Orang-orang menyemut mulai dari patung raja Sejong. Ada demo kah? Di Makassar kan biasanya gitu, pake bakar ban mobil segala. 

Lain lubuk lain ikannya, pepatah yang satu ini sepertinya benar. Di Makassar yang rame-rame pake polisi gini di tengah keramaian kota palingan demo. Di Seoul beda lagi,cyn.. 

Ternyata sore ini sekelompok ahjussi dan ahjumma sedang senam bersama di depan patung raja Sejong. Gak cuma itu. Hanya dipisahkan oleh tenda sound system  dan barisan mas-mas ganteng berjas hitam dan beberapa mba-mba berompi biru, mungkin ada sekitar seratus dua ratus atau bahkan lebih orang berkumpul di di depan sebuah panggung. Apa pula ini?


Suatu Sore di Gwanghwamun Square


Melihat mas-mas ganteng dan seorang mba berjas hitam dengan earpiece berseliweran di depan saya, tak pelak membuat saya langsung teringat pada drama Korea 3 Days. Mereka semacam pengawal keamanan presiden or something. 

Makin ke sana makin banyak orang, musik juga makin keras. Dari lagu yang terdengar sepertinya yang lagi perform di atas panggung itu grup Koyote. Itu lohh grupnya Kim Jong Min, castnya 2 Days 1 Night di KBS. Ya ampun.. ya ampun, saya suka banget sama acara itu. Meski gak cakep-cakep banget, Jong Min lucu abis. Lumayan kan bisa ngeliat artis, hahaha (sungguh saya memang terkadang naif sekali). 



Boleh gak ya saya lewat sini? Sudah orang di Seoul tinggi-tinggi (apa saya yang terlalu kecil?). Susyeeh amat menerobos ke panggung. Ya sudahlah lewat aja.  Jangan-jangan turis gak boleh lewat, kan gak lucu kalau ditahan polisi lalu dibawa ke kantor polisi Seoul. Mending kalo ketemu Donghae yang lagi wajib militer di sana..  

*eaaaaa.. ngayal!* 

Saya memberanikan diri bertanya pada seorang wanita berompi biru. Pokoknya di Seoul andalan saya kalau lagi nyasar atau pengen tahu sesuatu, tanyalah pada orang berompi warna terang. Mereka kemungkinan besar petugas. Asumsi saya gak salah. Dia sepertinya petugas yang bagi-bagiin brosur (hahahaha apa sih) hanya sayangnya dia gak tahu berbahasa Inggris. Jadilah dia memanggil seorang rekannya yang kemudian menjelaskan pada saya bahwa ini adalah event kampanye calon presiden Korea Selatan. 

Cek videonya di akun instagram @vitamasli 

Whaaaatt?? Kampanye? Saya pikir acara hiburan apa gitu. Mereka sedang menunggu sang calon presiden nomer 1 ini tiba di lokasi. Jadi ada acara nyanyi-nyanyi apalah gitu, bagi-bagi brosur dan light stick. Semacam konser Kpop aja nih bapaknya... Apa perasaan saya aja ya? 

Anyway, berhubung rasanya aneh juga berada di tengah orang-orang Korea yang bentar lagi bakal pemilu itu, Lagian takutnya kesorean, pencahayaan gak begitu bagus buat foto di depan patung Admiral Yi Sun Sin. Kamera mirrorlessnya lowbat cyn. Mau gak mau yang diandalkan cuma kamera dari hape aja. Ihiks! 

Berjalan menuju area patung Admiral Yi Sun Sin di belakang exit 9, saya perhatikan makin banyak orang berpakaian ala karyawan yang berlalu lalang dari seberang jalan. Ah.. sudah pukul setengah enam sore, waktunya bubar kantor. Tapi kok mereka gak bergegas pulang melalui exit 9 sih? Malah pada nunggu di depan pintu keluar? Ada apa sih, ada apa sih? Tingkat kekepoan saya memuncak. E..tapi ada spot yang bagus nih, foto dulu ah! 

*Tetap yaaa... turis banget!* 



Lagi seru-serunya foto sana, foto sini, area di depan pintu exit Gwanghwamun stasiun tiba-tiba kosong. Gak ada orang yang keluar dan masuk melalui jalur itu. Lagi-lagi mas-mas berjas hitam, tinggi semampai dan keren itu berdiri di beberapa spot tertentu. Adakah yang mau lewat? Eihh.. gak mungkin lah capres nomer 1 lewat situ kan? 

Sekali lagi, jangan nyamain kebiasaan di satu tempat dengan tempat lain. Beneran loh sang capres nomer 1 itu keluar dari situ diiringi pengawalnya sambil dadah-dadah gitu ke orang-orang yang menunggunya. Seorang haksaeng (siswa) yang berdiri di samping saya malah sudah teriak-teriak histeris semacam fans ngeliat member EXO lewat. 

Cek videonya di akun Instagram @vitamasli 

"Who is he?"tanya saya pada siswa perempuan itu. 

"He's our new president,"jawabnya dengan mata berbinar. "No... i mean, he's going to be new president." 

"Oh you mean he's one of the candidates for president?" 

"Yes, yes. But he's going to be our new president," jawabnya yakin seyakin fans kpopers meyakini hanya boyband favoritnya yang paling keren. 

Para mba-mba kantoran di sebelah sana juga tampaknya senang sekali meski gak sehisteris dedek ini sih. Bapak-bapaknya lebih kalem sih, cuma langsung turun dong minta salaman. Hahaha.. Ya sudahlah, langsung cuzz aja deh ke area patung Admiral Yi Sun Sin buat foto-foto. Sayangnya di sana tampaknya ada ritual memperingati kematian seseorang. Yah.. akhirnya cuma bisa foto dari samping aja. 



Hawa makin dingin, pegel makin terasa. Saya memutuskan duduk sebentar di bangku taman sambil duduk menikmati suasana sore di Gwanghwamun, Trafik kendaraan sore itu cukup padat meski tidak semacet Jakarta atau sesemrawut lampu merah di Makassar. Dari pengeras suara terdengar bapak capres itu berorasi entah ngomong, saya gak tahu. Yang jelas para pendukungnya dengan setia menyerukan namanya bahkan ketika bapak ini turun panggung. "Moon Jae In.. Moon Jae In.." 

Tiba-tiba saya teringat, payung kuning punya penginapan ketinggalan di tempat penyewaan Hanbok. Oemji.. berarti kudu balik lagi ke arah Gyeongbokgung Palace di seberang sana. Kalau saja payung pinjaman mungkin gak bakal balik lagi. Jauh booo'.. 

Kampanye Pilpres di Gwanghwamun Square, Moment I'll Never Forget


Tapi saya percaya everything happens for a reason. Demi mendapatkan payung itu kembali, saya harus melewati massa yang menari bersama seiring lagu tema kampanye. Ada dance tutorialnya loh di atas panggung. 

Di sisi lain, massa mengejar mengejar salaman dengan sang capres. Gak mau ketinggalan saya mengarahkan kamera hape untuk mereka. Saya baru ngeh bahwa saya lupa menekan tombol record ketika pak capres masuk ke mobilnya dan berlalu. Fiuhh... pasti kalau saya ceritain bakal dianggap hoax. Ok, fine! Whatever.. hahaha 

Sembari menyusuri jalan mengambil payung yang tertinggal, saya berpikir betapa event yang tidak sengaja saya ikuti itu adalah sebuah kampanye yang rame dihadiri oleh masyarakat namun tetap tertib. Tidak menganggu aktivitas yang lain meski harus berbagi Gwanghwamun Square dengan komunitas pesenam tai-chi dan upacara peringatan kematian. Waktunya di jam bubar kantor pula, di mana kawasan itu merupakan kawasan perkantoran pemerintahan yang juga gak jauh dari objek wisata. Kebayang dong crowdednya. 

Video lengkapnya ada di Instagram @vitamasli ya! Jangan lupa follow (teuteup pesan sponsor) 

Paling amazing menurut saya adalah si bapak ini tiba ke lokasi melalui stasiun Gwanghwamun exit 9 dan meninggalkan massa pendukungnya dengan mobil. Gak bikin macet, gak pake nutup jalan,gak pake foreider. Bahkan setelah kampanye usai Gwanghwamun Square tetap bersih dan nyaman. 

Ketika kemudian beberapa hari yang lalu ramai diberitakan bahwa Moon Jae In meraih suara paling banyak di pemilihan presiden Korea Selatan bulan Mei ini, saya lalu kepikiran siswi sekolah yang menjawab pertanyaanku. As she expected, bapak itu jadi presiden beneran. Congrats! Selamat ahjussi.. 

Apa ini berarti saya sudah menyaksikan peristiwa bersejarah? Hahaha.. 

Yang jelas sore di Gwanghwamun Square kala itu merupakan pengalaman berkesan. Saya menyaksikan moment yang mungkin tidak akan saya dapatkan jika saya jalan dengan tour travel atau payung gak ketinggalan atau males-malesan jalan kaki. I love my trip! Alhamdulillah.. 

Traveling ke Korea Selatan, Butuh Budget Berapa?

Ini dia nih pertanyaan yang sering banget dilontarkan orang-orang kepada saya SELAIN "ini jalan-jalan modal pribadi atau dibayarin?"

((Dibayarin))

Mauku juga begitu kak... 

Asal tahu aja traveling gratisan ke Korea itu sudah jadi impian sejak 2012. Ikut lomba lah, quiz lah, blog ini saya jadiin dotcom, kontennya Kwave melulu lah dan inilah itulah. Segala cara saya lakukan dengan harapan suatu hari bisa jalan2 ke Korea dibayarin pihak KTO atau siapa gitu. Ya kaleee...

Nyatanya.., mungkin Allah tahu saya cukup mampu untuk traveling ke Korea meski gak gratisan. Lagian apa sih yang gratis di dunia ini gaes? Ngeliat senyum Lee Jungki dari jarak 100 meter aja pake bayar tiket fanmeeting kok! Hihihihi..

Anyway,  saya ke Korea (Selatan) itu atas biaya sendiri. Berapa total keseluruhan biaya nya? Mmh.. lets put it this way!

Traveling ke Korea Selatan, Butuh Budget Berapa? 


Setiap perjalanan yang kita lakukan harus dilihat dulu dari style traveling kita. Apakah kita memilih traveling seperti turis secara grup yang disediakan pihak travel agen, semi backpackeran yang diusung oleh travel agen perseorangan,jalan berdua atau solo traveling? Karena tiap pilihan, beda biaya loh. Jalan berdua atau sendiri pasti beda juga dengan traveling bareng keluarga even though dilakukan secara mandiri (bukan pake grup tur travel agent).


Setelah menetapkan style traveling kita, baru kemudian kita menentukan berapa besaran budget untuk tiap-tiap variabel. Apa saja kah itu? 

1. Tiket Pesawat

Banyak orang yang berlomba-lomba dengan segala trik dapat tiket murah semurah-murahnya. Pokoknya makin murah keliatannya (seperti) makin hebat. "Lu dapat tiket berapa ke Seoul kemarin? Gue dong 2 juta pp." Padahal abis itu ngeluh badannya pegel2 selama perjalanan, masa transit yang lama sampai harus keluar biaya tambahan untuk nginap semalam krn connecting flight.

Kalau kamu gak keberatan dengan fasilitas standar, masa transit, connecting flight sampai harus beli bagasi, silahkan ambil budget airlines. Apalagi kalo memang budget yang ada yah cukupnya segitu.  Harganya bisa jadi muraaaaah banget di waktu-waktu tertentu dibanding full service airlines. Namun, karena harga promo gak bisa direfund jika terjadi sesuatu dan lain hal.

Terkadang kita juga merasa dengan budget airlines sudah paling murah harganya dibanding full service airlines. Nyatanya belum cencuuuu... Airlines yang gede2 tuh ada kok yang mengadakan travel fair di bulan-bulan tertentu. Dengan harga yang lebih reasonable, kamu sudah dapat fasilitas yg lebih nyaman.

Budget Trip
Korea Airlines dan Air Seoul di Bandara Incheon 
Nah, sekarang pertanyannya kamu pilih yang murah atau yang nyaman? Semua orang pasti sudah murah,nyaman pula. (Sayaaaa jugaaa kali kak...). Tapi ada harga ada kualitas. Jangan terlalu tergiur juga dengan tawaran tiket murah. Mana tahu jebakan batmennya lebih parah. Maunya hemat, malah pengeluaran dua kali lipat. 

Oleh karena itu saya gak nyantumin harga tiket di sini,karena sekali lagi tergantung preferensi dan 'luck'. Sebagai gambaran aja, tiket pulang pergi dari Makassar melalui Denpasar atau Jakarta ke Seoul dengan Garuda Indonesia sekitar 5 jutaan (if you lucky enough nyatronin Garuda Travel Fair). Dengan Budget airlines semacam Airasia bisa jadi lebih murah atau malah lebih mahal tergantung kamu bookingnya pas promo atau enggak. 

Berhubung saya startnya dari Makassar, tentunya harganya akan lebih mahal dibanding kamu yang startnya dari Jakarta. Yalah, karena Makassar gak ada penerbangan langsung ke Seoul. Makanya sekali lagi, gak bisa banding-bandingin harga lah ya.

Nonton kuy : How To Get to Seoul From Incheon International Airport - Arrival Tour


2. Penginapan

Untungnya traveling berdua adalah bisa shared cost penginapan. Saya dan partner traveling sepakat nyari yang kamar mandi private tapi bukan hotel karena budget kami per orang cuma 250 ribu per malam. Sempat agak lama pilih-pilih dan baca review dari lima situs pemesanan kamar seperti Agoda,Booking,Hostels,Tripadvisor,AirBnB hingga Traveloka. Membaca review orang itu penting supaya gak salah pilih tempat. Foto juga kadang deceiving banget kan.. 

Setelah sempat membooking 3 penginapan dan dibatalkan tanpa ada biaya (pembatalan 14 hari sebelum kedatangan), akhirnya saya dan partner traveling sepakat untuk menginap di Korstay Guesthouse. Selain sekamar berdua, kamar mandi di dalam, televisi,AC+heater,sarapan disediakan dan free wifi, menurut review guesthousenya bersih. Lokasinya strategis deket dengan stasiun subway dan halte bus, deket Namsan,Dongdaemun,Myeongdong plus managernya baik,helpful dan bisa bahasa Inggris. 

Sayang saya lupa (pake banget) foto kamarnya selama nginap di situ. Di hari kedatangan saya sudah senang banget bisa early check-in dan bisa ketemu kasur. Sampai akhirnya kami check out pagi-pagi, niat mau fotoin dan vlogin kamarnya tinggal niat doang. 

Korstay Sookmyung University
Korstay Guesthouse Seoul Tampak Depan
Pada dasarnya sih foto yang ada di homepage Korstay atau yang ada di situs-situs pemesanan kamar seperti disebut  di atas gak jauh beda kok dengan kenyataannya. Malah ada ruangan penghubung antara pintu kamar dengan pintu ruang tidur. Ruangan kecil ini khusus naro sepatu kek yang biasa kamu liat di drama-drama Korea itu. Kamar tidurnya dipisahkan lagi dengan pintu lain. Jadi tingkat keamanannya lumayan karena ada dua pintu yang bisa kamu kunci.

Oiya kamar mandinya juga bersih dan gak bau. Tersedia juga shampoo, sabun mandi cair dan sabun cuci tangan. Air dingin dan panas bisa diatur baik itu untuk wastafel dan hand shower. Aliran airnya stabil dan kencang. Jadi selain dipake mandi bisa dipake buat bersih-bersih setelah BAB. Maklum kebanyakan toilet di Korea modal tissue doang. So, hand shower yang bisa dimultifungsikan is a must, lol.

Biaya :  
Rp. 3.300.000 untuk 8 hari. Di bagi dua, seorang kena 206.250. Boleh lah untuk standar saya, Oiya, sebenarnya ada harga yang lebih murah bisa didapatkan melalui Agoda. Sekitar 2,7 juta. Tapi pada akhirnya kami memutuskan booking via Traveloka. Berdasarkan pengalaman, just in case something bad happen, Traveloka masih bisa diandalkan untuk dimintai pertanggungjawaban. Saya kapok dengan tawaran harga murah yang pada kenyataannya berbuntut 'derita'. Huhuhuhu..

3. Transportasi 

Selama di sana saya menggunakan moda transportasi umum (subway dan bus). Untuk itu saya menggunakan T-money. Kartu T-money bisa dibeli di Icheon Airport melalui mesin atau ke Seven Eleven,G25 yang ada di sana. Partner traveling awalnya mau beli yang gambar lucu-lucu di mesin T-money Line seharga ₩4000. Berhubung mesinnya gak menerima lembaran 50ribuan, akhirnya beli di Sevel seharga ₩3500. 

Saya malah gak beli karena dapat gratisan dari KTelecom setelah beli simcard 4G unlimitednya. Asik! 


Biaya: 
Awalnya saya reload ₩30.000 namun pada akhirnya reload lagi sampai total ₩50.000. Iyess soalnya rute traveling sampe ke Songdo,Incheon dan di Seoul banyak ngider-ngidernya. Ada beberapa tempat khusus yang saya datangi sampai berkali-kali. Biasanya karena pershoppingan yang gak selesai-selesai. Hahahaha..

Sebenarnya ₩50.000 itu gak melulu buat transport kok. Kartu T-Money juga bisa dipake buat bayar belanjaan di CU, Seven Eleven atau G25. Kadang saya pake buat jajan roti,binggere (susu pisang) atau kopi. 

Jajan? Itu makan siaaaaang....!!! Hihihi... 

4. Konsumsi 

Mengingat di Korea banyak makanan non halal, saya pun jadi milih-milih. Sarapan berupa roti panggang dan selai strawberry sudah makanan wajib disantap karena disediakan pihak penginapan. Makan siangnya cukup beli gimbap isi tuna seharga ₩ 700 atau kalau ketemu penjual Odeng yang gak jual sundae (which is itu jarang banget) seharga ₩700 - ₩1000 pertusuk. Alternatifnya beli roti susu atau isi kacang merah (yang sudah aku scan google translate dulu komposisi bahannya) seharga ₩1000 - ₩1300. Minumnya 

Minuman semacam Milkish dipatok ₩1000 per kaleng sementara Binggere alias Susu Pisang ₩1300 per botol. Khusus yang rasa cokelat atau plain dapat promo beli 1 gratis 1. Minuman ion yang dipromosikan di serial TV Goblin itu ₩1500 per botol. Minum modal dari tumblr yang diisi air putih di penginapan, isi 1 liter. Lumayan kan? Hihihi. Malamnya sebelum pulang ke penginapan, mampir dulu ke CU dekat Korstay beli nasi instant seharga ₩1300 per cup, beli 1+1. 

Gak lupa beli buah-buahan buat cemilan tengah malam. Kebetulan Strawberry di sana gede-geda dan manis jadi langsung beli aja. Pertama beli di Myeongdong sekotak ₩6000. Kedua beli di Itaewon dengan berat yang sama harganya ((cuma)) ₩3000. Plus kiwi 6 biji ((hanya)) ₩2000. Cuma emang lebih gede dan manis Strawberry di Myeongdong. Hihihihi



Sekali makan di Subway karena isi sandwichnya bisa milih dan ada opsi vegetariannya. Saya pilih isi sayuran dengan saos pedes. Harganya ₩3500 gak termasuk minum. Di sana gak ada paketan ala-ala keepci ya sodara-sodara. Minuman yang tersedia hanya softdrink standar semacam Sprite,Coca Cola, Pulpy pokoknya yang keluaran Coca Cola family  deh! Harganya? Ukuran standar ₩1500 per gelas. Lumayan juga kalo dikaliin Rp,12,5 per won. 

Untuk kamu yang demen ngopi, maka berbahagialah... Di Seoul di mana-mana banyak coffee shop entah itu yang francise international semacam Starbucks, Coffee Bean atau yang lokal ala Dal.komm dan kopi-kopi lokal lainnya. Harga kopi berkisar antara ₩4500 - ₩6000 (tergantung ukurannya). Tapi aku dong pernah beli kopi pas lagi jam promo, jam orang pulang kerja. Dari ₩4500 cuma bayar ₩1500 doang. Hahaha, alhamdulillah! 

Minuman kopi botolan Starbucks atau French Coffee juga bisa kamu temukan di mart-mart dengan harga ₩2300 - ₩2500 per botol. Di Vending machine ada juga tuh yang cup cup kecil cuma aku belum pernah nyobain. Harganya sekitar ₩300 aja! Mau gratis? Ada di Korstay. Tersedia coffee instant sachetan dan teh dalam jumlah banyak. 

Makanan lain misalnya segala macam ayam-ayaman dan sapi-sapian terus terang saya gak niat mau nyoba juga karena alasan kehalal-an. Meski itu ayam dan sapi tapi disembelihnya gak pake bismillah yah gak halal juga sih menurut saya. Menurut saya loh yaaa... 

Jjimdak - Makanan Korea yang Rasanya Pedes Manis 
Saya makan ayam, daging dan seafood itu pas ke Itaewon. Disana banyak tempat makan halal. Tentu saja tidak kusia- siakan. Satu porsi harganya ₩10.000 -₩12.000 . Porsinya lumayan gede bisa buat berdua. Sudah lengkap dengan 3 macam side dish yang tentu saja aku minta refil (hahahaha gak mau rugi kalo ketemu sayuran) dan minum teh aapaaaa gitu yang rasanya nyegarin banget. 

Di Banpo Bridge senang banget nemu Nasi Goreng dan Mie Goreng ala Indonesia di salah satu foodtruck pasar malam Seoul. Harganya ₩ 7500 untuk Mie Goreng Seafood dan ₩7000 untuk seporsi Nasi Goreng. Demi kekangenan dengan makanan Indonesia. 

Jadi total pengeluaran berapa? Tergantung dari kamu aja sih mau makan apa. Kisaran harganya gak jauh-jauh dari yang saya sebutin di atas. Jadi murah atau enggaknya sekali lagi pilihan kamu. Saya sih makan roti ama minum aja sudah cukup buat jalan seharian. Gak tahu deh kalau mas Anang..

5. Internet

Perlukah sewa modem di Seoul sementara free wifi di mana-mana? Nyatanya free wifi itu gak literally di mana-mana. Di tempat pariwisata memang ada, di mall gede pun ada sebenarnya. Di penginapan sudah jelas ada. Di Incheon airport apalagi. Tapi yang saya khawatirkan itu just in case saya kesasar dan di sana gak ada wifi. Gimanaaa coba?? Karena sekeren-kerennya itinerary, yang namanya kemungkinan nyasar itu selalu ada. 

Dengan beberapa pertimbangan akhirnya saya membeli simcard unlimited untuk 10 hari di SK Telecomm. Harganya sekitar ₩31.000 bonus T-money card dan e-voucher belanja. Kamu bisa skip ini kalau merasa gak perlu. Toh pada akhirnya tergantung dari kebutuhan kamu aja kok. 

6. Biaya Lain-Lain

Hal-hal yang saya kategorikan dalam biaya lain-lain sangat bergantung pada tujuan kamu ke Korea tuh mau ngapain dan ke mana aja. Misalnya kamu pengen maen ke Everland, strolling around ke pulau Nami, nonton pertunjukan 3D di Coex, naik ferry mengarungi Hangang  misalnya, itu tentu gak gratis. 

Kalau saya lebih memilih masuk ke tempat pariwisata yang gratis atau semi gratis. Contoh sewaktu saya berkunjung ke Gyeongbokgung palace dan sekitarnya. Masuk ke istana-istana bisa kena ₩3000 per istana. Kalau ada 3 istana jadinya ₩9000. Masuk pake hanbok bisa gratis. Sewa hanboknya ₩10.000 per dua jam atau ₩15.000 per empat jam. Kalau dihitung-hitung keknya rugi duit yah sewa hanbok cuma buat masuk ke istana doang. Tapi pengalaman pake hanbok ngider 3 istana sampai ke bukcheon village keknya nutupin sih buat saya.  

Gyeongbokgung Palace
Hanbok Experince 

Maka dari itu cost untuk biaya lain-lain ini bisa amat sangat bervariasi.  Termasuk juga oleh-oleh dan belanja. Ada yang merasa hanya perlu beli gantungan kunci atau magnet tempel. Bisa jadi ada juga yang gak enakan sama orang kalau oleh-olehnya bukan kosmetik Korea atau tshirt/varsity yang Korea banget. 

Belum lagi perempuan suka gak bisa nahan diri kalau liat make up atau baju yang lucu-lucu which are itu banyaaakkkkk banget di Seoul. Meski sudah memantapkan hati gak mau shopping, ada saatnya kamu akan khilaf di Myeongdong. Waspadalaaah! 

Budget yang Perlu Disiapkan Untuk Traveling Ke Korea

Overall, saya gak mau mentotalkan berapa duit yang saya keluarkan untuk biaya traveling ke Korea. (Saya gak bisa menyebut Seoul aja karena wilayah jelajahan sampai ke Songdo,Incheon juga).  Sekali lagi, biaya traveling itu sangat bervariasi tergantung pilihan kamu. Kata salah satu teman saya, satu-satunya yang pasti itu cuma biaya pembuatan Visa Korea Selatan aja. Itu juga bisa jadi berbeda tergantung kamu berada di Jakarta dan mengurus sendiri atau berada di luar Jakarta dan atau pakai jasa travel agent.


Sisa Duit 
Biaya traveling juga gak bisa dibanding-bandingkan ini murah ini mahal, kamu rugi saya untung. Karena sekali lagi, kembali ke itinerary, kemampuan finasial kamu, preferensi kenyamanan and a little bit luck juga. Dapat tiket promo full service airlines itu 'luck' juga loh.. but then again, bukan berarti kalau kemudian kamu dapat tiket budget airlines yang harganya gak promo itu sial. Emang jalannya gitu aja kali. Kadang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dan sesiap mungkin, ada hal-hal yang tak terduga bisa terjadi dan ngefek ke budget tiket. Jangan sedih... hehehe.

Prinsip saya secara sederhana seperti ini: sepanjang gak bikin saya ngutang dan tabungan saya habis sehabis habisnya, saya pilih yang membuat saya nyaman. 
Pada akhirnya liburan itu supaya kita senang, bukannya susah. 
Nah, diatas sudah saya kasi gambaran harga tiket,akomodasi,transportasi selama di sana, makan dan lain-lain. Silahkan buat budget plan sendiri sesuai kemampuan dan kemauan kamu. Happy traveling!

Oiya,saya ngapain aja di Seoul dan Songdo? Next post yaah...