Menentukan pilihan Smartphone mana yang pas dari sisi budget, mungkin gampang. Tetapi menentukan pilihan berdasarkan teknologi dan sesuai kemampuan keuangan ini yang biasanya susah susah gampang. Apalagi perubahan teknologi berkembangan pesat sehingga bisa jadi bulan lalu baru launching, gak lama kemudian ada smartphone baru lagi.
Realme merupakan salah satu brand
smartphone yang mengeluarkan banyak seri dalam waktu berdekatan. Salah satunya
yaitu Realme C15 dan Realme C12.
Kedua smartphone sama-sama dirilis pada bulan Agustus, spesifikasi dari kedua
handphone ini juga mirip. Walaupun mirip, tentu ada perbedaan sehingga salah
satu smartphone lebih unggul dari yang lainnya.
Daripada bingung menentukan pilihan, apakah Realme C15 atau Realme C12 yang lebih unggul, yuk kita bandingkan!
Realme C15 VS Realme C12, Smartphone Mana Yang Lebih Unggul ?
Layar
Untuk layar smartphone dari Realme Indonesia terbaru ini sama-sama dibekali
dengan panel layar IPS LCD dan lebar 6,5 inci. Untuk resolusinya juga sama 7 20
x 1560 piksel HD+dan kerapatan pixel nya 27 PPL. Sementara untuk desain
smartphone ini punya mini drop di bagian layar yang cukup luas.
Desain Bodi
Sementara desain bodi belakang
smartphone menggunakan tema geometric gradient. Tema ini membuat smartphone
terlihat lebih keren dan tersemat fitur sidik jari pada bagian tengah body. Nah, kamera belakang dari kedua smartphone ini punya perbedaan yang cukup
signifikan.
Realme C12 hanya dilengkapi oleh 3 kamera
belakang, sedangkan untuk Realme C15 sudah dilengkapi 4 kamera belakang
sekaligus. Sementara untuk pilihan warna smartphone, seri C12 terdapat dua
pilihan yaitu marine blue dan coral red. Lalu untuk seri C15 juga punya dua
opsi warna yang bisa dipilih yaitu marine blue dan seagull silver.
Dapur Pacu
Dari sisi dapur pacu kedua
Smartphone Ini juga punya banyak kemiripan. Keduanya dilengkapi dengan prosesor
Helio G35 MediaTek dengan fabrikasi 12 nm. Kedua Smartphone Ini juga masuk
dalam kategori handphone gaming untuk spesifikasi entry level.
Dilengkapi pula
dengan teknologi hyper engine agar bisa mengoptimalkan kinerja ponsel salah
satunya untuk urusan grafis game. Untuk sistem operasi yang digunakan adalah
Android 10 dengan interface Realme UI 1.0.
Pada bagian RAM dan memori internal
untuk kedua smartphone ada sedikit perbedaan. Pada Realme C15 terdapat dua
pilihan RAM yaitu 4GB dan 3GB dengan memori internal 64GB. Sementara untuk seri
C12 hanya menawarkan satu varian dengan RAM sebesar 3GB dan memori internal
32GB.
Baterai
Harga Realme yang cukup terjangkau membuat brand
ini punya pasar yang cukup luas terutama untuk Indonesia. Beralih ke sektor
baterai. kedua seri smartphone dari Realme ini punya kapasitas baterai yang
sama yaitu 6.000 mAh.
Dengan kapasitas baterai yang besar, Realme mengklaim
daya baterai bisa tahan selama 57 hari dalam mode stand by. kedua smartphone
juga bisa dijadikan sebagai power bank untuk perangkat lainnya. bentuk seperti
diketahui powerbank jadi penyelamat dalam keadaan darurat di mana baterai
handphone anda sedang habis.
sumber : realme.com
Nah, itu dia perbandingan antara Realme C12 dan C15. Meski tidak ada
perbedaan yang cukup signifikan namun anda bebas untuk memilih smartphone mana
yang ingin digunakan nantinya.
Harga Terbaik Smartphone Realme C12 atau Realme C15
Untuk mendapatkan harga terbaik dari kedua
smartphone di atas, Kamu bisa mengunjungi blibli sekarang juga. Aku pernah beli smartphone di Blibli dan puas banget. Harga
yang diberikan lebih terjangkau. Selain itu ada berbagai promo diskon setiap
harinya. Jatuh jatuh harganya jadi lebih murah. Bebas ongkir,pula!
Pengalaman aku belanja di Blibli cukup menyenangkan. Semisal ada kerusakan atau barang tidak sesuai pesanan, aku bisa melakukan pengembalian barang untuk ditukar dengan barang baru atau pengembalian dana. Puas!
Nah, sekarang sudah tahu smartphone Realme mana yang mau dibeli? Tentukan pilihanmu dan share di kolom komentar, ya!
Khusus untuk 12.12 ada diskon khusus untuk Smartphone Realme. Klik link di bawah ya!
Akhirnya kesampaian juga punya lensa prime untuk kamera mirrorless Sony Alpha 6000 gue. Jadi dulu waktu beli kamera ini gue sempat ikut kelas fotografi dasar gratis yang diadakan oleh DOSS (toko tempat gue beli) dan Sony.
Salah satu lensa yang dipamerkan dan bisa dicoba adalah lensa Sony E-Mount 50mm f/1.8 OSS . Sayang harganya muaaaahal, sampai sekarang gak kebeli.
Setelah sekian lama berpikir, akhirnya gue memutuskan untuk mencari opsi merk lain yang kompatibel dengan Sony E-mount. Pilihan jatuh kepada brand 7Artisans, buatan China.
Review Lensa Prime 7artisans 50mm F 1.8 Untuk Kamera Sony E-Mount
Pertama, gue bahas sedikit alasan ingin memiliki Lensa prime dan apa bedanya dengan lensa kit.
Perbedaan Lensa Prime dan Lensa Kit
Lensa prime atau biasa juga disebut dengan lensa fixed adalah lensa dengan panjang fokal yang tidak dapat diubah. Artinya ketika ingin memperbesar atau memperlebar jangkauan objek yang ingin difoto, Kita harus melakukan zooming secara manual. Caranya dengan menggunakan kaki alias maju mundurkan badan.
Sementara lensa kit adalah lensa yang dipaketkan dengan kamera. Untuk Sony Alpha 6000 lensa kitnya adalah lensa zoom yang biasanya adalah lensa zoom 16-50mm.
Meskipun hasil foto dengan lensa kit sudah luar biasa, gue merasa masih memerlukan lensa prime. Khususnya jika gue membutuhkan foto portrait yang bokeh.
Sementara itu, dengan konstruksi lensa zoom yang kompleks, biasanya diafragma yang ditawarkan hanya F3.5 atau F4. Kurang cocok apabila digunakan untuk foto potret.
Unboxing Lensa Prime 7artisans 50mm F 1.8
Gue memutuskan membeli lensa 7artisans ini di salah satu market place dengan harga Rp. 799.000 dengan potongan diskon Rp.25.000. Total jadinya Rp.774.000 bebas ongkir.
Hanya butuh tiga hari, lensanya tiba dengan aman di rumah.
Ok, kita lihat dulu isi boxnya. Seperti biasa ada kartu garansi dan kwitansi pembelian. Penting disimpan, karena ada garansi 1 tahun . Ada manual user juga, dalam bahasa China, jadi sudah pasti gak bakal aku baca karena kagak ngerti.
Okay... so here is the lens.
Lensa 7Artisans 50mm f/1.8 untuk kamera Sony ini merupakan lensa yang memiliki bentuk desain yang mungil. Bodinya cukup kokoh, ringkas dan tidak terlalu berat. Berbahan metal dengan optik kaca yang berkualitas tinggi. Lumayan mudah dibawa ke mana-mana.
Menurut info yang gue baca berkat pelindung neoprene dengan kepadatan yang tinggi, lensa ini dapat bertahan dan digunakan pada kondisi cuaca yang buruk sekalipun. tahan terhadap benturan dan goresan yang tidak disengaja, serta tahan air. Walaupun begitu, gue gak pengen juga lensa ini kena air. Sayang!
For your information, Lensa 7Artisans 50mm f1.8 for Sony E-Mount ini tidak memerlukan adapter. Tetapi sebelum digunakan, ubah settingan kamera di menu gear opsi ke 3. Pilih "Release Without Lens" nya di "Enable". Jika tidak, maka kamera menganggap tidak ada lensa yang terpasang jadi gak bakal bisa motret.
Hasil Foto Menggunakan Lensa 7Artisans 50mm F/1.8
Lensa 7Artisans 50mm f/1.8 yang satu ini memiliki bukaan f/1.8 sampai yang terbesar f/16. Tipe fokus lensa ini adalah manual dengan jarak fokus terdekat 0,5m. Dengan spesifikasi tersebut, kamera ini mampu menghasilkan foto berkualitas dengan bokeh yang cukup baik.
Indoor
Outdor
Portrait
Portrait
Sebagai perbandingan, ini adalah foto yang menggunakan lensa Sony E 50 mm f 1.8 OSS yang fokusnya otomatis.
Gimana menurut kalian, perbandingan bokehnya? Komen di kolom komentar ya!
Kesimpulan:
So far menurut gue, lensa 7 Artisan ini lumayan kok. Dari sisi harga jika dibandingkan dengan lensa 50mm f/1.8 lainnya, 7Artisans 50mm f/1.8 untuk kamera Sony ini adalah lensa yang tergolong murah. Kualitas bokehnya pun gak kalah dengan lensa Sony E 50 mm f 1.8 OSS.
Kekurangannya adalah pengaturan fokus lensa 7Artisans 50mm f/1.8 dilakukan manual. Sementara lensa Sony E 50 mm f 1.8 OSS sudah auto fokus sehingga lebih mudah.
Meski begitu, ini tidak menjadi masalah karena kita bisa mengatur fokus sendiri. Jika kamu tidak keberatan dan mau repot mengatur fokus, sepertinya lensa lensa 7Artisans 50mm f/1.8 ini cocok buat kamu.
Bagi gue, lensa ini tidak mengecewakan dan sepadan dengan harganya. Meskipun jika nanti ada rejeki lebih, kayaknya sih pengen punya lensa Sony beneran. Sementara itu gue sudah cukup puas dengan lensa 7Artisan 50mm f/1.8 ini.
Gimana, menurut kamu?
Untuk review lebih lengkap silahkan nonton video reviewnya di Vita Masli Youtube Channel.
Menetap di tempat yang hawanya bikin gerah rasanya pengen ngadem aja. Pengen pasang AC, tapi kok ya mahal. Belum bayar listrik per bulan bakal nambah dan pasangnya juga agak ribet. Pake kipas angin, dingin enggak masuk angin iya. Akhirnya setelah lama berpikir, aku memutuskan untuk beli air cooler aja.
Apa sih Air Cooler itu?
Air Cooler adalah penyejuk ruangan yang dapat untuk melembabkan udara melalui proses penguapan. Bedanya dengan AC yang menggunakan freon untuk mendinginkan, Air Cooler menggunakan air untuk menyejukkan udara. Kesejukan yang dihasilkan oleh Air Cooler ini lebih baik dari kipas angin. Jadi bisa dikatakan Air Cooler ini berada di tengah-tengah Air Conditioning dan Kipas Angin.
Kebetulan, pas aku lagi jalan-jalan ke Ace Hardware, ternyata ada air cooler yang lagi diskon 50%. Ini dia :
Detail Produk dan Spesifikasi :
Aliran udara : 500 CMH
Daya : 85 Watt
Kapasitas kontainer : 10 liter
Pengaturan kecepatan kipas
Bantalan Honeycomb
Warranty Part 12 Bulan
Warranty Services 12 Bulan
Remote
Area Penggunaan : 10 - 15 M2
Mode Natural dan Sleep
Pengatur Waktu 7,5 jam
Kompartemen es batu di bagian atas unit
Harga : Rp. 849.000,-
Review Product
Dilihat dari segi penampakan product, Air Cooler ini tampak seperti AC standing dengan ukuran yang lebih bantet. Hal ini cukup menarik buat saya, karena terlihat lebih elegan untuk diletakkan di sisi ruangan. Warnanya yang putih memudahkan kita untuk memadu padankannya dengan warna furniture dan warna tembok di ruangan tempat Air Cooler ini diletakkan.
Air Cooler yang hanya dijual di Ace Hardware ini memiliki lubang angin yang besar dengan tiga level kecepatan yaitu High, Medium and Low speed. Selain itu Air Cooler Apa ini juga memiliki mode Sleep dan Natural. Semakin tinggi level kecepatannya, angin akan semakin kencang namun suara kipasnya pun semakin keras. Sehingga, saya biasanya lebih memilih level kecepatan low saja. Apalagi Air Cooler ini hanya saya tempatkan di ruangan berukuran 4 x 5 saja. Segitu juga sudah cukup dingin menurut saya.
Cukup mengisi tanki air tidak lebih dari 10 liter dan menekan tombol cool, ruangan sudah cukup terasa dingin. Jika ingin lebih dingin lagi, boleh tambahkan ice cube atau blue ice pada kompartemen es batu di bagian atas unit. Memang sih, dinginnya agak beda dengan dingin AC tapi boleh dikatakan bahwa masih lebih baik daripada menggunakan kipas angin biasa atau kipas angin uap.
Untuk arah anginnya bisa diatur menggunakan tombol swing. Sayangnya arah angin hanya bisa kiri dan kanan dan tidak bisa atas dan bawah. Hal menarik lainnya adalah Air Cooler ini dilengkapi dengan remote dengan jarak jangkauan 5 meter. Sehingga lebih memudahkan jika sudah mager.
Berbeda dengan Air Cooler lainnya, kompartemen es batu terletak di atas. Sayangnya Air Cooler Apa ini tidak menyediakan ice cube. Kalau kata Ace Hardwarenya sih bisa diisi pakai es batu biasa. Iya sih, krn air dari es batu yang meleleh itu nantinya akan masuk jga ke penampungan airnya.
Di sebelah kiri ada tangki air di mana untuk pengisiannya gak boleh lebih dari 10 liter dan diisi dalam keadaan off. Di sebelah kanan gak ada apa-apa sih kecuali pegangan untuk mengangkat Air Cooler.
Di bagian belakangnya terdapat lubang keluar air, misahlnya pengen ganti air atau air coolernya pengen dibersihkan, bisa mengeluarkan airnya dengan menarik tutupnya. Terdapat pula filter debu dan bantalan dalam Honey Comb. Jika ingin dibersihkan, buka aja sekrupnya.
Air cooler Apa ini dilengkapi dengan 4 buah roda jadi lebih mudah untuk digeser ke berbagai tempat. Tips dari aku, karena hembusan anginnya kuat,, rajin-rajin bersihin kamar supaya debuan. Ok, itu aja review dari aku, mudah2an membantu. Video reviewnya bisa kamu simak di sini :
Sering kali saya ditanya bagaimana
saya merekam suara untuk channel Podcast dan voice over di video You Tube Vita
Masli. Banyak yang pengen tahu bagaimana cara mendapatkan hasil rekaman yang
jernih tanpa noise meskipun di tempat yang kurang kedap suara. Tidak kurang
yang ingin merekam dan mengedit suara menggunakan hape dengan alasan praktis
dan tidak perlu menggunakan laptop atau PC.
Sebenarnya ada berbagai macam
aplikasi di hape yang bisa digunakan untuk merekam dan mengedit suara.
Tergantung apakah yang kamu gunakan adalah hape android atau iOS. Berhubung
hape saya menggunakan sistem android, tentunya saya memilih-milih aplikasi di
Google Play. Pilihan saya jatuh pada aplikasi bernama 'Wave Editor.'
Dari logonya saja, sedikit banyak mengingatkan saya pada Adobe Audition yang
sering saya gunakan di laptop. Makanya saya senang banget karena fitur-fitur
dan penampakan sequence timelinenya pun mirip dengan Adobe Premiere. Aplikasi
Wave Editor ini memungkinkan pengguna untuk merekam suara di hape sekaligus
mengedit suara sesuai kebutuhan, bahkan bisa menggabungkan lebih dari dua track
yang dapat digunakan jika kamu butuh menambahkan musik latar.
Untuk kamu yang ingin memulai
channel Podcast, channel You Tube atau channel bernyanyi, aplikasi Wave
Editor ini cukup membantu. Kamu dapat menghilangkan noise atau background sound
yang tidak diinginkan, memotong bagian yang tidak perlu, menyambungkan satu
atau dua bagian suara dalam satu timeline, mengubah suara menambahkan efek
suara. Hasilnya cukup jernih dan tidak kalah dengan hasil editan dengan
menggunakan Adobe Audition.
Beberapa orang bisa jadi lebih
nyaman merekam dan mengedit suara di laptop seperti saya, tapi untuk kamu yang
mengandalkan smartphone, sekarang kamu bisa merekam dan mengedit suara layaknya
profesional di studio dengan aplikasi Wave Editor ini.
Kalau kamu pengen tahu bagaimana
cara merekam dan mengedit suara di hape dengan hasil yang jernih dan tak kalah
dengan studio professional, saya sudah menyiapkan video tutorialnya di You Tube
Channel Vita Masli. Dalam video tersebut, kamu bisa belajar bagaimana cara:
1. Merekam suara 2. Menghilangkan noise /
suara-suara yang tidak diinginkan 3. Memotong dan memasukkan
suara 4. Merubah pitch suara, menjadi
lebih tinggi atau lebih rendah 5. Menggabungkan beberapa suara
dalam satu output file audio (multi track mixing)