[Novel Review] Her Sunny Side, A Bittersweet Love Story.

It's my second time to read Japanese Novel. First was 'Kitchen' ( that i haven't finished till now) and second was "Her Sunny Side". At first i was attracted by the title "Her Sunny Side". It's so catchy. I also read that this novel will be filmed with casts of two of my favorite Japanese actor and actress : Matsumoto Jun and Ueno Juri. Those two reason finally made me buy this novel. So cheesy,right? :)) 


STPC - LONDON, Hujan dan Misteri Cinta


Saya membeli novel ini dari sebuah shopping online tanpa membaca sinopsisnya. Saya hanya sempat mencari tahu siapa pengarangnya. Setelah blogwalking dan membaca beberapa entry postingan penulisnya, Windry Ramadhina, saya memutuskan memesan novel ini. Terus terang ada perasaan seperti "Judge The Book By Its Cover". Saya sebenarnya agak malas membaca novel non-sastra penulis Indonesia karena sering ketipu cover dan back cover story. Namun mengingat bahwa ini adalah terbitan Gagas Media saya hanya berharap pilihan saya tidak salah. 

Begitu novel itu tiba ditangan saya, segera saja novel bersampul sederhana itu saya baca. Sebuah postcard sebagai bonus terselip di belakang sampul. Ok, seperti biasa bonus novel STPC pada umumnya (padahal mungkin akan lebih menyenangkan jika yang terselip adalah tiket Jakarta-London PP, misalnya). Sebuah kalimat "Untuk Para Pencinta Hujan" tercetak di halaman setelah ucapan terima kasih penulis. Pencinta Hujan? Ok, that's me. Jadi apakah kita akan berhujan-hujan bersama di London?



STPC - LONDON, Hujan dan Misteri Cinta


Cerita dibuka dengan Prolog yang makin menarik perhatian saya. London yang terkenal dengan cuaca yang berkabut dan berhujan sudah terhampar di depan mata. Namun penulis mengajak saya kembali ke Jakarta di Bab pertama. Diawali Oleh Wiski, menggambarkan latar belakang kisah ini terjadi. Gilang, seorang penulis yang memendam cintanya bertahun-tahun pada tetangga sekaligus sahabatnya, Ning memutuskan untuk mengejar Ning ke London. Di kota itulah tempat Ning kuliah dan akhirnya bekerja di Tate Museum, tempat yang selalu menjadi impian Ning selama ini. Terpisah ribuan kilometer membuat Gilang dikomporin empat sahabat terbaiknya untuk segera menuntaskan ketidakpastian hubungannya dengan Ning. 

Dan berangkatlah Gilang dengan segala keberanian yang dia punya. Ternyata perjalanannya ke London untuk mengejar cintanya membawanya banyak bertemu dengan orang-orang yang tak pernah disangkanya. Seorang lelaki blasteran Indonesia-Eropa yang serupa tampangnya dengan Guy Fawkes, karakter V for Vendetta di pesawat. Seorang lelaki Inggris tua yang selalu setia datang berkunjung ke penginapannya hanya untuk bertengkar dengan wanita berwajah masam pemilik penginapan. Seorang blasteran Inggris India yang bekerja di tempatnya menginap, perempuan Indonesia yang terobsesi memiliki buku cetakan pertama dan tentu saja dia. Seorang perempuan yang selalu muncul di saat hujan, cantik dan selalu membius Gilang dengan pesonanya. Tanpa nama, dia datang, tersenyum,menyapa lalu kemudian hilang disaat hujan reda. Tak ada jejak kemana perempuan serupa malaikat itu pergi. Hanya ada sebuah payung merah miliknya yang tertinggal. Itupun ternyata dibawa lari si lelaki bertampang Guy Fawkes.Sial! 


Gilang merasa kesialannya belum berkurang. Bertemu dengan Ning ternyata tak semudah skenario yang direncanakannya di Jakarta. Saat bertemu pun tak membuat semuanya jadi mudah untuk Gilang mengungkapkan perasaannya yang terpendam. Seorang lelaki, Finn,  serupa Ethan Hawkes di Great Expectation diperkenalkan Ning padanya. Hanya teman,kilah Ning. Namun dimata Gilang ia merasa lelaki ini diam-diam sudah merebut gadisnya. Waktu yang semakin sempit membuat Gilang harus segera mengungkapkan cintanya pada Ning. Diluar ketakutannya langkahnya didahului si Ethan Hawkes, ternyata Gilang juga takut jika Ning tak akan bersikap sama lagi padanya jika ternyata Ning tak merasakan perasaan yang sama. 

Persahabatan antara lelaki dan perempuan memang selalu bisa dijadikan latar belakang cerita. Entah siapa, tetapi biasanya salah satu diantara mereka punya perasaan yang lebih dibanding lainnya. Klise, namun benar adanya. Jika keduanya ternyata menyimpan perasaan yang sama, tentu saja akan menjadi happy ending. Sedihnya, kemungkinan sad ending pun bisa terjadi. Nah apakah novel ini berakhir bahagia atau sedih? Silahkan baca sendiri yah..

Yang jelas saya sangat menikmati membaca novel ini. Selalu ada kejutan disetiap babnya.Bikin penasaran. Seperti potongan puzzle,satu demi satu pieces dari tokoh yang berbeda terekat oleh satu kesamaan. Mengapa perempuan cantik tanpa cela itu selalu datang saat hujan dan pergi ketika hujan reda? Mengapa payung merah yang tampak sederhana ternyata sangat berharga? Semuanya akan terjawab di akhir cerita. Selamat membaca dan mari larut dalam hiruk pikuk kota London yang berkabut cinta.

XoXo
V

[NOVEL] Wonderful Radio, Ketika Luka Menjadi Penghalang Untuk Mencinta

Novel ini saya beli dan selesai di baca di bulan September 2012. Sudah lama juga ya. Tapi baru sekarang kesampaian menyisakan sedikit waktu untuk menulis reviewnya. 

Novel Korea Wonderful Radio


Wonderful Radio, Ketika Luka Menjadi Penghalang Untuk Mencinta

Ini adalah salah satu novel terjemahan yang saya suka. Bukan karena ini adalah novel terjemahan Korea. Namun karena novel ini mengangkat kisah seorang penyiar radio dan produser acaranya. Jarang ada novel atau film yang mengangkat kisah penyiar radio. Mungkin karena sebagai penyiar hanya suara saja yang terdengar jadi kelihatannya tidak se"gemerlap" penyiar TV yah? Jangan salah, sebagai penyiar radio banyak hal "tak terlihat" yang lebih gemerlap dan menarik. Salah satunya yang diangkat oleh novel ini.

Wonderful Radio adalah sebuah program yang dibuat untuk menghilangkan kelelahan penduduk kota dengan memutarkan lagu-lagu menenangkan dan menampilkan cerita-cerita hangat saat jam pulang kerja. Acara ini dibawakan oleh si tokoh utama, Shin Jin Ah, yang dulunya adalah seorang idol grup perempuan, Purple. Sayangnya program radio yang dibawakannya itu mempunyai rating yang buruk sehingga perlu perubahan konsep. Pemilik radio akhirnya meminta tolong pada seorang produser yang sudah terkenal Jae Hyeok. Harapan untuk mengangkat rating acara ini kembali kini ada di pundaknya. 

Jae Hyeok dikenal sebagai produser yang kaku. Walaupun dia terkenal sebagai produser yang tak pernah melakukan kesalahan dalam 10 tahun kariernya, tetap saja dia sangat membosankan. Sifatnya tidak bersahabat dan dingin. Sedingin Ice Americano yang selalu diminumnya setiap hari walaupun di musim dingin. Dengan attitudenya yang seperti itu, sudah dua kali rapat dengan para crew tak juga ada ide yang bisa membuat Jae Hyeok senang. Termasuk ide dari Shin Jin Ah yang dianggapnya biasa saja. 

"Jin Ah, ada tiga hal yang harus dimiliki seorang DJ bagus. Ketenaran, kemampuan membawakan acara, sifat. Memiliki ketiganya bagus sekali, tapi aku selalu berpikir bahwa memiliki dua dari tiga hal itu pun sudah cukup." ( Jae Hyeok, hal 62)
Konflict antara Produser dan Penyiar semakin lama semakin bertambah. Suatu hari disaat siaran, Shin Jin Ah salah menyebutkan nama penyanyi. Jae Hyeok yang tak pernah melakukan kesalahan saat bekerja langsung mendatangi Shin Jin Ah dan meragukannya sebagai seorang penyanyi. Shin Jin Ah merasa kesalahan itu wajar karena dia memang sering tertukar antara Kim Hyun Shik dan Kim Gwang Suk. Jae Hyeok tidak bisa menerima kesalahan tersebut Menurutnya kalau bersalah seharusnya minta maaf dan bukannya bermuka tebal. Mereka pulang dengan perasaan yang sama-sama kesal. 

Jin Ah yang tidak bisa menyingkirkan kekesalannya akhirnya memilih mendengarkan lagu dari Kim Gwang Suk yang salah dia sebutkan tadi. Saat mendengarkannya tiba-tiba Jin Ah terbawa kedalam kenangan masa lalunya sebagai seorang idol. Tiba-tiba Jin Ah mengasihani dirinya sendiri yang selalu bersembunyi dalam image buatan. 

Shin Jin Ah, Kau baik-baik saja. Setidaknya sekarang kau dapat melihat dirimu sendiri. Kau telah menemukan dirimu yang hilang. Tiga puluh tahun, belum terlambat untuk cinta maupun pekerjaan,kok. 

Terbawa kenangan masa lalu membuat Jin Ah bisa berpikir lebih jernih. Sebuah SMS permintaan maaf dia kirimkan pada Jae Hyeok. Balasan yang diterimanya memang sangat singkat. Namun setelah kejadian itu kekakuan antara Jae Hyeok dan Jin Ah sedikit demi sedikit mencair. Hal ini juga berpengaruh pada kinerja Jin Ah. Selama ini dia hanya mengikuti rancangan dan naskah yang disiapkan produser dan para penulis (naskah) lainnya. Namun karena Jae Hyeok dengan caranya yang berbeda membuat semua staf tak terkecuali Jin Ah ikut serta dalam programnya. 

Kali ketiga rapat, Jin Ah memberikan konsep baru. Jin Ah memutuskan untuk menjadikan Wonderful Radio sebagai tempat bagi orang-orang untuk menyatakan perasaan kepada orang yang mereka kasihi lalu mempersembahkan sebuah lagu untuk mereka. Jae Hyeok menyukai konsep itu. Maka dibuatlah segment " Lagu Untukmu" di acara Wonderful Radio. 

Ternyata konsep baru ini disukai oleh pendengar. Sedikit demi sedikit rating Wonderful Radio kembali membaik menjadi tiga kali lipat. Ketika Jin Ah dan acaranya mulai naik daun, Mi Ra, teman lamanya di Purple menyerangnya. Memang sudah sejak lama Mi Ra menyimpan dendam dan amarah pada Jin Ah. Mi Ra sakit hati karena Jin Ah membubarkan Purple tanpa berembuk dengan member lainnya. Setelah Purple bubar, Mi-Ra lah sosok yang paling terpukul. Untuk mengubur kesedihannya dia meluncurkan album solo yang sayangnya tidak laku di pasaran. Dia juga sempat membuat sensasi dengan mencoba bunuh diri, tetapi kemudian dia bangkit lagi. Saat itulah dia bertekad untuk menggeser kedudukan Jin Ah. 

Dengan bantuan managernya Mi Ra menempatkan seorang tamu di segment Lagu Untukmu. Tamu itu kemudian mengatakan lagu ciptaan Jin Ah yang sempat menjadi hits Purple pada waktu itu adalah hasil jiplakan. Tidak terima dituduh memplagiat, Jin Ah berteriak dan memaki tamunya saat on air. Walhasil Jin Ah pun diberhentikan dari program Wonderful Radio. Hal ini sangat membuat Jae Hyeok kecewa dan sedih. Dibalik sikap dinginnya, jauh di lubuk hatinya diam-diam dia menyimpan rasa pada Jin Ah. Yang tak diketahuinya sebenarnya Jin Ah pun demikian. 

Namun ketika Jin Ah yang sedang tertimpa masalah ini datang ke apartemen Jae Hyeok, ia malah menemukan wanita lain. Seperti jatuh tertimpa tangga pula, Jin Ah memutuskan untuk melupakan Jae Hyeok. Acara Wonderful Radio pun juga sudah direbut Mi Ra. Jin Ah merasa tak punya apa-apa lagi untuk dipertahankan. Jika kondisi mental Jin Ah lebih lemah sedikit saja, dia pasti tidak akan bisa bertahan. 

Apapun yang terjadi, aku harus terus bertahan hidup. 

Wonderful Radio merupakan novel yang ditulis oleh Lee Jae Ik yang juga penyiar radio. Programnya Cult Show merupakan program yang menghadirkan para pekerja seni Korea seperti Song Hye Kyo, Super Junior, Big Bang, Wonder Girls, 2PM, TVXQ dan masih banyak lagi. Melihat sosok orang-orang yang bekerja sama untuk menghasilkan sebuah program menginspirasinya untuk menulis novel ini. Wonderful Radio merupakan petikan dari sebuah cerita yang benar-benar terjadi saat Lee Jae Ik siaran. Wah, jadi penasaran yah, siapa sebenarnya Jin Ah, Jae Hyeok dan Mi Ra itu. Dan bagaimana pula nasib Jin Ah kemudian? Apakah dia berhasil untuk terus bertahan hidup dan bangkit kembali dari tuduhan plagiat? 

Untuk itu silahkan baca sendiri novelnya. Dengan membaca novel ini sedikit banyak pembaca akan tahu dibalik layar sebuah stasiun radio dijalankan. Bagaimana sebuah program dikerjakan tidak hanya oleh sang penyiar tapi puluhan orang terlibat di dalamnya. Bagi saya yang (dulu) penyiar radio, sedikit banyak membuat saya lebih menghargai profesi ini dan lebih banyak lagi merindukannya. Ah yah.. it is Wonderful (to work in) Radio, after all. :) 

Happy Reading 

XoXo

V

PS : Novel ini telah difilmkan di tahun 2012 dengan judul sama : Wonderful Radio. Shin Jin Ah diperankan oleh Lee Min Jung, Lee Jae Hyeok diperankan oleh Lee Jung Jin , Yoon Mi-Ra oleh Seo Young dan manager Jin-Ah diperankan oleh Lee Kwang Soo. Iyaahh Lee Kwang Soo, Running Man itu. Novel dan film dua-duanya sayang untuk dilewatkan.


Wonderful Radio

[NOVEL] AFTER D-100


"Sejujurnya,aku tidak ingin terlihat putus asa di depan teman-temanku karena tidak memiliki pekerjaan. Sebenarnya,aku yang tidak pernah bekerja susah payah ini rasanya ingin sedikit pamer karena mendapat tangkapan bagus. Itu sebabnya aku cepat-cepat menikah. Saat itu pun aku menyukai Jung Chul Oppa. Tidak, dulu aku ingin memilikinya."  (Kang Gyung Hee)



Kang Gyung Hee, memutuskan menikah di usianya yang ke-22. Masih terlalu muda untuk ukuran Ibu bahkan kakak laki-lakinya sendiri. Dia baru saja selesai kuliah dan belum bekerja. Namun ketika suatu hari ia menerima ajakan kencan dari  Lee Jung Chul yang juga teman dari kakak lelakinya, Kang Gyung Hee memutuskan untuk menikah. Seminggu setelah kencan mereka, pihak keluarga Lee Jung Chul mengundang untuk bertemu untuk membicarakan pernikahan. Sayangnya dari hasil pembicaraan itu, Kang Gyung Hee sadar bahwa keluarga Lee Jung Chul meminta terlalu banyak. Ia pun panik dan bingung karena ternyata ibunya malah mencatat semua permintaan keluarga Jung Chul dengan senyum puas. Gyung Hee merasa ini bukan pernikahan tetapi transaksi jual beli. Maka ia pergi menemui Jung Chul untuk membatalkan lamaran tersebut.


Sayangnya seperti telah di takdirkan untuk bersama, persiapan pernikahan tetap di jalankan oleh kedua keluarga. Kang Gyung Hee dan Lee Jung Chul pun akhirnya menikah. Selama dua tahun Kang Gyung Hee menjalani kehidupan sebagai rumah tangga. Terkadang rasanya dia ingin melepaskan dan mengabaikan segala hal dalam kehidupannya. Dua tahun menikah, mereka masih belum punya anak juga. Suaminya selama dua tahun ini selalu acuh tak acuh setiap kali ia menyambutnya dengan gembira. Jung Chul tidak pernah mendengarkan ketika diajak mengobrol dan hanya sibuk membaca buku. Suami yang bahkan tidak mengingat hari ulang tahun pernikahan mereka. 

Disaat itulah, pada suatu hari dia menemukan foto-foto dan dokumen dari dalam laci meja suaminya yang selalu terkunci. Gyung Hee merasa selama itu dia tidak mengenal suaminya sendiri seperti yang dia kira. Karena penemuan yang mengejutkan itu, Gyung Hee merasa sangat muak dengan suami dan kehidupan pernikahannya. 
Namun,aku, Kang Gyung Hee, akan tetap bersabar layaknya wanita elegan selama 100 hari lagi. Setelah itu, aku akan menikamnya dari belakang dengan mengajukan gugatan cerai.
Dan disinilah After D-100 dimulai.. 

After D-100 ini ditulis oleh Park Mi Youn. Mengapa D-100? Karena novel ini mengisahkan perhitungan hari mulai dari saat Gyung Hee memutuskan untuk bercerai hingga hari-hari setelahnya. Novel ini memang mengangkat tema pasangan menikah dan problematika yang cukup sulit dan sensitif : Kemandulan. Jalan cerita yang cukup berat dan bernuansa suram ini oleh penulisnya dibuat menjadi lebih mudah diterima pembaca karena adanya tokoh Gyung Hee yang selalu ceria dan lucu. Kesalahan yang dibuat Jung Chul, penyakit kejiwaan yang menyerangnya, munculnya perempuan dari masa lalu, lelaki charming yang belum menikah dan naksir berat pada Gyung Hee serta misteri-misteri kehidupan Jung Chul silih berganti menaik turunkan emosi Gyung Hee. Selama membaca novel ini, pembaca bisa dengan mudah berada di pihak Gyung Hee. Penulisnya pun saat menuliskan novel ini pun begitu. Tetapi semakin mengikuti alur cerita maka pembaca mungkin akhirnya bersimpati pada Jung Chul di akhir cerita. Saya sendiri menganggap terkadang Gyung Hee memang masih terlalu muda untuk menikah. Emosinya masih terlalu labil tapi menganggap dirinya sudah dewasa. Ha! Ini memang hanya sebuah cerita dalam novel,tetapi saya seperti sudah bertemu Gyung Hee dalam kehidupan nyata. *smirk* Tiba-tiba teringat seorang teman yang juga menikah muda (walaupun dia tidak punya masalah dalam hal mempunyai anak).

Well, anyway.. 
Berhubung ini adalah novel tentang kisah perkawinan dan bergenre dewasa, maka jangan kaget jika ada adegan ranjang yang terselip di dalamnya. Yah, jangan kaget seperti saya (fiuh) ! Secara logika dan realnya sih masuk akal juga. Inikan kisah kehidupan dalam berumah tangga. Hal itu wajar dilakukan oleh pasangan suami istri. Toh penulis, penerjemah dan editornya sudah membuat adegan itu sehalus dan "seindah" mungkin. Tapi tetap saja saya kaget get get..hahahaha.. 

Apapun, yang jelas setelah membaca novel ini bisa jadi memberi gambaran tersendiri bagi kehidupan pernikahan baik bagi yang sudah menikah maupun yang belum pengen banget menikah. Bahwa pernikahan itu bukan sekedar,"Hey, i finally married!" tapi ada yang lebih kompleks dan bisa jadi sulit untuk dilalui sendiri hanya berdasarkan "Aku mencintai lelaki itu dan menikahinya". 

In the end, ada satu paragraph dari novel ini yang menarik untuk di kutip. Ini adalah komentar kakak lelaki Kang Gyung Hee saat ia mendengar adik bungsunya ini ingin menikah dengan Lee Jung Chul, teman kuliahnya. 
Sebaiknya kau nanti menikah dengan lelaki yang tidak bisa hidup dan tidak bisa bernapas tanpamu. Cari lelaki yang setidaknya mau pura-pura tidak tahan hidup sendiri tanpamu. Kau ini masih muda, kenapa sudah ribut ingin menikah? Kau harus coba berpacaran dulu, tahu bagaiman rasanya  patah hati. Setidaknya harus ada pengalaman, baru menikah. 
 And the rest is all up to you..  :)

Happy Reading
XoXo

V

[NOVEL] 4 Ways To Get A Wife

So, 4 Ways To Get A Wife ini tentang apa? Buku Self-help bagaimana mencari istri atau bagaimana supaya terpilih jadi istri? Ohh you wish...* sambil beraegyo* Aniyo.. Ini novel romance Korea. Hahaha... ya gimana dong? Saya agak terserang demam Hallyu Wave nih sekarang. Jadi gak musik, Film, Drama sampai novel pun akhirnya jadi Korea gini. Komik tapi tetap lebih suka manga Jepang. Eh, ini juga boleh minjam kok ( eh.. ups!)


Novel ini berkisah tentang Wanita yang suka memungut apa saja dan seorang Pria yang selalu ditolak dimana-mana. Apakah ini kisah percintaan perempuan pemulung dan lelaki jelek yang gak laku? Tenang aja.. bukan! Kalopun iya keknya gak bakal laku deh novel ini. Malah mungkin gak bakal ada yang mau menerbitkannya di Korea. You know, romance ala Korea itu  biasanya melibatkan perempuan yang merasa dirinya gak cantik yang juga tidak merasa diperebutkan dua orang cowok cakep. Biasanya sih gitu.. 

And yes it happens all the time. I don't know why,maybe because the readers need a fairy tale which is almost not exist in this real life.. 

Anyway, si wanita yang suka memungut apa saja itu bernama Jung Won, seorang ahli nutrisi di sebuah kampus. Dan si Pria yang selalu ditolak dimana-mana itu adalah Geon Hyeong, seorang anak hasil di luar hubungan nikah dari bapaknya  yang keturunan Goryeo Group dan dikenal sebagai playboy semasa hidupnya. 

Sepeninggal bapaknya, Geon Hyeong yang menjadi anak lelaki tertua diangkat sebagai penerus. Tentu saja dengan status sebagai anak diluar pernikahan (resmi) hal ini menjadi sorotan. Salah satu yang menyorotinya adalah Nyonya Oh, sang ibu tiri dan keluarga calon mertuanya. Ya, Geon Hyeong ini sudah punya pacar sebenarnya. Namanya Shin Hee. Sebenarnya Shin Hee ingin sekali menikah dengan Geon Hyeong, apa daya Geon Hyeong dilarang oleh keluarga kedua belah pihak. Hubungan mereka pun semakin sulit. Geon Hyeong menyetujui keinginan para tetua untuk berpisah dengan Shin Hee. Gadis ini pun merasa kecewa tetapi terlalu tinggi hati untuk mengungkapkannya. Akhirnya dia menantang Geon Hyeong untuk mencari penggantinya. Shin Hee memasang iklan pencarian istri kontrak di koran. Hal ini dia lakukan karena Shin Hee ingin Geon Hyeong manyadari bahwa dia adalah wanita yang dibutuhkan Geon Hyeong. Sayangnya usaha Shin Hee malah membawa wanita baru dalam hidup Geon Hyeong.

Adalah Hee Won, seorang perempuan cantik yang masih berumur 20 tahun dan bercita-cita ingin menjadi Miss Korea ini ikut mengirimkan surat jawaban atas iklan itu. Hee Won adalah adik Jung Won yang tidak rela adiknya menjadi istri kontrakan. Jung Won yang ingin melindungi adiknya pun datang ke kantaor Geon Hyeong dan memarahi lelaki yang dasarnya sangat kaku dan keras kepala. Ternyata tingkah Jung Won itu malah membuat Geon Hyeong diam-diam tertarik. Menurut Geon Hyeong Jung Won sangat perhatian pada kedua adiknya, bahkan kepada sepupunya dan berbagai hewan peliharaan di rumahnya. Sebelum bertemu Jung Won dia pun belum pernah bertemu dengan perempuan yang berani melawannya. Akhirnya Geon Hyeong menawari Jung Won untuk menjadi pasangan kontraknya. 

Tentu saja Jung Won menolak tawaran itu mentah-mentah. Apa daya ada sebuah moment yang akhirnya membuat Jung Won terjebak dan akhirnya mau tidak mau menerima tawaran tersebut. Geon Hyeong pun mengontrak Jung Won sebagai kekasihnya paling tidak sampai Shin Hee menikah. Baginya cara ini perlu agar Shin Hee bisa mengerti dan mau merelakan bahwa hubungan mereka ini memang harus berakhir. Sampai kapan pun orang tua Shin Hee tak akan menerima menantu seorang anak dari hubungan luar nikah. Kecewa karena ternyata Geon Hyeong datang ke pernikahannya bersama Jung Won membuat Shin Hee pun melarikan diri. 

Geon Hyeong pun sempat dituduh bahwa dirinya lah yang membuat Shin Hee melarikan diri. Tentu saja itu membuat Geon Hyeong makin memperlihatkan hubungannya dengan Jung Won. Geon Hyeong bahkan rela pindah ke rumah Jung Won yang sangat sederhana ketika apartementnya diperbaiki. Interaksi antara mereka yang makin sering mengakibatkan kedekatan yang membuat Jung Won sering merasa berbunga-bunga. Padahal sebenarnya dia punya seseorang yang ditaksirnya diam-diam di kampus. Kim Songsaenim, adalah seorang dosen yang menjadi pangerannya yang bercahaya. Sejak kedekatannya dengan Geon Hyeong, pesona Kim pun perlahan memudar dan membuat lelaki itu merasa tidak terima dengan keadaan itu. Dengan kemunculan Geon Hyeong perlahan Kim baru merasakan bahwa ada perasaan yang berbeda pada Jung Won. 

Perasaan ini lah yang akhirnya terbaca oleh Geon Hyeong. Parahnya lagi ternyata Geon Hyeong dan Kim itu bersaudara tiri. Sebenarnya Kim bisa jadi pewaris tahta Goryeo Grup tapi dia malah fokus dengan dunia perkebunan dan profesinya sebagai dosen. ( Ini ngingetin saja pada drama "Bread,Love, Dream Kim Tak Goo). Disaat suasana memanas, Shin Hee malah muncul kembali. Dia masih tidak terima dengan kenyataan bahwa Geon Hyeong tidak menahannya untuk pergi. Shin Hee pun mengajak Jung Won taruhan siapa yang lebih dipilih oleh Geon Hyeong. Serunya lagi, ditengah taruhan tersebut Geon Hyeong melihat sebuah foto tua yang persis sama dengan foto yang ada di rumahnya. Foto ayahnya bersama ibu Jung Won yang sedang hamil. 

Omo!
Apakah Geon Hyeong dan Jung Won ternyata punya hubungan darah? *Zoom In dua kali*
Siapakah yang akan menjadi istri Geon Hyeong, Shin Hee aatau Jung Won? *Zoom in lagi dua kali*

Cerita novel ini seperti  cerita drama Korea umumnya. Tidak bisa disalahkan, dua karya penulisnya pernah diangkat menjadi serial Drama di TV Korea. Jalan cerita dan konfliknya yang ringan, untungnya  ceritanya yang mengalir tidaklah membosankan. Hanya saja bagi saya, fontnya terlalu kecil dan spasinya terlalu rapat. Karena ini adalah novel terjemahan, cara menerjemahkan sedikit banyak mempengaruhi kenyaman membaca. Jika saja di antara chapter-chapter diselipkan semacam insert tips yang berisi 4 ways to get a wife ( atau gimana jadi istri pilihan) bisa jadi novel ini punya nilai tambah. Semacam selingan lucu sebagai aksen tersendiri. Sayangnya (atau untungnya?) di beberapa halaman terakhir penulisnya malah menyisipkan adegan panas jadi sebaiknya pembaca dibawah umur 20 tahun jangan baca ini dulu yah.. *wink*

Overall novel ini bisa jadi guilty pleasure bagi pencinta drama Korea, or not. Anyway, Happy Reading!

XoXo

V

Note: Aniyo = Bukan 

[NOVEL] Semua Tempat Punya Cerita, Last Minute in Manhattan & Paris

Percayakah kamu bahwa setiap tempat punya cerita? Bisa jadi cerita itu sederhana, sesuatu yang mungkin saking biasanya hingga tak pernah terpikirkan. Sebuah kota, tempat pariwisata, sudut jalan, Museum, pasar, bahkan toilet bisa punya ceritanya sendiri. 

Mungkin inilah yang menginspirasi penerbit Gagas Media dan Bukune untuk membuat proyek "Setiap Tempat Punya Cerita". Dua penerbit yang berkakak-adik ini menerbitkan novel-novel berlatar belakang sebuah kota atau negara dimana tempat-tempat itu membungkus sebuah kisah. Bulan ini mereka mengeluarkan dua buah novel dengan tema itu. Kedua novel itu sempat membuat saya penasaran dan akhirnya termakan twit-twit promo mereka ( yahh saya pembaca yang gampang dibujuk). And here they are, kedua novel itu..

1. Last Minute in Manhattan (Yoana Dianika, Bukune)


Don't judge the book by its cover. Sepertinya pepatah itu sudah tidak bisa diterapkan lagi untuk buku-buku jaman sekarang. Betapa tidak, cover buku-buku khususnya novel-novel jaman sekarang itu sangat menarik. Saking menariknya sampai-sampai lebih menarik dibanding isi novelnya sendiri. Salah satu contohnya adalah novel Last Minute In Manhattan ini. 

Novel ini sebenarnya punya kisah yang klise dan konfliknya pun sangat sederhana. Callysta, si pemeran utama, adalah seorang perempuan kelas 3 SMA yang baru saja diselingkuhi pacarnya yang cakep bernama Abram. Disaat patah hati ternyata ayahnya berniat menikah dengan seorang perempuan asal California yang juga punya seorang anak bernama Mark. Demi menghindari Abram dan ingin menyembuhkan sakit hatinya Callysta pun setuju pada tawaran ayahnya untuk pindah ke California. Disana dia diperkenalkan pada Vesper Skyllar,sahabat saudara tirinya,Mark. Love at the first sight pun terjadi. Cally dan Sky pun mulai dekat dan saling menyukai. Sayangnya disaat hubungan mereka sudah semakin dekat Sky membuat masalah dengan becanda di stall kuda dan mengakibatkan kuda yang sedang sensitif itu merusak topi rajut warisan nenek Callysta. Cewek ini pun marah dan membenci Sky. Karena merasa bersalah Sky pun diam-diam belajar merajut untuk membuatkan Cally topi pengganti. Disaat mereka sedang perang dingin Mark sebagai adik dan sahabat mereka berniat mendamaikan mereka. Mark mengusulkan pada Sky agar ia pergi ke Prom night bersama Cally. Sky pun setuju begitupun Cally yang diam-diam juga rindu setengah mampus pada Sky. Sayangnya di malam Prom, Sky malah kepergok jalan bareng dengan Rachel yang dari awal sering digosipkan berpacaran dengan Sky.  Mark pun tidak terima dan menghajar Sky. 

Sementara itu Cally yang merasa kecewa dan patah hati untuk kedua kalinya mendengar selentingan miring tentang Sky. Cowok itu digosipkan sebagai seorang junkie dan menghabiskan malam bersama Rachel. Sakit hati atas semua itu Cally pun memutuskan untuk melupakan Sky. Mark yang tidak tahan dengan kondisi hubungan Sky dan Cally berusaha mendamaikan mereka kembali. Mark pun mengajak Cally traveling ke Silicon Valley dimana tanpa sepengetahuan Cally, Sky telah menunggu di salah satu kantor software terbesar disana. Disaat Mark ingin mempertemukan mereka ternyata tak disangka Cally malah bertemu dengan Abram yang ternyata tetap keukeuh ingin balikan dengan Cally. 

Which one Cally will choose? Jawabannya silahkan baca sendiri yah.. 

Kisah cinta segitiga memang sudah sering dikisahkan berulang-ulang. Diselingkuhi pacar, ketemu cowok baru, mantan pengen balikan dan seterusnya dan sebagainya pun sudah sering diangkat. Disinilah kreativitas penulis diuji bagaimana membuat sesuatu yang baru dari hal yang sudah dikisahkan berulang kali. Nah, disinilah keistimewaan novel ini. Disini tak melulu bicara tentang percintaan remaja beranjak dewasa. Lokasi cerita pun dituliskan sedemikian rupa hingga ada hal lain yang menarik minat pembaca. California, hampir semua orang tahu itu adalah negara bagian di Amerika Serikat. Pemilihan kota Hermosa yang jarang dijadikan latar belakang kisah menjadi hal yang memberi point tersendiri. Kisah tak melulu berkutat di kawasan Hermosa, tapi berpindah ke Santa Cruz, San Fransisco hingga New York. Setiap tempat membalut novel ini dengan kisahnya masing-masing. Satu hal lain yang membuat novel ini menarik adalah ilustrasi gambar diawal setiap chapter. Penulisnya pun menyisipkan potongan-potongan lirik lagu ( Jpop yang sebenarnya kurang nyambung dengan lokasi cerita) atau quote-quote diantara ilustrasi gambar tersebut. Cantik! Novel ini pun berbonuskan pembatas buku berbentuk postcard. Ini Mengingatkan saya pada proyek novelku yang akhirnya terbengkalai gegara teman yang jago gambar pindah tugas ke kota lain. Yah.. ada yang mendahului  ( curcol dikit boleh dong!) 

Anyway, setiap novel tentu ada kekurangannya. Bagi saya ada beberapa hal yang bikin saya sering mengangkat alis sendiri (yalah,masak angkat alis kamu). Misalnya si tokoh Mark yang berumur gak lebih dari 18 tahun tapi penuh dengan petuah petuah bijak layaknya orang tua.Sepertinya dia sudah kenyang asam garam kehidupan atau terlalu sering berenang mencicipi air laut pantai Hermosa yang asin? I don't know.. The conflict is also too cliche and a little bit bored. Gak tahu ya, apa mungkin karena saya sudah bukan anak SMA lagi jadi menganggap kecelakaan topi rajut warisan nenek yang terseret kuda dengan tidak sengaja bisa membuat seseorang benci setengah mati pada orang lain yang menyelamatkannya. Lalu di jaman internet canggih seperti ini dimana om Google baik banget ngasih informasi kok ya gak tahu letak suatu tempat, berapa jaraknya dan Silicon Valley itu tempat apa sihh.... 

Well, maybe i'm too much reading books so this novel like a cliche story for me. Or maybe i'm too mature for this kind of novel? :D Maybe.. Toh layaknya setiap tempat punya cerita, setiap pembaca pun punya ekspektasi mereka masing-masing. Gak salah kan?

2. Paris Aline ( Prisca Primasari , Gagas Media ) 


Don't judge the book by its cover. Sekali lagi, i warn you (and i warn myself everytime i go to bookstore). Apalagi dengan peraturan toko buku yang seringkali menempelkan secarik kertas bercetak "Terima Kasih Untuk Tidak Membuka Segel", Uh.. pembaca harus pintar pintar menentukan buku manakah yang perlu dibelinya ( dan pintar pintar bagaimana membuka segelnya dengan cantik). Jangan juga terlalu percaya dengan cover back story yang terkadang terlalu galau itu. Read the two paragraph randomly is always helping to decide whether you need to buy a book or just skip it. 

Anyway, Paris Aline inilah salah satu contohnya. Covernya sederhana dan bisa saja tertutupi oleh keindahan dan ke-"cute"an sampul-sampul novel lainnya. Warnanya Hijau, dengan tulisan PARIS berwarna merah. Sebuah stempel "Setiap Tempat Punya Cerita" menjadi penanda bahwa novel ini adalah salah satu proyek Gagas Media-Bukune yang sering beredar di timeline twitter. Saya memutuskan untuk membeli ( dicatat yah,dibeli bukan numpang baca!) setelah mengintip isinya. Tentu saja saya harus membuka segel plastiknya dengan niat "kalau gaya penulisannya tidak menarik novel ini akan saya masukkan lagi kedalam bungkus plastiknya dengan hati-hati dan serapih mungkin". Ternyata...

Saya tertarik. 
Secara acak saya membuka buka halamannya dan membaca cara penulisannya. Menarik. Huruf tidak terlalu kecil dan rapat, ada ilustrasinya bak stationery dari Korea yang lucu-lucu itu dan hey! Ada postcardnya juga.. Akhirnya saya membawa novel ini ke kasir dan membacanya dalam perjalanan pulang. 212 halaman yang layaknya Diary ini tuntas dengan kepuasan tersendiri. 

Paris.. Top of mind kebanyakan orang tentang kota ini adalah "Menara Eifel" lalu disusul "Kota Romantis". Di novel yang bersetting kota Paris ini jangan berharap adegan pertama langsung disuguhi moment romantis lengkap dengan menara Eifell nya. Sudah pernah dengar Place de la Bastille? Salah satu tempat paling berhantu di Paris ini menjadi tempat pertama kalinya sang peran utama Aline,si mahasiswa pasca sarjana Sorbonne bertemu dengan peran utama pria, Sena, seorang Indonesia yang sudah delapan tahun tinggal disana. Awalnya Aline yang sedang patah hati karena cowok teman sekerjanya di sebuah bistro pacaran dengan sesama teman kerja mereka. Tak sanggup menghadapi kenyataan yang begitu membuatnya sedih dan patah hati dia memutuskan untuk minta libur selama seminggu. Dalam perjalanan menuju apartemennya, disebuah sudut bangku taman ia menemukan pecahan porselan. Usut punya usut ternyata porselen itu adalah milik seseorang bernama Sena dan ia orang Indonesia. Setelah dihubungi via email Sena pun mengusulkan untuk bertemu di Place de la Bastille jam 12 malam. Tengah malam di tempat berhantu,perempuan,sendirian pula ternyata tidak membuat Sena berpikir dua kali ketika membatalkan janjian mereka yang pertama, begitupun yang kedua. Tapi Sena bukanlah tipe orang yang tidak tahu berterima kasih apalagi suka merepotkan orang lain. Asalkan porselen itu sampai ke tangannya, Aline bisa minta apa saja pada Sena. Apa saja.

Aline punya tiga permintaan. 
Ketika akhirnya mereka bertemu kembali Aline pun memutuskan untuk meminta tiket pesawat pulang kembali ke Indonesia. Aline merasa tak lagi nyaman berada di Paris. IPnya tak pernah bagus, temannya tak pula banyak dan tentu saja ada sedikit unsur patah hati di dalamnya. Aline rindu rumah, dia rindu mamanya. Sena pun mengusulkan jika hanya rindu mama, mengapa bukan mamanya yang datang ke Paris? Sena bersedia menanggung biaya perjalanan pulang pergi. Aline pun setuju. 

Trus selesai gitu? Konfliknya mana?
Tenang.. Aline masih punya permintaan kedua. Aline ingin Sena membantunya agar cowok teman sekerjanya ( yang dipanggilnya ubur-ubur) itu putus dengan pacarnya. Lalu ada Ezra, tetangga apartement yang diam-diam juga menyukai Aline. Lalu ada misteri yang disimpan Sena yang membuat Aline akhirnya ikut terlibat. Aline malah sempat berpikir dia sakit jiwa karenanya. Siapakah Sena sebenarnya? Berhasilkah Aline merebut si Ubur-ubur dari pacarnya? Apa pula maksud Ezra pada Aline?

Ah... 
Baca novel ini seperti baca diary,karena memang disettingnya seperti itu sih. Dari hari ke hari, satu tempat ke tempat yang lain. Menyusuri tempat-tempat menarik dan "menarik" di Paris dan menemukan kisah cinta tak selamanya romantis walaupun itu terjadi di Paris. Ending bisa jadi tertebak pada siapa hati Aline akan menepi. Toh, novel ini menarik dibaca karena permainan kata-kata dan ilustrasi isinya yang menarik. Ringan tapi tidak cheesy. Romantis tapi tidak picisan. Love is scattered in the air along with the scent of Paris. 

**


Setiap tempat memang punya cerita. Sepotong kisah cinta bisa terjadi dimana saja. Jadi mau jalan-jalan kemana kita? Aku mau jalan-jalan ke hatimu saja.. Get lost in love.. 

XoXo


[NOVEL] MEMORITMO,Ada Cerita dalam Setiap Nada

Setiap orang pasti memiliki kecintaan atau pengalaman personal pada lagu-lagu favoritnya. Kita, si penikmat musik saja punya list yang bejibun. Apalagi orang-orang yang bergelut di industri musik, entah itu para musisi,lirikus,pengamat musik, music director, penyiar dan masih banyak lagi.  Dan dari sekian banyak lagu yang pernah didengar pasti ada satu yang paling juara banget saking bermaknanya. Nah, Memoritmo ini adalah semacam buku yang merangkum itu semua. 

Ini buku.. bukan kaset jaman dulu 

Buku ini dibuka dengan tulisan Eross Chandra Sheila On 7  yang memilih lagu Across The Universe-nya The Beatles. Eross tidak saja membahas masalah lirik (secara doi kan lirikus handal juga yah..) namun juga masalah teknis pada efek vokal John Lennon dan intro gitar yang menurutnya sedikit ceroboh. Baginya lewat lagu ini dia merasakan relevansi pada kehidupannya. Untuk menetralisir segala macam mood yang berubah-ubah dia sering mendengarkan lagu ini dengan volume diatas wajar sembari mandi air hangat. Aiihh..mudah-mudahan setelah itu gak jadi masalah dengan tetangga ya,Ross.. 

Vabyo a.k.a Valiant Budi, si penulis yang sempat menulis lirik untuk lagu Sm*ash  ini memilih Sahabat Gelap dari band Kubik. Untuk yang belum tahu band Kubik, tenang.. ntar juga ada penjelasannya di buku ini. Berbeda dengan Eross yang menuliskan interpretasinya secara gamblang, Vabyo memilih untuk menuliskannya secara berbeda. Ala cerpen! Disisipi dengan penggalan lirik lagu Sahabat Gelap membuat saya seperti membaca diiringi soundtrack pendukung cerita. 

Masih ada 12 tulisan lainnya dengan cara penulisan yang berbeda-beda. Lagu-lagu pilihannya pun dari genre dan waktu yang berbeda pula. Namanya juga setiap orang seleranya beda-beda. Ada yang menganggap lagu  jaman perjuangan semacam Djuwita Malam itu yang paling asik, ada pula yang terinspirasi dari lagu India tahun 1992 seperti Yeh Jo Halka Saroor Hae. Tenang.. semuanya masih asik untuk dinikmati. Malah mungkin setelah membacanya jadi pengen mendengarkan lagu yang mereka dengar.Lumayan kan bisa nambah wawasan musik..  

Nah, sekarang pertanyaannya adalah.. Lagu apa yang paling bermakna dalam hidupmu? 

[BOOK] The Winter Traveler and the Other Stories

Apa yang terbersit dipikiranmu saat mendengar kata "Musim Dingin"? 

Bagi saya, musim dingin tentu saja identik dengan salju, dingin dan pemandangan putih menghampar di segala penjuru. Tentu saja sebagai orang yang tinggal di negara sub tropis seperti Indonesia, konsep salju dan musim dingin hanya bisa dinikmati lewat film,buku,komik atau bagi saya pribadi es dalam freezer ( Ha!). Untuk merasakan dingin dan penampakan aslinya, kita harus bepergian ke negara empat musim di belahan lain bumi ini. Rasa penasaran ini  juga yang membuat seorang Erza S.T memutuskan hanya bepergian di musim dingin apabila ada kesempatan berkunjung ke negara subtropis. Dan kisah-kisah perjalanannya ini terangkum dalam sebuah buku : The Winter Traveler and the Other Stories.

Beli bukunya gak pake es balok kok! 
Buku ini bercerita tentang perjalanan sang penulis menembus jantung Kota Vienna, lost in translation di Jenewa, menikmati fine dining di Oslo, sampai menikmati rasanya makan di salah satu puncak tertinggi di dunia. Tentu saja sebagai traveler writer yang baik, buku ini tidak menceritakan bagaimana sampai dari satu titik ke titik lain. Sisi lain dari hasil interaksi dengan masyarakat sekitar, hal-hal unik dan menarik yang ditemuinya selama perjalanan hingga tips yang penting untuk diketahui mengenai suatu tempat bisa di baca di buku ini.

Misalnya saking pengennya ngerasain pagi di musim dingin, sang penulis pernah bela-belain sarapan di teras kamarnya dengan pemandangan Grand Canal di Venesia. Tentu saja bagian Room Service hampir tak percaya begitu mendengar permintaan tersebut. Gilee aja, siapa yang berani-beraninya sarapan di teras walaupun itu sudah memasuki bulan Februari. Masih dingin cuy!! Berhubung sudah kadung pengen, misi tetap harus dilaksanakan. Makanan sudah tersaji. Tentu saja harus segera dinikmati sebelum menjadi dingin dan mengeras. Ternyata bukan hanya sang penulis saja yang ingin menikmati hidangan sarapan itu tapi juga segerombolan penganggu yang datang tak jemu-jemu. Ceritanya seru!

Adapula kisah naik kereta gratisan di Vienna. Karena ketidaktahuannya, loket penjualan tiket metro dikiranya mesin ATM. Dengan modal percaya diri dia berpikir loket tiketnya nanti akan ada setelah sampai di stasiun yang dituju. Sesampai disana dia tidak menemukan loket tiket yang dimaksud bahkan petugas untuk ditanyai. Sesampai di hotel,Erza pun baru tahu bahwa mesin serupa ATM itulah yang ternyata loket penjualan tiket metro. Beruntungnya dia tidak sampai tertangkap petugas yang biasanya memeriksa secara acak tiket penumpang. Pembaca pun beruntung karena paling tidak jadi tahu biar gak malu-maluin entar kalo ke Vienna ( Ceileehh.. Amien deehh amien!!)

Selain kisah kisah perjalanan di negara-negara bermusim dingin, di buku ini pun ada bonus kisah-kisah menarik di negara tropis seperti Indonesia,Malaysia,Singapore hingga ke Abu Dhabi,negara dengan hotel berbintang 7 yang berselaput emas dimana-mana. Whoaa.. Tapi jangan salah, walaupun emas dimana-mana, makanan berlimpah dan segala kemewahan tersedia, ada sesuatu yang harus dibayar mahal. Apakah itu? Simak cerita lengkapnya di buku ini : The Winter Traveler and the Other Stories. Bukunya gak tebal-tebal amat dan gak bakal kerasa bacanya karena gaya penulisannya yang khas. Seperti jurnal pribadi yang tak sulit dimengerti, banyak hal yang dapat dipetik dari kisah perjalanan di musim dingin ini. 

Selamat membaca!

XoXO

V


[NOVEL] Cheeky Romance

"Kau tahu tidak, kapan perempuan tahu kalau dirinya sedang jatuh cinta?"
 "Ya?"
 "Saat mereka mulai merajuk seperti anak kecil" 

Aha! 
Ini adalah penggalan percakapan antara Dokter So Yoon Pyo,si Dokter Nasional dan Yoo Chae, si Ibu Hamil Nasional dalam novel Cheeky Romance, sebuah novel romantic comedy terjemahan dari Korea. Novel ini berkisah tentang seorang dokter dan seorang reporter TV yang terlibat dalam suatu kejadian menghebohkan tak terduga  hingga akhirnya membuat mereka dinobatkan sebagai dokter nasional dan ibu hamil nasional. 

Jadi gini ceritanya..

Yoo Chae ini sebenarnya adalah seorang reporter sebuah TV yang kebetulan pernah mengantarkan seorang tetangga yang sedang hamil untuk pemeriksaan di rumah sakit tempat dokter So Yoon Pyo bekerja. Walaupun mereka bertemu tapi Yoo Chae sama sekali tidak mengingat keberadaan So Yoon Pyo di tempat itu. Yoon Pyo, si dokter kandungan pun hanya ingat tentang Yoo Chae sekilas. Hingga suatu hari mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di sebuah restaurant.

Yoo Chae yang waktu sedang bertugas meliput acara kuliner secara live dibuat malu oleh Yoon Pyo. Sebagai seorang reporter,dia harus mencicipi masakan-masakan yang menjadi andalan di restauran tersebut. Ternyata masakan-masakan itu adalah makanan pantangan untuk ibu hamil. Yoon Pyo dengan naluri dokter kandungannya yang tinggi dengan sigap mencegah Yoo Chae yang akan menyentuh gelas minumannya. Terang saja hal itu membuat suasana syuting menjadi kacau dan tidak terkendali. To make it even worse, di acara yang disiarkan langsung itu Yoon Pyo pun memarahi Yoo Chae sebagai wanita yang tidak bertanggung jawab pada kehamilannya. Yoo Chae yang merasa tidak hamil tentu saja protes sementara Yoo Pyo tetap keukeuh bahwa dia melihat sendiri Yoo Chae datang untuk memeriksa kandungan di rumah sakitnya. Heboh!

Sebenarnya ini bukanlah kejadian menghebohkan pertama yang terjadi pada Yoo Chae. Sebelumnya dia sempat membuat masalah dengan memposting hujatan pada mantannya yang selingkuh di kantor yang sama. Hal ini malah memperpanjang daftar artikel tentang Yoo Chae di berbagai media massa termasuk surat kabar.  Akibatnya tayangan tersebut dibatalkan, Yoo Chae pun diminta membuat surat pernyataan dan dipindahkan ke sub stasiun yang lebih kecil. Parah! 

Sementara itu banyak orang yang mengenali wajah dan memuji-muji Yoon Pyo. Mereka sepakat Yoon Pyo adalah dokter yang memperhatikan setiap pasiennya bahkan sampai ke hal-hal sepele. Meskipun semua dokter di bidang lain pun bersikap begitu, namun karena Yoon Pyo dokter kandungan jadi kesannya lebih dalam. Yoon Pyo akhirnya dijuluki Dokter Nasional oleh banyak orang. Tak cuma itu, pihak rumah sakit tempatnya bekerja pun semakin membanggakannya bahkan memberinya kesempatan sebagai pemeran utama sebuah project dokumenter kedokteran dari sebuah stasiun TV. Karena desakan kepala bagiannya akhirnya Yoon Pyo pun menerima tawaran tersebut. Tak disangka ternyata stasiun TV yang dimaksud adalah stasiun TV tempat Yoo Chae bekerja.

Ibu hamil nasional. Biar Kami yang menjaga anak itu. Seluruh Korea menjadi penjaga wanita itu. 

Yoo Chae yang terkena imbas interupsi Yoon Pyo di acara livenya terpaksa menjadi presenter di acara yang ratingnya lebih rendah. Entah bagaimana saat Yoo Chae sedang meliput sebuah event, sebuah insiden memalukan terjadi lagi. Artikel "Ibu Hamil Nasional Episode 2" dengan foto roknya yang terangkat pun beredar dimana-mana. Rasa malu dan marah tentunya tak tertahankan. Apalagi mengingat tugasnya di kantor kecil itu sebenarnya hanya membantu para staf,mengikuti para senior bahkan sampai melakukan pekerjaan fotokopi dan membuat minuman layaknya OB. Bagi Yoo Chae yang sudah membuat kesalahan, ia harus bekerja keras tanpa protes apapun. Hingga akhirnya seorang PD ( Producer) yang bekerja di kantor pusat menelponnya untuk meeting. Yoo Chae ditawari sebagai reporter dokumenter kedokteran. Unbelieveable! Tentu saja iYoo Chae menerimanya. Ini kesempatan untuk mengembalikan nama baiknya. Yang Yoo Chae belum tahu adalah, "Rumah sakitnya dimana ya?"

Kenapa kau menghindariku? Kau tidak lihat kalau aku ingin minta maaf padamu

Novel setebal 442 halaman ini mempunyai alur cerita yang naik turun penuh dinamika. Ini menjadi  daya tarik tersendiri hingga novel ini tuntas saya baca dalam 2 hari saja. Lucu,sedih,haru,amarah dan hal-hal romantis tercampur dengan ukuran yang pas. Semua karakter dalam novel ini pun  digambarkan sebagai karakter yang tidak sempurna. Yoon Pyo si dokter ganteng, anak direktur yayasan rumah sakit dan masih single dengan masa depan cemerlang ini ternyata juga keras kepala,tidak sabaran dan punya kisah kelam dalam kehidupannya. Sementara Yoo Chae yang sembrono,keras kepala dan sebenarnya tidak pintar-pintar banget sebagai reporter ( terbukti dalam satu pertanyaannya yang membuat Yoon Pyo terpaksa menghardiknya,"CARI DI GOOGLE!!") ternyata sangat bertanggung jawab pada keluarga dan pekerjaannya. 

Ada juga  karakter-karakter pendukung seperti  So Yeong unnie yang mendapat donor sperma dari salah satu dokter di rumah sakit itu, membuat Yoo Chae mulai bertanya-tanya siapakah gerangan si pendonor? Yoon Pyo kah? Lalu dr. Hye Ryeong mantan kekasih Yoon Pyo,si dokter cantik sempurna tapi ternyata bisa berhati dingin.  Ada pula dr. Dae Joon, rekan dokter Yoon Pyo yang anehnya suka dengan So Yeong  menambah gregetnya cerita . Akankah Yoo Chae dan Yoon Pyo bisa rukun damai tentram melaksanakan tugas mereka sebagai dokter dan reporter? Ahay... silahkan dibaca sendiri ya lanjutannya... 

Cheeky Romance adalah novel ketiga Kim Eun Jeong (yang sudah saya baca) setelah So I Married the Anti-Fan dan My Boyfriend's Wedding Dress. Jika butuh bacaan santai dan ringan dengan dialog yang kuat silahkan baca novel ini. Anda tidak perlu menjadi pencinta drama atau novel korea untuk membacanya. Tapi jika kemudian akhirnya anda jadi tertarik sih yah jangan salahkan saya... Hehehehe

Selamat membaca!

XoXo
Vie

Buku Favorit 2012


Tahun 2012 akan segera berakhir. Sudah setumpuk buku menemani saat bete di kantor, membunuh waktu ketika menunggu, pemancing rasa kantuk sampai menjadi teman dalam perjalanan. Dari sekian yang sudah saya baca, ada lima buku yang menjadi buku favorit versi saya yang saya urutkan berdasarkan jenisnya. Let's check it out!

1.  Selamanya Cinta ( Kireina Enno ) 

     Kategori : Novel Indonesia



Don't judge the book by its cover. Ini berlaku banget pada novel yang satu ini. Covernya sih biasa aja dibanding novel-novel bergenre yang sama, kisah di dalamnya juga sudah termasuk biasa di tuliskan. Tapi seorang penulis yang hebat adalah yang bisa menceritakan sesuatu yang mungkin sudah sering di bicarakan dengan cara yang berbeda. Nah, Kireina Enno ini salah satunya. Saya mengenal tulisan-tulisannya dari blog dan membuat saya tidak perlu berpikir dua kali untuk membeli novel perdananya. Diantara seabrek novel ber-genre galau tak bertepi (sesuatu yang sebenarnya paling males saya baca), ini salah satu yang "bersinar". Mengingatkanmu pada cinta pertama, kisah kasih di sekolah dan cinta yang akan kembali ke tempat yang seharusnya.Worth to read.

2. So I'm Married The Anti-Fan ( Kim Eun Jeong) 

    Kategori : Novel Terjemahan



Benci dan Cinta itu beda tipis. Pernah dengar gak kalimat itu? Sering banget kejadian dimana Cinta bisa jadi benci begitupula sebaliknya. Novel ini berkisah tentang Lee Geun Yong,si reporter yang di pecat karena tidak sengaja muntah di atas sepatu seorang artis idola bernama Hu Joon. Sedikit terlunta-lunta jadi pengangguran membawanya secara tidak sengaja melihat sebuah adegan kekerasan yang dilakukan oleh Hu Joon di sebuah klub. Adegan yang dilihatnya itu membuatnya semakin membenci Hu Joon dan memicunya menjadi seorang anti-fan secara terang-terangan. Lee Geun Yong memposting hal tersebut di internet dan menuai protes dari fans berat Hu Joon. Hal ini membuat seorang produser televisi tertarik untuk membuat reality show dimana Geun Yong sebagai anti-fan  menjadi manager dari Hu Joon sang idola. 

Meski awalnya saya sempat mengunderestimate novel ini,ternyata di akhirnya saya merasa ini adalah Korea-Literature yang ceritanya paling menarik yang pernah saya baca. Terimakasih kepada sang penerjemah karena bisa membawa tulisan ini sebaik aslinya. Peringatan : Seperti nonton drama serial Korea, semakin lama di baca semakin susah melepaskan novel ini hingga selesai. Jadi..waspadalah.. waspadalah!! 

3. Menuju(h) - Aan SyafraniIru IrawanMahir Pradana ,Maradilla Syachridar SundeaTheoresia Rumthe,      Valiant Budi

     Kategori : Kumpulan Cerpen


Menuju(h) adalah kolaborasi tujuh penulis muda, berbagi cerita tentang hari-hari yang menyetia| Begitu kata taglinenya. Ini adalah semacam kumpulan cerita pendek berdasarkan hari-hari yang ada dalam seminggu. Ada Aan Syafriani yang slengean dan lucu tentang penghuni kost  di hari Senin, Theoresia Rumthe tentang pasien Alzhaimer dan hujan di hari Rabu, Vabyo yang "menghipnotis" di hari Kamis dan kisah kisah lain yang menarik di hari yang lain. Setiap penulis menuliskan satu kisah dari dua sisi yang berbeda, sehingga total ada 14 cerpen yang terangkum dalam Menuju(h) ini. Kisah yang lucu,romantis,tragis hingga psyco bisa di temukan disini. Satu kumpulan cerpen yang komplit peneman hari-hari walaupun ketika di baca gak perlu waktu hingga tujuh hari. Serius!

4. Kobuki Korea Buikin Keki - Soni MartiLova

    Kategori : Traveling 



Saya mengkategorikannya di bagian Traveling karena ketika membaca buku ini serasa kita pun traveling dari satu tempat ke tempat lain di negeri Korea Selatan. Sebenarnya ini adalah buku kisah hidup Soni MartiLova, mantan penyiar radio KBS Wi-horld Radio Siaran Berbahasa Indonesia selama menetap di negeri Hallyu Wave itu.  Banyak kisah sehari-hari sebagai orang Indonesia yang harus beradaptasi di negeri orang (yang tentunya bedaaaaaa banget dengan kebiasaan di Indonesia), kebiasan-kebiasan sehari-hari orang Korea dan tips penting jika berkunjung kesana terangkum disini. Ada juga kisah menarik seputar kegiatannya sebagai penyiar radio sampai ngejar-ngejar artis Korea. Selain itu juga bonus tempat-tempat menarik di Korea Selatan yang jarang di bahas oleh penulis lain. Minjem statementnya Uda Soni pas saya wawancara di Radio, dia bilang,"Kalau yang lain menulis tentang Korea belum tentu pernah kesana, nah saya nulis karena sudah pernah disana." Cieee.. tapi bener juga sih, ada yang bilang Seeing Is Believing. Kalau sudah ngeliat sendiri baru percaya. Tapi untuk case yang ini, baca dulu lah.. kalo gak percaya boleh komplen sama Uda Soni saja . Tenang, dia gak galak kok kek Ahjussi-Ahjussi. Malah asik banget kalo ditanya hal-hal seputar Korea. Berhubung dia masih sering banget bolak balik JKT-Seoul, saya malah sempat ngerepotin beli CD album ke 6 Super Junior hahaha. Gamsahamnida yaaa Udaaaa.. (gak mau panggil Oppa, dia kan orang Padang.. wweeekkkkk :p )  

5. Draft 1 : Taktik Menulis Fiksi Pertamamu ( Winna Effendi)

    Kategori : Panduan Menulis


Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, kita sering dihadapkan pada satu bagian yang mau tidak mau harus dilakukan : MENGARANG. Masih ingat gak apa saja yang pernah kamu karang menjadi tulisan? Sebenarnya urusan tulis menulis sudah dipelajari sejak kita masih SD. Bahkan ada beberapa yang sudah iseng nulis diary sejak TK. Walaupun begitu tetap saja masih ada yang gak pede bisa menulis. Sekarang pertanyaannya : Menulis itu bakat atau bisa dipelajari? Menurut saya bisa jadi dua-duanya. You'll never know something till you try it, won't you? Makanya karena saya merasa tidak jago-jago banget menulis dan pengen banget menulis fiksi berskala novel saya membeli buku ini. Memang sih diawal-awal halaman mengingatkan saya pada apa yang sudah dipelajari dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Walaupun begitu buku setebal 345 halaman ini tetap sulit untuk dilewatkan bagi yang serius ingin menulis. Ada banyak  tips dan how-to menulis fiksi yang enak dibaca,self-editing hingga hal-hal penting yang harus diketahui jika sebuah karya di tolak atau dipublikasikan. Semua ditulis dengan gaya bahasa yang ringan tanpa meninggalkan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Diselipkan pula contoh-contoh fiksi pendukung dan quote-quote dari penulis ternama yang bisa memotivasi para penulis pemula. Banyak buku panduan menulis lainnya yang pernah saya lihat dan saya baca. Tapi bagi yang pengen tahu banyak tentang dunia menulis dengan cara yang santai, yang satu ini lebih menarik dan kena sasaran. It's fun to read it but it's more fun to writing  after reading it.

Nah, itu dia lima buku favorit saya dari lima kategori yang berbeda di tahun 2012. Semoga bisa jadi referensi  jika ternyata buku-buku yang diatas belum dibaca. Siapa tahu bisa jadi bahan bacaan di tahun 2013. After all, buku gak pernah basi kan... 

Nah, kalau kamu apa buku favoritmu di tahun 2012?  

(Pic:koleksi pribadi)

The Books Of The Month

Finally the package has arrived after so much quarreling with the delivery service.. Here they are.. :


The day after the package arrived,one of my friend sent me twitpic from the bookstore in town. "My Boyfriend's Wedding Dress" finally on store too.. kya kkkkkk.. now that's something. Anyway, i will post the review one by one later on.. please wait for it :)

Review Novel : Selamanya Cinta

Sejak dulu saya suka membaca hampir tentang apa saja, bahkan mencoba membaca pikiran orang. Eh,tentu saja belum berhasil walaupun terkadang sekali dua bisa menangkap yang tersirat dari yang tersurat. Lebih banyak saya membaca majalah,koran,buku,blog bahkan tweet. Yah,jaman sudah berubah.Sebuah bacaan bukan hanya dari selembar dua lembar kertas kan?

Bicara tentang blog, ada sebuah blog yang entah dari mana saya temukan tapi akhirnya membuat saya betah berkunjung kesana. Blog ini isinya kisahnya sebenarnya tentang hal-hal yang biasa di jumpai sehari hari. Penulisnya pun juga tidak berusaha menggambarkan dirinya sebagai orang yang bijak dan terlalu baik hati hingga tidak bisa marah dan memaki. Walaupun tetap dalam koridor yang bertata bahasa rapih, ia masih bisa mengungkapkan dengan lugas jika ia cemburu dan sakit hati. Manusiawi..

Dibeberapa bagian sering terselip postingan semacam cerita pendek yang berkisah tentang seorang lelaki bernama Abe. Sesekali saya membacanya tapi kemudian saya berpikir ini mungkin kisah pribadi jadi saya lebih sering melewatinya. Saya malah lebih tertarik membaca postingan tentang Kenzo. Abe menurutku tidak menarik secara nama. Entah kenapa selalu tergambar seorang lelaki berkulit hitam,rambut keriting dengan wajah yang tegas. 

Eniwei, tapi biarlah. Toh akhirnya saya tidak memperhatikannya sampai si penulis blog ini memposting "Coming Soon My Novel!" yang mengabarkan bahwa kisah Abe ini akan di jadikan novel dengan judul "Selamanya Cinta". Pertama yang saya pikirkan adalah "Wow!" lalu kemudian "Oke,sepertinya ceritanya akan sama saja dengan novel-novel galau lainnya." Dan saya melupakannya walaupun sempat men-DMnya untuk ikut order novel itu.

Sampai kemudian saya ke toko buku terbesar di kota saya untuk mengambil pesanan The Hunger Games Set Box ku dan bertemulah saya dengan ini :



Beli gak ya apa nunggu gratisan saja dari dia? Hahahha.. yang benar aja. Demi sebuah karma baik karena saya juga pengen menerbitkan buku sendiri akhirnya saya beli. Semua tidak segalau sinopsis singkat di blognya..

Ini tentang dua sahabat, Reina dan Abe. Yang satu jatuh cinta diam-diam, satu lagi malah sibuk naksir cowok-cowok lain. Yang satu menodai masa abegenya dengan kegalauan cinta, yang satu lagi sibuk menyangkal perasaannya sendiri. Sebuah peristiwa tragis yang berujung maut semakin menjauhkan keduanya. Bertahun-tahun setelah itu, ketika yang satu mulai pasrah, yang satu lagi mencoba menyiasati takdir supaya mereka bisa bersatu

Akan kah mereka bersatu?
Kisah Reina dan Abe sebenarnya kisah yang sering terjadi bahkan semacam kisah klasik dalam dunia persekolahan. Cinta yang di lingkupi persahabatan.  Mungkin ada yang mengalaminya di masa SMP, SMA (seperti di buku ini ) bahkan mungkin juga kuliah. Endingnya pastilah beragam. Ada yang jadian, ada yang akhirnya pisah karena kematian, ada juga yang akhirnya move on ke hati yang lain. Yang mana kah dari tipikal ending tadi yang menjadi ending kisah Reina dan Abe? Lalu siapa Dita yang disebut sebut di awal novel ini? Apapula hubungannya dengan Abe?

Seperti biasa setiap kali saya merekomendasikan sebuah bacaan atau film saya gak mau bocorin endingnya. Saya cuma bisa bilang novel ini salah satu dari sekian novel yang berending menarik yang pernah saya baca. Selama saya membacanya saya berharap-harap cemas menanti akhir kisah Reina dan Abe. Semacam punya keinginan tetapi belum tentu tahu apakah keinginan itu terwujud atau tidak.

Hal lain yang menarik adalah cara bertuturnya. Berbeda dengan novel "sastra galau" lainnya bahasanya sangat "Indonesia" walaupun saat para karakter bertutur mereka berinteraksi selayaknya kita berbicara sehari-hari. Ada lo-gue, ada aku kamu, walaupun tidak selebai sinetron jaman sekarang. Ibarat pakaian, novel ini terjahit rapih dari awal sampai akhir. Selayaknya cappuccino, ada rasa pahit dan manis dalam ceritanya yang di beri latte art pengindah suasana. Sedikit banyak membawa saya ke kenangan masa SMP. Ikut senang,deg-degan,gemes,sedih dan ingin dicintai seperti Abe mencintai Reina....

Dan saya ketipu endingnya!

Ha!

Selesai membaca buku ini yang diam-diam suka sama sahabatnya,teman kantor,teman kuliah,teman sekolah bahkan seniornya kalian akan jadi lebih tahu apa yang harus di lakukan dengan waktu yang ada.. Selamanya cinta, bisa saja :) 

Happy Reading 

xoxo

Vie

Books Of The Month

Setiap bulan saya selalu mengalokasikan sejumlah dana untuk membeli keperluan-keperluan harian. Buku salah satu diantaranya. Bulan ini saya bertekad membeli dua buku saja. Selain karena dua buku itu saja harganya sudah 200 rb-an, saya masih punya utang 2 buku yang belum saya baca. Rencananya sih akan saya review juga. Sayangnya seperti juga beberapa buku sebelumnya yang tergelatak manja di sebelah tempat tidur saya, sepertinya saya sudah mulai kekurangan motivasi untuk menuliskannya dalam blog ini.

Anyway...
Here are the books i bought.. Jreng jreng...





Books Of The Month

Onward (Howard Schultz dan Joanne Gordon)

Saya penasaran saja tentang asal muasal Starbucks yang kata banyak orang kopinya biasa saja ( mmh iya juga sih) tapi bisa mendunia banget. Beberapa hari membawa buku ini kemana-mana, sempat di kira karyawan Starbucks. Halah! Saya aja gak yakin karyawan Starbucks baca buku ini. Padahal buku ini bagus banget untuk tahu History dan esensi tempat mereka bekerja. Diluar issue Starbucks adalah penyumbang terbesar Israel dan serangan-serangannya ke Palestina, untuk belajar management dan building your own company rasanya tidak apa-apakan membaca buku ini? 


Dia Ada Dimana-mana ( M. Quraish Shihab) 

Sebelumnya saya sudah membeli dan membaca buku ulama ini. Tidak menggurui tapi bertutur sebagaimana seorang bapak pada anaknya. Persis seperti yang biasa beliau lakukan di acara-acara keagamaan di TV. Itulah mengapa saya tidak ragu untuk membeli buku ini. Buku ini mengajak kita lebih memperhatikan hal-hal kecil di sekeliling kita yang sesungguhnya bisa mempertemukan kita dengan "tangan_Nya". Setiap saat dan di semua tempat. 

Hermes Temptation ( Fitria Yusuf & Alexandra Dewi) 

Ini bukan novel. Ini kisah tentang dua sosialita yang jadi reseller sebuah brand yang bernama HERMES. Lika liku dan keseruan mereka menjadi reseller sekaligus cerita-cerita mereka tentang para client penggila brand tersebut. Membacanya tidak membuat saya tiba-tiba pengen punya Tas Birkin juga sih, tapi paling gak saya berkesimpulan "The real beauty of a bag rests upon the people who carry it." Gila aja harganya bisa seharga rumah, isi tasnya apa aja yah? Oh iya, buku ini ditulis dalam bahasa Inggris.

Underground ( Ika Natassha) 

Nah kalo ini asli Novel. Berkisah tentang sekumpulan anak muda yang bekerja di salah satu TV ala MTV  yang berlatar belakang kota New York. So far saya membacanya agak bosan juga. Saya gak melihat keseruan dari novel setebal 385 halaman dalam bahasa Inggris ini. Mungkin karena sang penulis tidak betul betul tahu dunia pertelevisian jadi gak bener-bener bisa masuk ke dunia para tokoh-tokoh kreasinya. Sebelumnya saya sudah pernah membaca novel-novel Ika Natassa seperti A Very Yuppy Wedding, Divortiare, Twivortiare dan  Anthology Rasa yang kesemua tokoh utamanya berlatar berlakang banker ( which is "dia banget"). Jadi berasa banget ketika dia menggambarkan pekerjaan para tokoh ini hanya dengan beberapa penggambaran mereka membuka atau menutup siaran mereka. Ribet-ribetnya dunia TV broadcasting, being producer sampai suatu acara jadi tontonan tidak begitu kerasa. Apapun itu nice try untuk penulis yang katanya gak pernah pake draft dan langsung menulis saja. No wonder, karakternya sekali lagi sangat Ika Natassha banget. :) 

Nah loh, jadi di review dikit-dikit deh.. 

Apapun itu semoga tidak menyurutkan keinginan yang lain untuk membacanya. Jikapun sudah ada yang pernah membaca salah satu atau salah dua buku-buku diatas dan punya pendapat berbeda gak masalah. Sudut pandang dan selera orang beda-beda kan ya... :) 

And it reminds me, kalau buku biasa saja saya punya waktu membacanya bahkan hingga di angkot ataupun saat menunggu, harusnya waktu membaca Al-Quran harus lebih banyak yah :)

The Reader and The Sinner..

xoxo

V