Tips Mencari Dokter Terdekat dan Terbaik Agar Tidak Salah



Ketika merasa sedang tidak enak badan bisa untuk cukup istirahat dan minum obat apabila mempunyai sakit yang tidak terlalu parah. Akan tetapi apabila merasakan sakit yang tidak kunjung sembuh maka bisa segera melakukan pengobatan dan konsultasi ke dokter terdekat yang ada di sekitar Kamu. 

Tips Mencari Dokter Terdekat dan Terbaik Agar Tidak Salah


Ada banyak sekali cara yang bisa digunakan untuk mendapatkan dokter yang ada di wilayah terdekat sehingga dapat mengobati dan melakukan diagnosa pada gejala penyakit yang Kamu alami. Adapun beberapa tips untuk mencari dokter yang terbaik di wilayah Kamu adalah sebagai berikut ini:

  1. Menggunakan aplikasi

Langkah pertama yang bisa digunakan untuk menemukan pencairan dokter sekarang ini adalah dengan menggunakan aplikasi. Hal ini akan memudahkan Kamu untuk mendapatkan dokter pada jam-jam tertentu karena aplikasi menawarkan dokter yang bisa untuk melakukan perawatan 24 jam. Sehingga dengan menggunakan aplikasi akan sangat menguntungkan karena bisa mendapatkan dokter yang sesuai dengan kebutuhan dan juga bisa melakukan perawatan gejala penyakit yang Kamu alami dengan segera. Ada banyak aplikasi juga yang bisa Kamu pilih untuk mendapatkan dokter terbaik sehingga ketika memilih aplikasi juga bisa untuk memilih aplikasi terbaik yang menawarkan fitur terbaik dan juga aman untuk digunakan. 




  1. Menggunakan mesin pencarian

Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan untuk mencari dokter terbaik di dekat wilayah Kamu adalah dengan menggunakan mesin pencarian. Kamu hanya cukup untuk menggunakan mesin pencarian seperti Google untuk dapat menemukan dokter yang ada di wilayahmu. Ketika Kamu mengetikkan dokter di wilayahmu maka akan ada banyak dokter yang ada sehingga bisa dipilih sesuai dengan kebutuhanmu. Sehingga dengan menggunakan mesin pencarian ini akan sangat membantu untuk dapat melakukan pemeriksaan yang Kamu butuhkan. 



  1. Meminta rekomendasi

Selain menggunakan aplikasi dan juga mesin pencarian di internet, Kamu juga bisa menemukan dokter terbaik di dekat wilayah Kamu dengan meminta saran atau rekomendasi dari orang lain. Tidak semua dokter akan melayani secara online sehingga harus menggunakan layanan yang secara konvensional yaitu datang ke tempat prakteknya. Oleh karena itulah Andai juga bisa menemukan dokter di wilayah terdekat secara online dari rekomendasi orang lain. Sehingga dari rekomendasi tersebut Kamu bisa menemukan dokter yang tepat dan menawarkan banyak kelebihan untuk dapat dipilih sebagai dokter terbaik untuk melakukan pemeriksaan di dekat wilayah Kamu.

  1. Memperhatikan kemampuan yang dimiliki

Hal selanjutnya yang dapat dilakukan untuk memilih dokter terbaik adalah dengan memperhatikan yang dimiliki. Dimana misalnya bagi Kamu yang akan mencari dokter terbaik maka bisa untuk memilih dari rumah sakit yang sudah terpercaya dan rumah sakit besar. Sehingga hal tersebut akan lebih membuat tenang dan juga lebih aman. Selain itu juga bisa untuk melihat dari pengalaman sebelumnya yang pernah dirasakan ketika melakukan pemeriksaan ke dokter tersebut, dari review pasien lainnya, dan juga dari spesialis yang dimiliki oleh dokter tersebut.


  1. Memperhatikan budget

Hal terakhir yang bisa digunakan ketika akan memilih dokter terdekat yang terbaik adalah dengan memperhatikan budget yang akan dikeluarkan. Ketika Anda memilih dokter memang penting untuk memperhatikan budget. Terutama sekarang ini sudah banyak layanan yang menerima asuransi kesehatan, sehingga Kamu bisa memilih layanan kesehatan yang menerima asuransi yang dimiliki agar biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan juga lebih murah. Hal ini patut untuk diperhatikan sehingga akan mengeluarkan budget yang lebih hemat.


7 Kegiatan yang Bisa Kamu Lakukan di Rumah Aja

Hampir tiga minggu lebih #dirumahaja , sudah bosan? 

Alhamdulillah, sampai hari ini aku masih menikmati. Gak nyangka juga sih, secara selama ini aku orangnya gak betah gak ke mana-mana. Maunya jalan ke mana, sukanya nongkrong di cafe apa, pengennya ketemuan dan ngobrol dengan teman sejalan. Nyatanya, aku masih bisa bertahan meskipun terdampar di Mamuju, jauh dari rumah dan gak boleh balik ke Makassar Diam-diam, aku menikmatinya. 

Meskipun secara birokrasi aku ditugaskan work at home,sayangnya, aku gak boleh balik ke Makassar yang merupakan rumahku sesungguhnya. Alasannya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Kita kan gak tahu kita bertemu siapa di perjalanan, bisa jadi kita tertular atau malah secara tidak sengaja kita yang menulari keluarga kita di rumah. Alasan tambahan, katanya jika sewaktu-waktu diperlukan di kantor, aku harus masuk. Jadi mau gak mau memang harus stay di lokasi pekerjaan. 

Awalnya aku berpikir, 'bagaimana aku akan menjalani hari-hari di Mamuju sendirian tanpa nongkrong di mana'. Jangan-jangan aku bakal mati gaya dan mulai berpikir apakah sebaiknya jalan kayang aja ke warung sebelah. Alhamdulillah, tidak segitunya juga. Hari pertama memang masih agak bingung, ini beneran jam segini masih di kos an? Lama-lama...lah kok enak juga ya. Selama lebih hampir tiga minggu ini, aku menemukan hal-hal yang bisa aku lakukan meskipun sendirian di rumah aja. Ini dia : 

1. Mengerjakan Pekerjaan Kantor dalam Suasana Baru 

Biar bagaimanapun karena penugasannya adalah 'bekerja dari rumah' maka saya memang melakukan pekerjaan aku di rumah. Apalah guna ada internet, laptop dan printer. Banyak aplikasi yang bisa memudahkan kita untuk tetap berkomunikasi dan berkoordinasi. Whatsaap, Zoom atau seapes-apesnya, telpon, untuk rekan kerja yang nyaman dengan kegatekannya. Meskipun di hari-hari pertama masih ada yang belum terbiasa, masih perlu melihat fisik berada di kantor, masih ada pula tamu dari ibukota yang datang meskipun sudah ada larangan, anggap aja mereka sedang beradaptasi. Mungkin mereka belum terbiasa, pekerjaan bisa terselesaikan tanpa harus di meja kantor dan terlihat pura-pura sibuk. 



Aku juga bisa lebih menikmati bekerja dengan baju sehari-hari, bisa menyanyi sesuka hati, bikin kopi, ngemil sambil buat rekapan. Rehat sebentar menikmati sinar matahari jam 10 pagi, beberes kamar kos dan masak. Anehnya, aku menikmati tidak ada orang sekantor yang biasa dari Senin-Jumat seruangan. Gak salahkan aku merasa bahagia tidak bertemu atasan? 

2. Membuat Konten 

Oh ya, tentu saja! Bagi aku, kamu dan semua hamba konten seperti blogger, vlogger, podcaster dan influencer yang menyambi jadi buruh korporat, waktu-waktu ini merupakan kesempatan untuk membuat konten sebanyak yang kita bisa. Pekerjaan tidak terlalu padat dan waktu yang sayang untuk dibuang sia-sia.

Photo by Lisa Fotios from Pexels


Buat postingan di blog (meski kadang hanya singgah menjadi draft), merekam dan mengedit video, membuat naskah dan merekam suara untuk podcast, nge twit dan memotret untuk Instagram. Apapun, asalkan jangan memposting yang kurang berfaedah. Mungkin tidak diupload sekarang, mungkin harus masuk dulu diantrian. Gak masalah, asal jangan sudah siap upload eh gak sengaja kedelete aja. 

3. Belajar 

Gak cuma anak sekolah ataupun mahasiswa yang sedang kuliah, kita pun perlu belajar. Upgrade skill atau pengetahuan apa aja sesuai minat kita. Berhubung aku suka mengedit video, minggu ini aku belajar mengedit video menggunakan software Davinci Resolve 16. Softwarenya gratis, bisa diunduh di situs resminya.

Pic from https://www.blackmagicdesign.com/products/davinciresolve/

Tidak terlalu sulit menggunakannya, hanya karena aku terbiasa dengan Adobe Premiere maka aku harus meluangkan lebih banyak waktu untuk mempelajari fitur color grade dan mengedit suara. Selebihnya tidak terlalu sulit dan waktu render video kualitas 1080p untuk You Tube tidak lama. Tampaknya aku akan pindah ke Davinci Resolve 16, nih! 

4. Bersosialisasi via Media Sosial

Mungkin karena punya banyak waktu luang, hampir semua media sosial khususnya grup yang ada di whatsapp ramenya gak kepalang. Saat hari-hari pertama, bahasannya lebih kurang sama : CORONA. Yah pasti ada selingannya juga tergantung grupnya apa. Satu hal yang pasti, chat di WAG mempererat silaturahmi. Physical distancing bukan berarti Social distancing kan?

Photo by Tracy Le Blanc from Pexels


5. Membaca Buku 

Salah satu hobi yang belakangan terlupa adalah membaca buku. Kegiatan ini gak bakalan bisa aku lakukan di kantor karena pasti dianggap tidak punya kesibukan. Sementara ketika pulang ke kos, sudah cape, pengen rebahan dan akhirnya nonton You Tube hingga ngantuk. Akibat yang aku rasakan, aku jadi susah nulis. Kosakataku seakan menipis. Akhirnya lagi-lagi tulisan lebih banyak mengendap di draft daripada dipublish.

Photo by Ena Marinkovic from Pexels


Tidak hanya pada tulisan, kekurangan asupan membaca buku terasa saat dalam percakapan. Terkadang malah bingung sendiri dalam menerangkan sesuatu kepada orang lain. Nah, ini lah saat yang tepat untuk lebih banyak baca. Mudah-mudahan jadi lebih tergugah juga untuk menulis kembali. 

6. Olahraga Ringan 

Biasanya ngegym, lari atau sesepedaan di luar? Kali ini bisa diganti dengan yoga atau senam di rumah. Banyak kok tutorialnya di You Tube. Misalnya pun sudah bosan banget di kos an, aku memilih jalan santai di sekitar kompleks saat pagi hari atau sore. Selain udaranya masih segar, kita juga bisa lihat suasana tanpa harus berinteraksi dengan banyak orang. Lumayan kan tubuh tetap bergerak dan bukannya rebahan melulu. Paling tidak kalori yang kita keluarkan sebanding dengan asupan cemilan yang kita masukkan selama #dirumahaja. 


7. Beribadah 

Jangan salah, meski kegiatan beribadah berjamaah dibatasi, bukan berarti ibadahnya jadi kendor. Malah dipikir-pikir, harusnya karena gak ada kesempatan untuk kelayapan, urusan dunia berkurang, kita jadi punya banyak waktu untuk berkomunikasi dengan Allah SWT. Mungkin ada yang menamatkan sekian episode drama Korea atau nonton sekian film netflix sementara kamu lebih memilih menamatkan Al-quran atau kitab sucimu. Waktu yang diberikan sama, namun kira-kira yang mana yang lebih bernilai di mata Tuhan? Silahkan jawab sendiri. 


Sebenarnya ada banyak hal yang bisa kita lakukan selama masa karantina #dirumahaja ini. Namanya juga manusia, ada kalanya kita merasa bosan namun setidaknya kita mencoba untuk tetap menjaga physical distancing. Semakin patuh kita untuk hidup lebih bersih, menjaga jarak aman, menjaga kesehatan tubuh, tetap semangat dan menjaga pikiran dan hati tetap bahagia, insya Allah semua ini akan bisa kita lalui bersama. Ini memang berat, maka dari itu yuk tetap semangat! 

Kamu sendiri ngapain #dirumahaja ? Yuk, share di kolom komentar.